Rizieq Teriak Bahaya PKI dari Arab, Situ Sendiri Kenapa Tak Pulang? Apa Lebih Bahaya Ketahuan? - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Friday, September 22, 2017

Rizieq Teriak Bahaya PKI dari Arab, Situ Sendiri Kenapa Tak Pulang? Apa Lebih Bahaya Ketahuan?




 www.pokeremas.com


Untuk kesekian kalianya Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam, Sugito Atmo Pawiro mengatakan, pimpinan FPI, Rizieq Shihab  membatalkan  kembali ke Tanah Air dalam waktu dekat.

Sangat disayangkan sebab ini adalah kesekian kalinya Rizieq batal pulang. Rizieq yang menunda kepulangannya ke Indonesia dari Arab Saudi pada 22 September 2017. Konon katanya Rizieq tidak jadi pulang karena mengaku pada Sugito masih ada urusan di sana padahal di tanah air sedang asik menggoreng isu PKI.

Selain karena masih ada keperluan yang belum terselesaikan, Sugito juga  menambahkan bahwa Rizieq enggan membuat kegaduhan saat tiba di Indonesia nanti, sehingga ia urung pulang dalam waktu dekat.

Nah, tampaknya mereka memahami betul kondisi tanah air, jika ditimbang-timbang isu PKI yang bisa saja jadi santapan tak sebanding dengan berbagai persolan hukum yang sedang dihadapi oleh Rizieq. Apalagi hingga kini kasus dugaan percakapan (chat) mesum di situs baladacintarizieq.com yang dituduhkan pada Rizieq dan wanita bernama Firza Husein masih hangat dibicarakan masyarakat.

Menjadi buronan Polda Metro Jaya tak membuat Rizieq gentar,  sayangnya Rizieq hanya bernyali dari jauh sebab sampai saat ini ia masih saja berkoar-koar dari arab. Gaduhnya isu PKI membuat pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ikut bersuara. Rizieq yang juga berstatus tersangka dalam kasus penodaan Pancasila yang kini berada di Arab Saudi itu menyiagakan umatnya untuk revolusi.

    “Siaga revolusi! Gerombolan PKI panik dan kalap,” tegas dia dalam pesannya yang diterima JawaPos.com, Kamis (21/9).

Sebagaimana rilis JawaPos.com bahwa Rizieq menghimbau untuk habaib dan ulama serta umat Islam harus segera konsolidasikan umat karena kemungkinan terburuk bisa terjadi setiap saat. Menurut pria yang terkenal dengan sorban di kepala itu yang juga tersangka kasus memalukan alias chat mesum itu bahwa setiap orang panik dan kalap bisa melakukan apa saja.

Rizieq bahkan sedang berbicara seakan-akan melupakan apa dan bagimana sikapnya terkait penegakan hukum terhadap dirinya sehingga ia tampil untuk berkomentar tentang PKI.

Kini Rizieq pandai melihat dari jauh dengan memanfaatkan momentum, lihat saja Pada momentum 1 Muharam 1439 Hijriah, Rizieq menilai Islam di tanah air saat ini masih diserang dari segala penjuru oleh pemegang kekuasaan.

Meski dirinya tidak ada di Indonesia, Rizieq mengaku bahwa  terus memantau pergerakan yang ada di tanah air. Ia menyebut bahwa gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) terus berkembang dengan pembiaran dari aparat penegak hukum dan aparatur pemerintah. Nah, seharusnya saya juga bertanya mengapa aparat penegak hukum membiarkan seoarang buronan begitu saja.

Parahnya, dalam rilis JawaPos.com Rizieq mengaskan bahwa  tidak ada perdamaian dengan musuh Islam dan  Tidak ada rekonsiliasi dengan pihak manapun, tapi bagaimana dengan kasus chat mesum apakah itu bukan perbuatan yang dilarang agama atau sudah dihalalkan karena tersangkanya rajin memakai suraban. Bicara soal rekonsiliasi, tapi Rizieq lupa dengan surat permohonan kepada Presiden Joko Widodo agar kasusnya ditutup, padahal kasus tersebut adalah kasus moral yang sangat tidak etis bahkan memalukan.

Rizieq, yang saat ini tersangkut kasus pesan mesum, menawarkan rekonsiliasi dengan pemerintah. Namun, Rizieq beberapa kali mangkir dari panggilan Kepolisian Daerah Metro Jaya yang melakukan penyelidikan terhadap kasus pornografi. Dia beberapa pekan lalu ke Arab Saudi dan dikabarkan juga ke Yaman dan sampai belum berencana pulang ke Tanah Air.

Bukankah selama ini Rizieq meminta rekonsiliasi atau tindakan pemulihan hubungan antara pemerintah dan sejumlah ulama yang sedang berurusan dengan hukum. Tapi sayang Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menegaskan bahwa upaya itu tidak akan memengaruhi proses hukum yang telah berjalan terhadap mereka.

“Saling rekonsiliasi itu bisa terjadi walaupun juga hukum tetap berjalan. Ada batas-batas, begitu,” ujar JK di Kantor Wakil Presiden (Viva.co.id 4 Juli 2017)

Tampaknya Rizieq tidak bisa berkaca dengan dirinya,  sehingga pandai menilai orag lain semetara luput dalam mengoreksi diri. Ingat ya bahwa jika rekonsiliasi terjadi, proses rekonsiliasi tetap membutuhkan kajian-kajian mendalam sehingga Rizieq jangan terlalu banyak bermimpi seperti PKI dan Khilafahnya HTI. Jika Rizieq menggap bahaya PKI, lantas mengapa tak pulang apa lebih bahaya chat mesum terbongkar?

Pages