Benarkah Anies Baswedan Dijamu Pemerintah Arab Saudi? Hoax Detected? - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Friday, September 1, 2017

Benarkah Anies Baswedan Dijamu Pemerintah Arab Saudi? Hoax Detected?


 www.pokeremas.com

Sepulangnya dari Arab Saudi, Anies baswedan cerita bahwa dia dijamu makan malam istimewa oleh pemerintah Arab Saudi di Mekah sana. Anies Baswedan bilang dia mendapat tempat yang spesial, duduk di tengah dalam jamuan makan itu di antara para tamu penting yang hadir.

Anies Baswedan juga bilang bahwa dalam pertemuan itu mereka membahas soal potensi kerja sama antara Mekah dan Jakarta, khususnya potensi kerja sama dalam bidang perekonomian dan tentang pengelolaan haji.

“Semalam diundang dan dijamu makan malam oleh para tokoh Kota Mekah yang dihadiri juga oleh Petinggi Kementerian Haji Pemerintah Saudi dan beberapa tokoh dari Afrika. Jamuan dimulai pukul 23.00 hingga pukul 01.30 dini hari,” ujar Anies Baswedan dengan sangat bangga.
Bahkan, Anies Baswedan bilang dia sangat tidak menyangka saat baru menginjakkan kaki di Arab Saudi, dia sudah ditungguin oleh TV Saudi untuk wawancara di Lounge Airport Jeddah.
“Mereka menyambut dengan luar biasa. Sejak mendarat di Jeddah, TV Saudi telah menunggu di Airport dan melakukan wawancara. Padahal saya sudah berganti pakaian ihram di pesawat,” ujar Anies Baswedan dengan sangat bangganya.

Anies lalu menyebut bahwa warga Arab Saudi turut mencermati dinamika dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, yang menghasilkan dirinya menang dalam pilkada DKI dan jadi Gubernur DKI Jakarta terpilih. Hebat kan? Demi Anies, orang Arab pada menyimak lika-liku pilkada DKI Jakarta.

Pertanyaannya benarkah Anies Baswedan dijamu oleh pemerintah Arab Saudi di Mekah dan benarkah dia mendapat tempat istimewa duduk di tengah dalam jamuan itu di antara para tamu penting petinggi Arab Saudi yang hadir?

Saya kok sangsi ya. Soalnya kalau saya cermati dengan teliti dan seksama kok ada yang janggal dengan foto jamuan makan ala Anies Baswedan itu. Coba cek deh. Kenapa foto Anies Naswedan dan foto dicermin besar diujung ruangan kok beda banget ya? Lupa diedit kalee wkwkwkw.
Harusnya dicek lagi dong dengan teliti dan seksama kalau mau pamer foto Hoax hasil editan. Orang Indonesia nggak bego-bego amatlah sampai tidak mengetahui dengan rinci apakah foto itu hasil editan atau bukan. Aya-aya wae, pak, pak.

Asli najor tralala banget kalau foto itu hasil editan photoshop lalu ngaku-ngaku ke wartawan dengan bangganya bahwa dirinya dijamu dengan sangat antusias oleh pemerintah Arab Saudi di Mekah. Sangat beda banget foto Raja Salman yang salaman dengan Ahok saat kunjungannya ke negara kita pada bulan Maret 2017 yang lalu.
Foto salaman antara Raja Salman dan Ahok itu asli apa adanya tanpa rekayasa, tanpa editan Photoshop, tanpa koar-koar ke wartawan seperti yang dilakukan oleh si Anies Baswedan ini.

Kalau memang benar dia dijamu oleh pemerintah Arab Saudi di Mekah tentunya pasti ada dong reportase di media-media Arab Saudi. Tapi kok saya tidak ketemu ya liputan berita jamuan makan malam terhadap Anies Baswedan di media-media Arab Saudi dan media-media asing lainnya, atau barangkali saya yang ketinggalan berita?

Saya justru tahunya dari portal berita media mainstream kumparan dot com, itu pun hasil pengakuannya Anies Baswedan ke Wartawan Kumparan, bukan merupakan hasil liputan nyata wartawan di lokasi jamuan makan oleh pemerintah Arab Saudi di Mekah.

Kalau soal kibul mengibuli semua orang juga bisa. Saya juga bisa loh edit foto lagi dijamu makan sama Presiden Zimbabwe, lalu saya undang wartawan dan menceritakan soal jamuan makan malam hasil rekayasa saya itu.

Kalau memang benar Anies Baswedan dijamu oleh pemerintah Arab Saudi di Mekah sana, it’s ok lah, fine-fine aja kok. Tapi kalau jamuan makan malam tersebut hasil rekayasa berupa editan Photoshop, artinya orang ini kena penyakit makan puji kelas akut.

Mbok ya yang wajar-wajar sajalah. Apa sih yang dicari lagi? Toh sudah menang dalam pilkada DKI Jakarta dan terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Toh Ahok juga sudah kalah dalam pilkada DKI Jakarta dan gagal menjadi Gubernur DKI Jakarta, masuk penjara pula. Kebanggaan apa sih yang dicari lagi? Kura-kura begitu deh.

Sumber Tautan Berita: www.beritaemas.com

Pages