Sadis!! Ibu Ini Aniaya Anaknya hingga Tewas karena Sering "Ngompol". Selanjutnya Ini Yang Terjadi! - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Tuesday, November 14, 2017

Sadis!! Ibu Ini Aniaya Anaknya hingga Tewas karena Sering "Ngompol". Selanjutnya Ini Yang Terjadi!



 www.pokeremas.com


BERITA EMAS DOMINOQQ ~`Novi Wanti (26) seorang buruh cuci harian tega menganiaya balita laki-lakinya, GW (5), di sebuah kos-kosan di Jalan Asem Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (11/11/2017).

Kejadian ini dilakukannya akibat kesal terhadap GW yang seringkali ngompol.

"Motifnya karena kesal dengan balitanya yang seringkali ngompol di celana dan tempat tidur," ucap Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Roycke Harry Langie, Minggu (12/11/2017).DOMINOQQ

Lanjut Royke, karena sang balita melakukan kebiasaan buruk tersebut, Novi pun naik pitam dan menganiayanya sampai tewas di rumah sakit.DOMINOQQ

"Penganiayaan di kediamannya itu, dilakukan dengan cara sabet pakai sapu lidi, cubit, menampar, pukul, hingga menutup wajah anaknya dengan plastik, serta menjerat leher anaknya dengan tali rafia," katanya.

Baca: Ibu Penganiaya Anaknya Hingga Tewas Jalani Tes Kejiwaan

Motif pelaku, tega menyiksa anaknya hanya untuk memberikan hukuman semata.

Tetapi, hukuman itu pun lambat laun membuat GW tersiksa.

"Pengakuannya pelaku (Novi) cuman memberi pelajaran kepada anaknya. Sebab si anak suka mengompol di kasur. Karena suka mengompol di kasur dia jadi kesal," katanya.DOMINOQQ

Bukan hanya itu yang memicu kekesalan Novi, anaknya belakangan ini pun sering tidak menggubris apa yang disuruh orangtuanya.DOMINOQQ

"Tidak hanya itu, sikap anak yang belakangan terlihat berubah, salah satunya tidak menuruti dengan orangtua. Hal ini menjadi alasan tambahan Novi menyiksa si anak," kata Roycke.DOMINOQQ

Tak hanya kesal karena mengompol, mirisnya perekonomian Novi yang berstatus janda telah membuatnya semakin kalap guna menganiaya anaknya.

"Pelaku (Novi) kondisi stres ekonomi keluarga. Dalam desakan tidak memiliki pekerjaan tetap, mau tak mau pelaku ini pun diwajibkan hidup bersama anaknya (GW) dalam kondisi minim keuangan," katanya.DOMINOQQ

Atas perbuatannya, Novi terancam mendekam di penjara selama 15 tahun.

Ia dijerat Pasal 80 ayat 3 junto Pasal 76 C undang-undang RI nomor 35 tahun 2014.

Sementara itu, Kabid Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel menerangkan, beragam
masalah itu menjadikan anak menjadi korban kekerasan orangtuannya.

"Selain disebabkan faktor lain, seperti kurang perhatian, pasangan berselingkuh, di himpitan ekonomi juga. Berbagai masalah lainnya bisa langsung menjadi penyebab kekerasan anak," katanya.DOMINOQQ

Anak menurutnya menjadi sasaran yang mudah sebagai pengganti kekesalan dan amuk orangtuanya.DOMINOQQ

"Target lunak di dalam rumah itu, adalah anak," katanya.

Pages