Akhirnya FPI dan Alumni 212 Jadi Corong Kampanye #2019GantiPresiden, Bukan Lagi Berdakwah - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Friday, April 13, 2018

Akhirnya FPI dan Alumni 212 Jadi Corong Kampanye #2019GantiPresiden, Bukan Lagi Berdakwah

 www.pokeremas.com


BERITA EMAS DOMINOQQ ~
Setahu saya, ormas Islam itu harus netral dalam urusan politik, serta tidak terjun dalam politik praktis dengan mendukung salah satu calon atau partai yang hendak bertarung di Pilkada, Pemilu, dan Pilpres. Secara individu, anggota ormas pasti memiliki sikap politik, ada juga yang bergabung dengan salah satu partai, tapi ormasnya tetap harus netral. Itu adalah indikator ormas yang baik.Poker88
Poker88
Kita bisa melihat NU dan Muhammadiyah. NU dan Muhammadiyah tidak boleh memihak ke salah satu calon atau partai. Keduanya harus pada posisi tengah-tengah dan netral. Meskipun NU identik dengan PKB dan PBB. Meskipun banyak anggota NU dan menjadi kader PKB dan PBB, tapi sebagai sebuah ormas, NU tetap harus netral dan tidak boleh memaksa anggotanya untuk memihak ke salah satu calon. Alhamdulillah, NU tetap bisa menempatkan posisi netral.NU tetap fokus dakwah, menyebarkan islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.DOMINOQQ
Poker88
Begitupun Muhammdiyah yang identik dengan PAN. Banyak anggota Muhammdiyah yang menjadi kader PAN. Seperti halnya NU, Muhammadiyah juga mampu bersikap netral, tidak memaksa anggotanya untuk memihak salah satu calon atau partai. Muhammdiyah tetap fokus pada dakwah dan membangun umat.DOMINOQQ
Poker88
Adalah FPI dan Persaudaraan Alumni 212 yang mulai bergeser dari ormas Islam yang misi utamanya adalah berdakwah, menjadi ormas yang mulai aktif menjadi corong kampanye politik praktis. Alumni 212 memang belum resmi menjadi ormas. Namun Persaudaraan Alumni 212 mengklaim kelompoknya sebagai pembela Islam. Saya tidak tahu persis mengapa kemudian mereka memilih jalan yang tidak biasa ini. Ketika ormas Islam lain cenderung menjaga jarak agar tetap pada posisi netral, FPI dan Persaudaraan Alumni 212 memilih menjadi corong kampanye salah satu calon presiden. Simak berita di bawah ini:DOMINOQQ
Poker88
Ratusan jemaah salat subuh di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dibaiat atau mengucap sumpah setia kepada Rizieq Shihab pada Jumat (13/4). Seruan ganti presiden pada pilpres 2019 ikut menggema.DOMINOQQ
Poker88
Pembacaan sumpah itu dipimpin penasihat Persaudaraan Alumni 212 yang juga Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad al Khaththath. Sebelum memulai pembaiatan, advokat yang juga penasihat PA 212, Eggi Sudjana meminta para jemaah berdiri.DOMINOQQ

"Siapa yang semangat dan komitmen berimam pada Amien Rais dan Habib Rizieq silakan berdiri," kata Eggi di hadapan para jemaah.DOMINOQQ

Jemaah yang datang terdiri dari beberapa kelompok yakni Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahim, Remaja Masjid Baiturrahim, Forum Umat Islam, Gubernur Muslim Jakarta, Gerakan Indonesia Salat Subuh (GISS), Suara Islam, dan PA 212.DOMINOQQ
Poker88
Al Khaththath yang juga Koordinator Nasional GISS pun memimpin pembaitan dengan membacakan ikrar yang diikuti ratusan jemaah yang intinya bersumpah akan terus berjuang meninggikan kalimat Allah dengan bersatu dalam barisan yang teratur di bawah pimpinan Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Shihab.
Poker88
Sebelum mengucap sumpah itu, Eggi menyemangati jemaah dengan mengatakan tahun 2019 harus ganti presiden. Menurutnya rezim Jokowi membuat masyarakat makin miskin dan hidup dalam ketidakadilan. Baiat ini, kata Eggi, sebagai komitmen untuk menuruti arahan dari Rizieq Shihab dan Ketua Dewan Penasihat PA 212, Amien Rais.
Poker88
Bagaimana komentar pembaca membaca berita ini? Dalam berita tersebut memang tidak disebutkan nama FPI. Namun dengan menyebut nama Rizieq, sudah pasti FPI ikut. FPI akan mengikuti kemanapun Rizieq melangkah. awalnya terlihat ingin menjadikan FPI sebagai ormas yang fokus berdakwah, pada akhirnya tak kuasa menolak tawaran Amien Rais untuk ikut terjun dalam politik praktis dengan menjadi corong kampanye ganti presiden.DOMINOQQ
Poker88
Saya kasihan terhadap anggota FPI, FUI, dan Persaudaraan Alumni 212 yang mungkin tidak memahami persoalan ini. Saking polos dan lugunya, mereka tidak paham bahwa ormas haris netral, tidak boleh menjadi corong kampanye politik praktis. Mereka hanya tahu dengan berbaiat kepada Rizieq, apapun tindakan Rizieq dan FPI akan selalu diikuti. Mereka hanya tahu dengan mengikuti petuah Rizieq sama saja sedang berdakwah dan berjuang di jalan Allah. Rizieq layaknya nabi yang tak punya cela dimata anggota FPI dan Alumni 212.DOMINOQQ
Poker88
Saya rasa FPI dan Persaudaraan Alumni 212 berhenti menjadi ormas Islam. Lebih baik berubah menjadi partai politik dari pada mencemari marwah ormas Islam. Ormas-ormas Islam lain seperti NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persis, dan yang lain tetap bisa menjaga kehormatan dengan bersikap netral dalam politik meskipun masing-masing anggotanya memiliki sikap politik.DOMINOQQ
Poker88
Kalau anggota FPI dan Persaudaraan Alumni 212 mampu berfikir logis, seharusnya Amien Rais lebih dulu mengajak Muhammadiyah untuk menjadi corong kampanye ganti presiden. Mengapa Amien tidak mengajak Muhammadiyah? Jawabannya karena Muhammadiyah tidak mungkin mau menjadi corong kampanye. Amin Rais mengajak FPI dan Persaudaraan Alumni 212 karena mereka memang mudah dipengaruhi dan diprovokasiDOMINOQQ

Pages