Menabur Cinta Kasih vs Menabur Kebencian. Mana Yang Kau Pilih??? - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Saturday, April 1, 2017

Menabur Cinta Kasih vs Menabur Kebencian. Mana Yang Kau Pilih???




 www.pokeremas.com


Anak-anak kecil Tuhan cinta. Anak-anak besar Tuhan cinta. Pemuda, pemudi Tuhan cinta. Ibu, bapak, kakek, nenek Tuhan cinta. Semua Tuhan cinta.”

Itulah sepenggal lagu yang sudah aku nyanyikan sejak dulu saat aku masih kecil. Diajarkan oleh kedua orang tuaku. Dan aku ajarkan pula pada anak-anakku sekarang. Tuhan itu penuh cinta kepada semua orang. Ya……. Tuhan itu adalah pribadi yang penuh cinta terhadap semua umat ciptaanNYA tanpa kecuali. Sehingga DIA dikenal sebagai Tuhan yang penuh kasih yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Semuanya dicintai Tuhan tanpa terkecuali termasuk kau, aku dan kita semua sekalipun kita “berbeda”.

Dan jika sekarang saat aku menuliskan artikel ini sambil menangis, hatiku begitu teriris melihat foto-foto 313 yang terjadi kemarin. Begitu egoisnya “kalian” para orang dewasa yang mengajak anak-anak dalam kegiatan yang sarat bermuatan kebencian itu. Mau dilihat dari sudut pandang manapun juga, diakui ataupun tidak, suka atau tidak suka, terima atau tidak terima, kegiatan 313 memang bermuatan kebencian. Berisi full dengan yang namanya benci tiada akhir. Berikut ini bukti-buktinya.

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kyai Haji Ma’ruf Amin sudah menilai dan berpendapat bahwa aksi 313 tidak perlu lagi dilakukan. Ma’ruf Amin memastikan pemerintah sudah menjalankan aspirasi terkait masalah kasus dugaan penodaan agama yang saat ini sudah masuk dalam persidangan dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang juga calon Gubernur DKI Jakarta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Ma’ruf Amin meminta agar aksi 313 tidak membawa isu yang mengarah kepada digantinya pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Itu jelas tindakan yang sangat ngawur. Demikian pendapat beliau. Ditambah lagi sekarang Sekretaris Jenderal Forum Ulama Indonesia (FUI) Al-Khaththath ditangkap polisi atas dugaan pemufakatan makar.


    Kebencian yang tak berujung terhadap seorang anak negeri bernama Ahok yang terus digoreng tentang statusnya sebagai WNI Keturunan Cina beragama Kristen. Padahal keinginan Ahok cuma 1. Dia ingin ikut membangun Indonesia tanah tumpah darah tempat dia dilahirkan dan dibesarkan dengan cara sekuat tenaga menutup kran pintu korupsi di DKI. Orang itulah yang “kalian” caci maki selama ini. Terlepas dari Ahok juga punya banyak kekurangan, siapakah juga diantara kita yang sudah tidak punya kekurangan lagi dalam hidupnya??? Sudah sempurnakah “kalian” semua sampai-sampai dengan penuh percaya diri merasa berhak mengangkat tumit lebih tinggi seorang akan yang lain??? Mari…… Yang merasa sudah menjadi manusia sempurna tak memiliki dosa dan kekurangan satupun silakan menjadi manusia pertama yang melempari Ahok dengan batu. Takbiiiirrrrr………………… Astagaaaaa……………

    Niatan menggulingkan dan menggantikan Jokowi-JK sebagai pemerintahan yang sah, itupun juga sudah cukup untuk menunjukkan isi hati “kalian” yang penuh dengan kebusukan dan kebencian. Sementara dilain pihak Jokowi-JK membalas 1 katapun tidak. Justru kerja..kerja..kerja yang terus mereka upayakan untuk membalas semua hinaan yang sudah “kalian” ucapkan pada mereka. Bukalah mata jasmani dan rohani lebar-lebar untuk bisa melihat semua perkembangan positif yang sudah terjadi di negeri ini sekalipun masih ada banyak pula kekurangan disana-sini. Kenapa “kalian” tidak pernah mau mengerti bahwa setiap manusia pasti punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Ayo lemparkan batunya wahai “kalian” manusia-manusia yang merasa diri paling sempurna yang empunya surga. Surga yang mana yang berisi kebencian??? Adakah surga yang demikian??? Surga yang diraih dari hasil menyakiti orang lain.

                  NKRI HARGA MATI 
    Pihak aparat keamananpun sudah berupaya maksimal menjaga dan menciptakan suasana aman dan kondusif dalam serangkaian demo-demo yang sudah dilakukan selama ini. Masih tidak puaskah “kalian” dengan pengorbanan mereka??? Korban biaya, pikiran, tenaga dan perasaan yang jelas tak mudah untuk dijalani. Ampunilah keegoisan kami ini Tuhan.

Bijakkah mengajak anak-anak kecil dalam aksi demo yang sudah dianjurkan tidak perlu dilakukan oleh Ketua MUI??? Sementara apa juga urusannya semua hal ini dengan dunia anak-anak??? Kenal Ahok saja mereka tidak. Toh Ahokpun sudah diproses secara hukum. “Kalian” memang keterlaluan.

Atau justru banggakah kalian mengenalkan kebencian sejak dini pada mereka??? Dengan sengaja “kalian” membiarkan anak-anak itu membaca spanduk-spanduk bertuliskan kekejaman dan hujatan untuk orang lain. Stiker-stiker rasis bertebaran disana sini. Dengan sengaja pula “kalian” membiarkan mata yang polos itu melihat tindakan-tindakan kekerasan dan pemaksaan yang kalian ciptakan tepat didepan mata mereka.

Sekalipun itu mengatasnamakan Tuhan dan agama tetap saja tidak dapat dibenarkan. Karena sejatinya Tuhan itu kasih dan semua agama itu mengajarkan kebaikan. Atau tidak setujukah “kalian” dengan ini??? Tidak setujukah “kalian” bahwa Tuhan itu kasih dan semua agama mengajarkan kebaikan??? Lalu tuhan seperti apa yang sedang “kalian” perkenalkan pada anak-anak itu??? tuhan yang jahat atau Tuhan yang penuh kasih??? Lantas agama mana pula yang sedang “kalian” perkenalkan kepada anak-anak polos itu??? Agama penuh kebencian atau agama penuh kasih??? Duh Tuhaaaannnn…………..

Sementara disisi yang lain aku secara pribadi sudah berusaha sekuat tenaga memberi pengertian kepada anak-anakku bahwa sejatinya Islam itu indah, baik dan penuh kasih dengan membawa mereka pergi ke Masjid Cheng Ho untuk secara khusus belajar disana tentang apa itu toleransi. (https://seword.com/travel/antara-tuhan-kekristenanku-anak-anakku-dan-masjid-cheng-ho/)

Justru “kalian” sendiri yang mati-matian menunjukkan sisi lain dari agama yang “kalian” anut. Sisi yang hendak aku hapuskan dari pikiran anak-anakku sebagai generasi muda penerus bangsa. Alangkah tragisnya keadaan ini. Betapa tidak adilnya situasi ini untuk anak-anak kita.

Lucunya, jika akhirnya nanti ada banyak yang semakin phobia terhadap Islam, justru “kalian” sendiri jugalah yang tidak terima dan semakin bertekad akan menumpahkan lebih banyak darah lagi sebagai pembalasan. Duh Gustiiiii……. Di dunia macam apa sekarang ini aku sedang hidup. Indonesiaku dulu tidak begini.

Ah sudahlah…….. Dibahas panjang lebarpun takkan berguna. Karena yang namanya kebencian dan suka menghakimi orang lain memang tidak ada gunanya. Kita tidak akan bisa membangun sesuatu yang baik jika berlandaskan pada pondasi yang namanya kebencian. Yang bisa mengalahkan kebencian hanyalah cinta dan kasih sayang. Dan sumber kasih sayang sejati hanyalah Tuhan. Mohonkanlah itu dengan kesungguhan hati baik untuk kita maupun untuk anak-anak kita.

Jangan biarkan NKRI hancur karena kebencian. Tidak pernah ada kata terlambat untuk mohon ampun dan memperbaiki diri. Doaku setulus hati untuk negeri ini. “Curahkanlah kasihMU atas kami Tuhan. Semoga badai kebencian bisa segera berlalu dari negeri ini.” Amin.

 BERITA PERSEMBAHAN DARI  WWW.BERITAEMAS.COM

SUMBER TERPERCAYA DARI  https://seword.com

UNTUK UANG SAKU TAMBAHAN KLIK WWW.POKEREMAS.COM

Pages