Setelah Isu PKI Tidak Mempen, Isu-isu Ini Bakal Dipakai Untuk Terus Serang Presiden Jokowi... - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Sunday, March 4, 2018

Setelah Isu PKI Tidak Mempen, Isu-isu Ini Bakal Dipakai Untuk Terus Serang Presiden Jokowi...

 www.pokeremas.com
BERITA EMAS DOMINOQQ
Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tetap harus waspada meskipun mayoritas masyarakat tidak percaya isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurut Ujang, hal itu dikarenakan apabila isu kebangkitan PKI tidak mempan menghantam Jokowi, maka akan digunakan isu lain untuk menyerang mantan Gubernur DKI Jakarta itu.DOMINOQQ

Misalnya, kata Ujang, isu yang belakangan muncul adalah pemerintah tidak berpihak kepada umat Islam. Isu kriminalisasi terhadap ulama juga terus digaungkan pihak yang berseberangan dengan Jokowi.DOMINOQQ

“(Isu) Itu juga bisa mengancam elektabilitas Pak Jokowi, dan ada dampaknya juga,” kata Ujang kepada JawaPos.com, Sabtu (3/3).
                                  
Akan tetapi, Ujang mengatakan, partai-partai pendukung pemerintah dan Jokowi sebaiknya jangan menganggap remeh isu kebangkitan PKI. “Karena kalau terus dikelola (isu PKI) ini akan menjadi besar, dan bahaya bagi pemerintah,” kata Ujang.

Sebagai informasi, lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pernah membuat survei opini publik tentang kebangkitan PKI, pada September 2017.

Hasilnya, mayoritas masyarakat (86,8 persen responden) tidak percaya PKI bangkit. Hanya 12,6 responden yang percaya isu kebangkitan PKI, sedangkan sisanya tidak menjawab dan tidak tahu.DOMINOQQ

Temuan lain, sebanyak 75,1 persen responden menjawab tidak setuju isu Jokowi terkait dengan PKI. Hanya 5,1 persen yang menjawab setuju, sedangkan sisanya tidak menjawab dan tidak tahu.DOMINOQQ

Survei yang dilakukan 3-10 September 2017 ini melibatkan 1.220 responden. Responden yang dipilih kemudian diwawancarai‎ untuk menjawab pertanyaan. Margin of error rata-rata dari survei ini sebesar kurang lebih 3,1 persen.

Pages