Bukan Pol PP, Sandi yang “Cerdas” Rangkul Lulung sahabatnya Urus Tanah Abang - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Tuesday, November 7, 2017

Bukan Pol PP, Sandi yang “Cerdas” Rangkul Lulung sahabatnya Urus Tanah Abang


www.pokeremas.com


BERITA EMAS DOMINO99~"Kemarin Sandi sudah telpon saya, 'Pak Haji siap, ya'. Saya bilang siap, Sandi sudah berkomunikasi dengan saya… Saya bilang kerjaan saya di DPRD, ngantor saya di kaki lima. Sebelum itu tuntas saya siap. Bukan hanya di kaki lima, di mana saja di Jakarta saya siap jadi garda terdepan untuk pemerintah daerah… Gubernur tidak boleh gagal membangun komunikasi seperti dulu, sudah begitu saja. Harus bangun komunikasi dengan siapa pun terutama dengan orang-orang kecil. Orang kecil kalau diajak komunikasi pasti dia mau" ujar Lulung ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (5/11/2017). DOMINO99~

Sepertinya langit cerah mulai berubah menjadi kelam, bahkan menghitam, melihat bagaimana sistem informasi yang dilanggar oleh wagubernur kita, bukan wagabener, Sandiaga Uno. Mengurus PKL di Tanah Abang seharusnya menjadi tugas dan tanggung jawab dari Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta yang bekerjasama dengan pihak keamanan seperti Pol PP maupun TNI jika memang diperlukan.

Satuan kepolisian Pamong Praja memang adalah urutan pertama yang harus diprioritaskan untuk menyelesaikan kasus ini. Sandiaga Uno, manusia super kaya, yang terbiasa memberi perintah dan mengeluarkan uang untuk keperluannya, sekarang mulai menunjukkan gelagatnya untuk menyelesaikan polemik penertiban PKL di pasar Tanah Abang.DOMINO99~

Setelah Ahok sudah bersusah payah membangun birokrasi dan sistem informasi yang tepat guna dan efektif, dalam hitungan 1 bulan, Sandiaga Uno malah menghancurkan bangunan yang sudah dibangun Ahok selama tiga tahun pemerintahannya. Tidak lain dan tidak bukan, Sandiaga malah menelepon Haji Lulung untuk meminta urusan mengenai PKL yang bertempat di Tanah Abang.DOMINO99~

Seharusnya penataan ini sudah diselesaikan oleh pemerintahan periode Jokowi-Ahok-Djarot dengan membangunkan gedung-gedung baru di Tanah Abang, yakni blok-blok yang khusus dipersiapkan. Namun apa daya, blok yang sudah dibangun ternyata tidak favorit, karena katanya sepi pelanggan. Jadi blok yang sudah dibangun, terbengkalai begitu saja. Tidak sedikit lapak-lapak yang disediakan kosong. Kemana para penjual?

Mereka memenuhi pinggiran jalan. Daerah perlintasan orang pun dibabat habis oleh para pedagang kaki lima. Bukan lagi rahasia umum jika Lulung dikenal dengan sebutan preman Tanah Abang. Bahkan dari kalimatnya, bahwa ia ngantor di kaki lima. Apa maksudnya? Definsi berkantor adalah melakukan pekerjaan dengan tujuan mencari uang. Adi mungkin maksud Lulung dalam berkantor di kaki lima, ia mencari uang di kaki lima.DOMINO99~

Dengan demikian, saya rasa Polisi benar-benar harus menyelidiki apa motif dari perkataan Lulung yang menyebutkan bahwa ia berkantor di kaki lima. Apakah ada praktek pungli, suap, korupsi dan sebagainya untuk menjamin ketenangan berdagang para PKL? Bisa saja ini terjadi, karena memang mengurus orang kecil itu tidak sesulit mengatur orang besar.DOMINO99~

Anak kecil dikasih permen sudah senang, mungkin sekali bahwa orang kecil yang merupakan PKL dieksploitasi sedemikian rupa, sehingga tercapai satu kesepakatan, yaitu “gw seneng, lu aman”. Begitukah yang kita namakan keberpihakan? Jika cara demikian berlangsung, saya cukup yakin, tidak sampai lima tahun, anggaran yang digunakan akan sangat besar. Anggaran dari pajak warga Jakarta, mungkin sekali dialokasikan untuk menjamin kelancaran jalan Tanah Abang.DOMINO99~

PKL yang digeser akan diajak duduk bersama, dan diberikan penyuluhan dan peng-titik-titik-an sehingga terjadi apa yang disebut “Gue seneng, lu aman!”. Keberpihakan semacam ini, membuat saya semakin rindu sosok Ahok. Ahok yang profesional mengurus tata kota, diganti oleh dua orang tidak berpengalaman yang sangat minim pengetahuan. Ini adalah bentuk keberpihakan yang sangat konyol. Bagaimana mungkin orang buta bisa menuntun orang buta? Lagi-lagi, saya sering mengatakan bahwa dengan kebodohan semacam ini.DOMINO99~

Tuhan sedang menunjukkan kepada warga Jakarta bahwa 58 persen dari mereka, akan menyesal memilih kedua orang ini. Bukannya meminta bantuan Pol PP maupun TNI, Sandiaga malah menelepon Lulung. Memangnya Lulung siapa? Preman Tanah Abang? Ini adalah bukti unggulnya kekuatan Ahok melawan anggota DPRD di atas Anies Sandi. Inikah yang dinamakan keberpihakan? Bukan! Ini adalah keber-titik-titik-an yang sangat ABSURD!

Pages