Pemilik Tahu Goreng Isi Pil Koplo di Blitar akhirnya Dibekuk - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Tuesday, October 24, 2017

Pemilik Tahu Goreng Isi Pil Koplo di Blitar akhirnya Dibekuk



 www.pokeremas.com


 Polisi mengungkap siapa pemilik pil koplo dalam tahu goreng yang diselundupkan ke Lapas Blitar. Pengungkapan pelaku, berawal dari kartu identitas yang dibawa Eka Permadi saat membesuk tahanan narkoba berinisal DW, Jumat (20/10).

Eka Permadi yang saat itu membesuk bersama istri DW, Editia Anisa Rosanti (22), justru membawa KTP atas nama Resa Chairul Anwar (24), warga Jalan Borobudur, Bendogerit, Sananwetan Kota Blitar.dominoqq

"Saat kami periksa, Eka membawa KTP Resa, karena yang menyuruh mengantar tahu goreng itu memang Resa. Resa ini tinggal serumah dengan DW, karena dia kakak kandung DW," jelas Kasatnarkoba Polresta Blitar, AKP Huwahila Wahyu Yuha ditemui di Mapolresta Blitar, Selasa (24/10/2017).

Sedangkan Editia, istri DW, beber Huwahila, mengaku tidak tahu jika makanan (tahu) titipan kakak iparnya itu berisi pil koplo.

"Mau berangkat besuk itu tiba-tiba dititipi makanan sama Resa. Edit besuk suaminya tiap hari. Kadang diantar Resa juga, tapi baru kali ini Resa titip makanan buat adiknya," jelasnya.dominoqq

Dari sinilah penyelidikan menemukan pintu masuk ke jaringan pengedar pil koplo di wilayah Blitar. Polisi langsung melakukan penggeledahan di rumah Resa. Namun di kamar Resa, polisi tak menemukan satupun pil koplo yang tersisa.
Tapi saat diperiksa, Resa mengaku memang dia yang menyuruh Edit dan Eka mengantar tahu goreng yang sudah diisi pil koplo, karena adiknya memesan saat dia besuk di Lapas. Dia ngaku membeli 49 butir seharga Rp 70 ribu. Yang 20 dimasukkan tahu goreng, yang 10 diminum sendiri, sisanya dikasihkan temannya dari Kediri," ungkap Huwahila.dominoqq

Saat pengembangan penyelidikan, polisi mengungkap dari siapa Resa mendapat barang haram itu. Ternyata bandar pil koplo itu rumahnya tak jauh dari rumah Resa.

"Bandarnya ini masih tetangga dekat, warga Jalan Borobudur juga. Namanya Yeyen berusia sekitar 40 tahun. Di rumahnya kami amankan sebanyak 933 butir pil doubel L yang siap diedarkan," paparnya.dominoqq

Dari pengakuan Yeyen, lanjutnya, dia mendapat kiriman pil koplo dari bandar di Kediri. Namun polisi mengaku kesulitan melacak, karena jaringan ini memakai sistem ranjau dalam pengiriman barang.dominoqq

"Dapatnya dari Kediri pakai sistem ranjau ini memang agak sulit melacaknya, namun kami berusaha menelusuri. Karena dalam sebulan, rata-rata dia bisa belanja sampai 1.000 butir, berarti pemesanan sangat banyak disini. Harganya Rp 600 ribuan," jelas Huwahila.dominoqq

Saat ini, kedua tersangka pengedar Resa dan Yeyen diamankan di Mapolresta Blitar. Sedangkan Edit dan Eka yang mengantarkan tahu isi pil koplo, hanya diwajibkan laporan dua kali dalam sepekan.

Pages