Dalih Membela Islam, Namun Mencaci Maki Umat Islam dan Ulama, Tuhannya Jonru Sebenarnya Siapa? - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Thursday, August 31, 2017

Dalih Membela Islam, Namun Mencaci Maki Umat Islam dan Ulama, Tuhannya Jonru Sebenarnya Siapa?



 www.pokeremas.com

Setelah melihat penampakan Jonru di TV dalam acara ILC beserta lontaran pernyataan yang keluar dari mulutnya, dada saya gemetaran. Saya ingin mengungkapkan apa yang saya rasakan. Saya menyadari tulisan saya hanya akan membuat Jonru semakin tenar dan populer, namun saya merasa perlu untuk menuliskan artikel ini agar tidak ada lagi orang yang mau mengikuti Jonru.

Jonru sebenarnya bukan pemain baru dalam penyebaran ujaran kebencian. Namanya meroket tajam sejak Pilpres 2014. Saat itu, Jonru memposisikan diri sebagai penebar kebencian kepada Jokowi. Dia pernah menulis di akunnya bahwa Jokowi adalah calon presiden yang asal-usul orang tuanya tidak jelas. Dalam acara ILC 29 Agustus 2017, Jonru mengakui hal ini, namun tidak mau disebut melakukan penghinaan.

Kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 membuatnya semakin deras untuk  menyebarkan konten-konten berisi kebencian kepada Jokowi. Apa pun kebijakan yang keluar dari Jokowi hampir tidak pernah lepas dari postingan Jonru yang tentunya hanya berisi ujaran kebencian.

Jonru memang bukan orang sembarangan. Dia pandai memanfaatkan isu dan momen untuk menyebarkan ujaran kebencian kepada Jokowi. Kebijakan apapun dari Jokowi bisa diotak-atik dan diputarbalikkan oleh Jonru. Itu lah kelebihan dia.

Sampai sekarang saya masih ragu, sebenarnya apa agama Jonru? Siapa Tuhan yang disembah oleh Jonru?

Jonru memang pernah mengaku sebagai muallaf, namun di tempat dia mengaku beragama Islam sejak kecil. Mana yang benar? bukan persoalan yang benar mana, namun pernyataan Jonru membuktikan bahwa dirinya orang yang pandai berkilah dan memanfaatkan isu.

Jonru adalah orang yang sudah tidak punya rasa malu. Rasa malu sepertinya sudah hilang dari diri Jonru. Akbar Faisal berhasil mempermalukan Jonru di ILC. Jonru dibuat kelabakan dan hanya melakukan pembelaan yang tidak argumentatif. Dengan lugunya, Jonru mengatakan bahwa dirinya tidak menghina Jokowi lewat postingannya. Kalau bukan menghina, namanya apa?

Jonru manusia yang sangat bebal. Kegelapan hatinya tak mampu membuat dirinya menyadari bahwa dirinya keliru. Silahkan pembaca seword bisa mengecek sendiri postingan Jonru di fanpagenya setelah acara ILC 2017 dan bisa menyimpulkan sendiri Jonru itu sebetulnya makhluk apa.

Begitulah Jonru. Dia pandai mencari kambing hitam untuk membenarkan apa yang dilakukannya. Ketika dirinya dikait-kaitkan dengan Saracen, dirinya menjadikan Islam sebagai tameng untuk menutupi kebusukannya. Dalam ILC, Jonru berdalih bahwa apa yang dilakukannya adalah untuk membela Islam dari hinaan orang-orang di luar Islam.

Benarkah apa yang dilakukan Jonru untuk membela Islam? Islam yang mana?

Korban ujaran kebencian Jonru adalah orang Islam yang taat. Sekelas ulama pun tidak luput dari cacian dan hinaan Jonru.

Jokowi adalah  seorang muslim yang menjadi korban nyata Jonru. Meskipun bukan seorang ulama, namun saya yakin Jokowi jauh lebih islami dibanding Jonru. Minimal, Jokowi tidak pernah melakukan apa yang dilakukan oleh Jonru (menebar ujaran kebencian). Jasa Jokowi untuk negara tidak sebanding dengan jasa Jonru, bahkan tidak berlebihan jika Jonru hanya membuat negara gaduh.

KH. Said Aqil adalah ulama, kyai, dan Ketua Umum Ormas Islam tersebar di Indonesia (NU). namun siapa sangka, tanpa punya malu Jonru memfitnah beliau dengan tuduhan menerima dana 1,5 T dari pemerintah agar menyetujui Perppu Ormas.

Prof. Quraish Shihab adalah seorang ulama pakar tafsir. Keilmuan beliau sudah tidak diragukan lagi dan diakui dunia internasional. Ketinggian derajatnya tidak sebanding dengan Jonru, bagaikan bumi dan langit. Namun ironisnya, tanpa punya rasa hormat sedikitpun, Jonru memfitnah Prof. Quraish Shihab sebagai Syiah. Tidak hanya memfitnah, Jonru memprovokasi umat agar tidak shalat id di Masjid Istiqlal karena khatibnya bapak Quraish.

Apa tindakan Jonru memfitnah, mencaci maki, memprovokasi menebar ujaran kebencian kepada Jokowi, KH. Said Aqil, dan Prof Quraish Shihab pantas disebut membela Islam? Jika itu yang dipahami oleh Jonru, maka saya berkesimpulan Tuhan Jonru berbeda dengan Tuhan umat Islam yang lain.

Seorang yang benar-benar muslim dan Tuhannya sama dengan kebenyakan umat Islam yang lain, saya pastikan tidak akan mencaci-maki dan mefitnah muslim yang lain apalagi ulama. Jangankan kepada sesama muslim, kepada non-muslim yang lain pun juga tidak boleh mencaci maki dan memfitnah.

Secara nalar juga tidak bakal ketemu ketika Jonru mengatakan melakukan tindakannya untuk membela Islam, namun yang menjadi sasaran fitnah dan caci maki adalah orang Islam sendiri bahkan ulama.

Sebagai muslim saya tidak terima ketika Jonru mengatakan Tuhannya sama dengan Tuhan yang saya dan umat Islam lain yakini. Saya akan anggap Tuhan Jonru berbeda dengan Tuhan umat Islam yang lain selama dia masih suka mencaci maki dan memfitnah umat Islam yang lain bahkan ulama.

Jadi, siapa sebenarnya Tuhan Jonru? Hanya Jonru yang tahu siapa Tuhannya. Bukan mustahil jika Tuhannya dia berbeda dengan Tuhan Jokowi, KH. Said Aqil Shiradj, Prof. Quraish Shiab serta yang umat Islam. Jika Tuhan Jonru sama dengan Tuhan mereka, maka logikanya Jonru tidak akan menghina mereka.

sumber

Pages