Terus Mangkir, Polisi Akan Jemput Paksa Rizieq - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Wednesday, April 26, 2017

Terus Mangkir, Polisi Akan Jemput Paksa Rizieq



 www.pokeremas.com


Menghadapi Rizieq memang membuat siapa pun gregetan. Perilakunya suka aneh-aneh dan tidak konsisten. Ketika ceramah, dengan lantang Rizieq mencaci-maki orang. Rizieq bahkan dengan gagah berani menjadi pemimpin demo dengan jumlah massa yang tidak sedikit.

Namun sayangnya, Rizieq seperti putri malu saat dipanggil oleh Polisi untuk menjalani pemerikasaan. Tak ada teriakan lantang Rizieq menaggapi pemanggilan tersebut. Tak ada langkah mantap Rizieq untuk datang ke kantor Polisi. Rizieq terlihat seperti ketakutan untuk datang ke kantor polisi. Rizieq kembali tidak mau mendatangi pemanggilan polisi dengan alasan ada kegiatan lain. Jika ini baru satu kali terjadi masih bisa dibilang wajar. Namun Rizieq sudah berkali-kali mangkir dari penggilan polisi.
Kesabaran manusia pasti ada batasnya. Saya yakin polisi sudah tidak sabar untuk menghadapi Rizieq. Mangkirnya Rizieq menunjukkan wibawa polisi tidak sebanding dengan Rizieq menurut Rizieq sendiri. Hal tersebut tidak boleh terus dibiarkan. Harus ada tindakan tegas untuk menghadapi kebandelan Rizieq.

Polisi akan jemput paksa Pimpinan Rizeq Syihab, jika tak memenuhi surat pemanggilan yang dilayangkan pada Rabu (3/5/2017). Rizieq terseret kasus percakapan mesum melalui pesan aplikasi WhatsApp. Keterangannya dibutuhkan kepolisian untuk bahan penyidikan.Rizieq telah diminta untuk hadir ke Polda Metro Jaya pada Selasa (25/4/2017). Tapi, berhalangan lantaran ada agenda lain.

Penyidik akan menjadwalkan pemanggilan ulang setelah hari buruh yang jatuh pada 1 Mei, yakni Selasa (2/5/2017) atau Rabu (3/5/2017).

“Setelah 1 Mei. Karena fokus hari buruh. Selasa atau Rabu kita panggil,” ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Pol Mochamad Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).

Jika pada pemanggilan kedua mangkir, Rizieq akan dijemput paksa.”Kalau tidak ada, ya kita jemput paksa,” kata Iriawan. Rizieq diduga melakukan percakapan mesum bersama Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein..

Selain memanggil keduanya, Polda Metro juga melayangkan panggilan terhadap istri Rizieq, Syarifah Fadhlun Yahya, Ketua FPI DKI Jakarta Muchsin Alatas, dan Emma.

Rizieq dan Firza telah membantah melakukan percakapan mesum, yang kemudian percakapan keduanya tersebar di media sosial.

Hingga dilaporkan oleh Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi dalam surat bernomor LP/510/I/2017/PMJ/Dit Reskrimsus. Terlapor dalam perkara itu masih dalam status penyelidikan.

Pelaporan tersebut didasarkan pada pasal 4 ayat (1) juncto pasal 29 dan/atau pasal pasal 32 UU 44/2008 tentang Pornografi serta pasal 27 ayat (1) juncto pasal 45 ayat (1) UU 11/2008 tentang ITE.

Bentuk percakapan itu, berisi rekaman suara yang berdurasi sekitar empat menit dalam bentuk video. Video itu berisi percakapan yang diduga dilakukan Firza dengan seorang perempuan bernama Emma. Dalam video tersebut, hanya terdengar satu suara perempuan diduga Firza yang mengeluhkan sosok yang disebut Habib Rizieq.

Video itu juga menampilkan percakapan di WhatsApp antara seseorang yang diduga bernama Firza dengan seseorang yang mengatasnamakan Habib Rizieq. Percakapan ini disertai juga beberapa gambar perempuan tanpa pakaian.

Polisi memang sudah seharusnya menindak tegas Rizieq. Jika tidak ada tindakan tegas, maka wibawa kepolisian akan terus disepelekan oleh Rizieq. Ini yang tidak boleh dibiarkan terjadi. Kesombongan Rizieq memang sudah diluar batas.

Jangankan kepolisian, bahkan Presiden, Ulama, Menteri Agama juga disepelekan wibawanya oleh Rizieq. Baginya, dengan gelar Habib dan ‘ulama’ yang disandangnya membuatnya berpikir bahwa dirinya lah yang harus dihormati orang lain. Orang lain yang harus mengikuti keamuan Rizieq, bukan Rizieq yang harus mengikuti kemamuan orang banyak.

Jika sikap yang ditunjukkan Rizieq dibiarkan, takutnya akan menular ke masyarakat yang lain terutama FPI dan pendukung fanatik Rizieq. Melihat pimpinannya saja tidak memiliki rasa hormat kepada kepolisian, maka bukan mustahil jika pendukung Rizieq akan melakukan hal yang sama ketika tersandung kasus. Mereka akan menyepelekan wibawa polisi.

Pendukung Rizieq adalah kelompok yang tidak bisa memilah-milah tindakan Rizieq mana yang pantas ditiru, dan mana yang tidak pantas ditiru. Bagi mereka, tindakan Rizieq adalah sebuah kebenaran. Itu sudah harga mati. Mereka juga siap membela Rizieq mati-matian karena bagi mereka, dalam darah Rizieq ada darah Nabi Muhammad SAW dan umat Islam wajib melindungi. Begitulah pemikiran dangkal mereka.

berita persembahan www.beritaemas.com

sumber https://seword.com

Pages