Pusing Dapat Keluhan Warga, Anies Minta Bawahannya Atasi Banjir Bagaimanapun Caranya,ampun pak!! - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Tuesday, December 19, 2017

Pusing Dapat Keluhan Warga, Anies Minta Bawahannya Atasi Banjir Bagaimanapun Caranya,ampun pak!!


 www.pokeremas.com


BERITA EMAS DOMINOQQ~`Entah harus dengan bahasa apalagi saya menerjemahkan orang seperti apa Anies itu. Pernyataan dan tindakannya belum sepenuhnya merepresentasikan seorang gubernur hebat. Anies masih sangat jauh jika ingin menyamai kinerja Ahok. Anies terlihat belum siap menghadapi persoalan-persoalan yang sangat kompleks di Jakarta. Sekarang lihat bagaimana reaksi Anies saat mendapat keluhan dari warganya.DOMINOQQ

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyorot laporan dan keluhan warga Jakarta di media sosial terkait genangan dan banjir saat rapat pimpinan, 13 November 2017.

Di sana, dia mempertanyakan kinerja bawahannya terkait laporan warga yang sudah empat tahun tidak kebanjiran kini mengalami banjir lagi.

Dalam slide berjudul "Pantauan Laporan Publik di Media Sosial", ada seorang warga yang menyapa Anies dan Sandi terkait banjir di wilayahnya. Berikut isi tulisan warga yang diunggah di media sosial itu:

"Mas Anies dan Mas Sandi,

Sudah 4 tahun warga Jl Padang, Kampung Baru Ulujami, Jakarta Selatan, terbebas dan luapan Kali Pesanggrahan, SAMPAI HARI INI. Sejak 2013 sampai hari ini kami tidak bersih-bersih rumah yang biasanya harus kami lakukan 3-4 kali dalam satu tahun akibat luapan kali banjir.DOMINOQQ

Enggak peduli hujan deras kayak apa. SAMPAI HARI INI, sebelum Kali Pesanggrahan kembali meluap, menutup jalan dan menggenangi rumah warga."

Jika tulisan ini benar adanya, tentu bisa dikatakan Anies-Sandi gagal dalam mempertahankan kondisi DKI yang sebelumnya sudah baik. Tidak hanya gagal, Anies-Sandi juga memperburuk kondisi. Daerah yang tidak pernah banjir tapi tiba-tiba banjir adalah bukti yang tak bisa dibantah. Saya berharap teguran ini bisa menggugah hati Anies-Sandi agar bekerja lebih baik lagi.

Anies menyorot laporan warga Jalan Padang ini sambil mempertanyakan kepada bawahannya mengapa daerah yang sudah bebas banjir kini terkena banjir lagi.

"Ini salah satu yang paling keras ini. Sudah empat tahun bebas, sekarang muncul lagi," kata Anies, seperti dalam tayangan video di akun YouTube Pemprov DKI: 13 Nov 2017 Rapim Bag 5/5: Arahan Gubernur Terkait Kinerja Pegawai di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

"Ini yang saya sampaikan, publik tidak mau tahu bagaimananya, Pak. Publik tahunya saya bayar pajak, saya pilih Anda, saya minta Anda bereskan. Kira-kira begitu," kata Anies lagi.DOMINOQQ

"Nah, sekarang giliran saya minta bapak-bapak, ibu-ibu semua, bagaimana caranya, pokoknya bereskan," perintah Anies.DOMINOQQ

Anies kemudian meminta Wali Kota Jakarta Selatan mengecek kawasan tersebut. Dia meminta Wali Kota agar menindak siapa pun yang tidak bertanggung jawab kepada tugasnya, termasuk atasannya.DOMINOQQ

"Pak Wali nanti dicek, ya. Kalau ada yang tidak menjalankan, diberi peringatan dua level, kepada yang tidak bertanggung jawab dan atasannya yang bertanggung jawab. Dua-duanya kena peringatan," ucap Anies.DOMINOQQ

Di satu sisi, Anies memang berhak menyalahkan kinerja bawahannya yang tidak sesuai dengan harapan. Namun nampaknya Anies lupa bahwa kinerja bawahannya adalah tergantung kinerja pimpinannya. Buruknya kinerja bawahan adalah cerminan dari kinerja pimpinan. Namun di sisi lain, apa pantas seorang pemimpin bersikap seperti itu?

Saya belum pernah melihat Anies dengan elegan mau menyalahkan diri sendiri. Siapapun akan Anies semprot jika ada permasalahan. Tapi Anies seperti tidak mau sejenak untuk menilai diri sendiri apakah sudah bekerja dengan maksimal apa belum.

Jika saya menjadi bawahannya Anies, saya mungkin bingung sendiri. Anies hanya bisa menyalahkan dan meminta bawahannya untuk menyelesaikan banjir, namun tidak memberikan solusi jelasnya bagaimana. Anies hanya ingin tahu persoalan beres, tak peduli bagaimanapun caranya.DOMINOQQ

Hal ini sama saja dengan menyuruh orang mengambil sesuatu yang ada di sebuah ruangan, tapi tidak memberikan kuncinya. Dia tidak mau tahu orang yang disuruh akan masuk dengan cara apa.DOMINOQQ

Saya tidak tahu persis mengapa Anies bersikap seperti ini. Tapi memang ada beberapa kemungkinan mengapa Anies bersikap seperti itu.

Pertama, Anies sudah terlalu pusing dengan persoalan banjir. Anies pusing terus-terusan mendapat keluhan-keluhan dari warga soal banjir. Belum serangan dari pendukung Ahok yang terus-terusan membandingkan kerja Anies dengan kerja Ahok dalam mengatasi banjir.

Mengapa Anies pusing dan seperti sudah tidak kuat terus-terusan menghadapi persoalan banjir? Jawabannya karena Anies tidak bekerja dengan setulus hati. Jika Anies bekerja untuk Jakarta dengan ketulusan hati, Anies tidak akan sampai mengeluh merasa pusing. Anies akan berjuang sekuat tenaga untuk menyelesaikan persoalan itu. Anies juga tidak akan mudah menyalahkan bawahannya. Anies hanya akan berpikir bahwa permasalahan yang muncul di DKI adalah tanggung jawabnya. Ini dengan catatan Anies bekerja untuk Jakarta dengan ketulusan hati.DOMINOQQ

Kedua, Anies memang tidak tahu bagaimana caranya menyelesaikan banjir di Jakarta. Untuk menutupi ketidaktahuannya, Anies menyemprot bawahannya. Anies menyalahkan bawahannya tidak bekerja dengan baik. Dengan gaya diktator, Anies meminta bawahannya menyelesaikan persoalan banjir bagaimanapun caranya tanpa memberikan solusi yang jelas. Anies tentu tidak mau ketidak becusannya dalam menyelesaikan persoalan banjir terlihat oleh warga.

Saya yakin bawahannya juga semakin pusing dengan gaya kepemimpinan Anies yang hanya pandai memberikan semprotan, dan menyuruh tanpa memberikan solusi yang jelas.

Sangat berbeda dengan gaya kepemimpinan Ahok. Ahok tidak segan-segan menyelesaikan sendiri persoalan banjir. Jika Ahok meminta bawahannya untuk menyelesaikan persoalan banjir, Ahok tidak hanya memerintah, namun memberikan solusi yang jelas. Jadi bawahan Ahok tidak sampai kebingungan dalam melakukan langkah kongkrit.

Pages