Kembali Berulah, Amien Rais Sebut Jokowi Otoriter Melebihi Militer - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Saturday, April 21, 2018

Kembali Berulah, Amien Rais Sebut Jokowi Otoriter Melebihi Militer

 www.pokeremas.com

BERITA EMAS

Demi memancing perhatian Jokowi, Amien Rais terus menerus “ngoceh” dan “nyinyir” terhadap Jokowi. Ocehan Amien Rais yang sebelumnya nampaknya belum membuat Jokowi merasa perlu untuk mengundang Amien Rais ke Istana sehingga kemudian membuat Amien Rais semakin frustasi, dan kembali menyerang Jokowi dengan menyebut sebagai orang yang sangat otoriter.Poker88

Sebelunmnya, Amien Rais mengeluarkan pernyataan kontroversi terkait program-program bagi sertifikat tanah yang katanya pengibulan, serta membuat dikotomi antara partai Allah dan partai Syaitan. Alih-alih bertaubat, melakukan refleksi diri, dan intropeksi diri agar lebih bisa mengeluarkan pernyataan yang menyejukkan, yang terjadi justru sebaliknya, Amien Rais kembali nyinyir.Poker88

Amien Rais menyinggung sosok pemimpin sipil berwatak militer yang sangat otoriter. Amien Rais menilai, meski bukan dari kalangan militer, sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan kebijakan otoriter melampaui pemerintahan militer. Indikasi itu terlihat dari wacana calon tunggal presiden pada Pilpres 2019. Pilpres 2019 itu hanya memungkinkan sejumlah kalangan mengajukan kandidat Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2019.Poker88

Karena itu, dalam berbagai kesempatan, yang dikampanyekan oleh sejumlah politisi seperti di antaranya dilakukan oleh Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bukan lagi mencalonkan dirinya sebagai capres.

Suasana yang terbilang lucu itu sudah menjelma di sejumlah lokasi di mana Cak Imin kampanye dengan baliho-baliho untuk menjadi cawapres.Poker88

Suasana ini dianggap Amien Rais sebagai kegiatan otoriter.

"Mas Jokowi ini sipil, tapi pikirannya otoriter," katanya.Poker88
Bahkan, bukan hanya Cak Imin, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto juga hanya dicalonkan sebagai cawapres oleh kubu Jokowi di mana suara itu secara gencar disuarakan oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy.

"Pak Prabowo adalah sosok militer yang baik. Sementara, Presiden Joko Widodo adalah tokoh sipil berwatak otoriter,'' ujar Ketua Majelis Kehormatan PAN ini.Poker88

Indikasi Jokowi otoriter dinilai dari wacana calon tunggal pada Pilpres 2019.
"Ini bahaya, terjadi destruksi terhadap demokrasi," katanya.
Menurut Amien Rais, kalau sampai betul-betul terjadi, Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun.
"Oposisi dibungkam, diberangus, itu berat. Sosok sipil justru lebih otoriter dari tokoh militer," katanya.Poker88

Menurut Amien Rais, belum tentu tokoh militer berwatak otoriter, tapi malah demokratis.

"Misalnya Presiden Prancis Charles de Gaulle, Presiden AS Dwight Eisenhower," katanya.Poker88

Entah sampai kapan Amien Rais berhenti untuk nyinyir terhadap presiden. Saya tidak yakin jika nanti Prabowo yang menang dan jadi presiden, Amien Rais bisa berhenti untuk nyinyir terhadap presiden. Kita bisa buktikan nanti. Pasalnya, nyinyir terhadap presiden sepertinya sudah menjadi watak Amien Rais.Poker88

Kalau diperhatikan, tuduhan Amien Rais terhadap Jokowi memang sudah kelewatan dan diatas normal. Jokowi yang orang biasa, warga sipil, dianggap oleh Amien Rais lebih otoriter dibanding orang militer. Padahal, Jokowi tidak pernah memberangus siapapun yang mengritik dan nyinyir kepadanya.Jika Jokowi otoriter, mungkin orang seperti Amien Rais sudah di sel penjara.Poker88 Alasan yang dikemukakan oleh Amien memang sangat mengada-ada. Jokowi yang ingin warga Indonesia berdamai, tidak ada permusuhan antara pendukung Prabowo dan Jokowi, justru dianggap otoriter. Ketika ada orang yang ingin menyatukan rakyat, Amien Rais datang dan mencoba mengacak-acak kembali dan membuah situasi makin gaduh. Dari sini sudah terlihat dengan jelas siapa yang lebih baik.Poker88

Jadi teringat sebutan Fadli Zon kepada Jokowi yang sangat bertolak belakang dengan sebutan Amien Rais. Fadli Zon menyebut Jokowi presiden yang planga-plongo dan hanya menjadi petugas partai. Sebaliknya, Amien Rais menyebut Jokowi sangat otoriter melebihi seorang militer. Planga-plongo dan otoriter adalah dua hal yang bertolak belakang dan tidak mungkin dimiliki oleh seseorang sekaligus. Jadi yang benar Jokowi planga-plongo atau otoriter? Heheh. Dari sini sudah membuktikan bahwa baik Amien Rais maupun Fadli Zon memang hanya ingin menjatuhkan citra Jokowi.Poker88

Selain itu, Amien Rais memang ingin membentuk opini publik bahwa Jokowi seorang yang otoriter jauh-jauh hari sebelum Pilpres 2019. Implikasinya, jika Jokowi menang di Pilpres 2019, Amien Rais bisa dengan mudahnya menyebut Jokowi sebagai presiden yang benar-benar otoriter karena berhasil memenangkan Pilpres 2019. Itu narasi jahat yang sedang dibangun oleh “Sang Sengkuni”.

Pages