Seandainya Prabowo Presiden,setuju ngak ??? - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Wednesday, September 20, 2017

Seandainya Prabowo Presiden,setuju ngak ???


 www.pokeremas.com


Kita harus bangga jadi warga negara Indonesia dan tinggal di Indonesia. Karena Indonesia adalah negara demokrasi. Setiap orang berhak menyampaikan aspirasi. Dan yang paling enak dapat mengkritik presiden tanpa perlu cemas dan khawatir ditangkap, asal sesuai aturan.

Coba bayangkan, seandainya pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un memberi bantuan kepada etnis Rohingya. Kemudian ada lawan politiknya yang melakukan demo mengatakan Kim Jong Un pencitraan. Mungkin orang yang mengatakan pencitraan tersebut kepalanya sudah ditembak dengan rudal balistik.

Tapi, di Indonesia tidak seperti itu. Semua dapat tumbuh dan berkembang warna-warni. Walau terkadang konyol dan salah alamat. Mungkin karena terlalu ingin berkuasa tapi tidak pernah kesampaian.

Kapolri juga melihat ada indikasi konflik di Myanmar digunakan oleh barisan oposisi untuk menjatuhkan presiden Jokowi. Kita lihat saja gambar-gambar hoax mengenai masyarakat Rohingya beredar secara struktur, sistematis dan masif di dunia maya. Beberapa tokoh pun ikut menyebarkan hoax tentang Rohingya seperti Tifatul Sembiring anggota DPR dari PKS dan mantan Menkominfo. Hal ini tidak lepas dari ingin berkuasa.

Salah alama di sini, saat demo bela Rohingya (16/9/2017). Yang didemo justru pemerintah Indonesia atau presiden Jokowi. Seharusnya yang mereka demo adalah pemerintah Myanmar dan menuntut agar segera melindungi segenap bangsanya termasuk etnis Rohingya. Konflik terjadi di Myanmar, kenapa Jokowi yang disalahkan? Emang Jokowi presiden Myanmar? Gagal fokus bung!

Diantara yang turut aksi bela Rohingya yaitu Prabowo Subianto, ketu sekaligus Capres dari partai Gerindra. Dalam demo tersebut  hadir pula orang-orang yang gagal mengantarkan Prabowo jadi presiden, diantaranya Amien Rais (ketua dewan kehormatan PAN), Sohibul Iman (Presiden PKS) dan ada juga laskar FPI.

Prabowo berkesempatan orasi menyampaikan aspirasi kepada Jokowi. Seperti biasa ketua partai Gerindra kalau pidato berapi-api. Di Indonesia zaman modern ini, selain Rizieq yang pidato panas membara ada Prabowo yang mampu membius masa Gerindra, anggota PKS dan laskar FPI.

Dalam orasinya Prabowo mengatakan bantuan pemerintah ke Rohingya pencitraan dan kadang tidak sampai. Entah dari mana Prabowo dapat data dan informasi bahwa bantuan pemerintah kepada pengungsi Rohingya tidak sampai. Jangan-jangan dari Tifatul Sembiring.

Prabowo juga mengatakan kalau mau bantu orang harus kuat. Si miskin tidak bisa membantu si miskin. Maka harus kaya dan kuat dulu agar dapat membantu orang miskin dan tertindas. Mungkin maksud Prabowo dia adalah orang kuat, sehingga dapat membantu etnis Rohingya bersama FPI, PKS dan Amien Rais.

Karena Prabowo posisi Jokowi serba salah. Tidak mengirim bantuan dikatakan Fadli Zon tidak berpihak kepada umat muslim. Beri bantuan dikatakan Prabowo pencitraan.

Namun bukan Jokowi namanya kalau terpengaruh dengan kata-kata Prabowo dan Fadli Zon. Bagi presiden tak penting kata Prabowo, apa lagi cuitan Fadli Zon. Apapun itu, jika demi kemanusiaan akan diberikan. Dan jelas presiden lebih suka melakukan tindakan nyata dari pada sekedar orasi.

Orasi Prabowo ada hasilnya yaitu menghibur peserta aksi dan membuat orang yang selama ini belum pernah melihat Prabowo dari dekat akhirnya dapat melihat Prabowo. Namun manfaatnya tentu lebih besar tindakan nyata yang dilakukan Presiden Jokowi. Jokowi membagikan sembagko pakaian, selimut dan lain-lain. Sedangkan Prabowo membagikan orasi yang orang Rohingya juga belum tentu mengerti. Karena memang tidak bisa berbahasa Indonesia. Seharusnya Prabowo orasi menggunakan bahasa Myanmar agar mereka bisa paham.

Memang ada yang salah dari sejarah Indonesia sehingga terjadi konflik di Myanmar. Seharusnya yang jadi presiden adalah Prabowo bukan Jokowi. Etnis Rohingya yang ditindas ekstermis Buddha karena Jokowi jadi presiden. Coba kalau Prabowo presiden bisa jadi konflik di Myanmar tidak ada lagi atau tinggal kenangan.

Prabowo adalah orang yang hebat, ahli perang nan garang di negeri ini. Kalau Prabowo jadi presiden bisa jadi Fadli Zon tidak akan berani ngetweet pemerintah tidak mendukung Rohingya. Dan kalau Prabowo jadi presiden bisa jadi juga yang berangkat ke Myanmar bukan Retno Marsudi tapi Fadli Zon atau Amien Rais.

Tapi itu seandainya. Presiden kita saat ini adalah Jokowi yang tidak seandainya dan orasi, apalagi macan asia tapi melakukan kerja nyata.

Pages