Ramalan "Ngawur" Amien Rais: Anies Jadi Penyelamat Negeri - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Thursday, April 26, 2018

Ramalan "Ngawur" Amien Rais: Anies Jadi Penyelamat Negeri

 www.pokeremas.com

BERITA EMAS 
Amien Rais selalu saja melontarkan pernyataan-pernyataan aneh, nyeleneh, dan cenderung konyol dan ngawur. Dia seperti asal bicara saja tanpa memperhitungkan apakah pernyataannya itu akan mendatangkan kebaikan atau tidak, akan membawa kesejukan atau tidak.Poker88

Yang penting dia bicara. Membicarakan apa saja yang ada dalam pikirannya. Terlepas dari apakah pembicaraannya itu akan menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat, akan mengakibatnya terjadinya perpecahan di antara sesama anak bangsa, sepertinya dia tidak peduli. Yang terpenting, sekali lagi, dia hanya bicara semaunya.Poker88

Berbagai pernyataannya yang mengundang kontroversi telah ditebarnya ke ruang-ruang publik. Dan ujaran-ujarannya tersebut menjadi konsumsi publik yang diinterpretasikan bermacam-macam.Poker88

Sebagian orang ada yang menganggapnya sebagai angin lalu saja. Sebagai sebuah pernyataan yang tidak perlu ditanggapi, dan tidak perlu pula didengar.Poker88

Ada pula yang menelannya bulat-bulat tanpa difilter terlebih dahulu. Sebab ada kelompok masyarakat di negeri ini yang menganggap setiap pernyataan yang keluar dari mulutnya merupakan petuah yang wajib dituruti dan dilaksanakan. Karena memang, mereka menempatkan Amien Rais setingkat dengan Habib Rizieq, imam besar mereka itu.Poker88

Itu sebabnya mereka tidak marah ketika Amien Rais menyebut presidennya sebagai seorang komunis. Hal itu pula yang menyebabkan mereka tidak protes ketika dia mengelompokkan partai-partai di negeri ini menjadi partai Allah dan partai setan. Dan itu pula penyebabnya mereka tidak marah ketika dia menyatakan pengajian harus disisipi politik.Poker88

Karena itu tadi, Amien Rais mereka anggap sebagai wakil Tuhan. Amien Rais mereka anggap sebagai seseorang yang benar-benar menguasai ilmu agama dengan sesempurna mungkin. Amien Rais mereka anggap sebagai seorang pemimpin yang senantiasa membentengi mereka dari serangan para kaum kafir, antek aseng, antek asing, dan PKI.Poker88

Padahal nyatanya, Amien Rais jauh dari anggapan-anggapan mereka tersebut. Amien Rais hanya seorang politikus oportunis yang hanya ingin menumpang tenar pada ketenaran orang lain.Poker88

Sejak era di mana para mahasiswa berdemo untuk menumbangkan rezim orde baru, Amien Rais juga telah memainkan strategi politik numpang tenar tersebut.

Ketika para mahasiswa bergerak bersama, berdemo untuk menggulingkan rezim Soeharto yang keji itu, tiba-tiba saja Amien Rais nongol bak pahlawan, berbaur dengan para mahasiswa itu. Dia tidak ikut bergerak sejak awal pergerakan. Dia numpang di tengah jalan, ketika semua strategi perjuangan telah disusun oleh para pahlawan reformasi itu.Poker88

Dan benar saja. Dia langsung tenar. Karena dia selalu didapuk untuk memberi orasi di panggung utama bentukan para mahasiswa tersebut. Dia lantas dieluk-elukkan sebagai bapak reformasi.Poker88

Sementara para mahasiswa yang berjuang mati-matian itu, tidak mendapat gelar apa-apa. Karena memang, mereka tidak butuh itu. Hanya satu yang mereka inginkan: Indonesia bebas dari kungkungan orde baru.Poker88

Amien Rais memang aneh. Lihatlah ketika dia didaulat untuk memberi tausiyah dalam acara tasyakuran satu tahun Ustadzah Peduli Negeri di Balai Kota, Selasa kermarin (24 April 2018).Poker88

Dalam tausiyah itu, Amien Rais lebih banyak berbicara hal-hal berbau politik , hingga menjelek-jelekkan Jokowi, musuh abadinya itu, ketimbang berbicara tentang agama.

Jadi cukup beralasan memang jika dia menyebut bahwa dalam pengajian (acara-acara keagamaan) harus disisipkan politik. Pilkada DKI Jakarta disebutnya sebagai sebuah keajaiban sekaligus menjadi kemenangan bagi umat Islam.Poker88

Seterusnya, sambil menunjuk-nunjuk foto Jokowi, dia menyebut bahwa elektabilitas Jokowi sedang turun (kurang mengikuti survei terbaru mungkin dia), seakan memandang rendah seorang Jokowi.

Dia juga menyebut media massa sebagai tim sorak pemerintah untuk membenarkan apa saja segala kebijakan pemerintah. Dia juga berbicara tentang logistik pilpres yang tidak perlu dipermasalahkan, hingga ia meramal Anies Baswedan. Amien Rais meramalkan bahwa Anies Baswedan akan menjadi penyelamat negeri ini.

Menurut Amien Rais, Anies jadi penyelamat negeri. Penyelamat negeri? Jujur saja, geli rasanya mendengar pernyataan Ketua Dewan Penasihat FPI tersebut.

Memimpin Jakarta saja tidak becus, bagaimana menyelamatkan Indonesia? Jika disebut menghancurkan mungkin, ya. Namun, jika disebut menyelamatkan, sepertinya harus dipikirkan lagi deh.Poker88

Lihatlah Jakarta sekarang. Dan bandingkan dengan Jakarta di zaman Ahok dan Djarot. Lebih baik mana coba? Ya lebih baik Jakarta saat era Ahok-Djarot lah. Itu kalau kita melihat secara objektif.Poker88

Namun, jika kita melihat pakai kaca mata gajah, ya, saya tidak tahu. Bisa jadi apa yang diramalkan Amien Rais benar.Poker88

Pada era Ahok, jumlah titik banjir di Jakarta menurun drastis. Setiap kali hujan turun, bahkan hujan lebat sekali pun, Jakarta hanya tergenang di titik-titik tertentu saja.

Dan genangan itu akan surut hanya dalam hitungan jam saja. Normalisasi serta revitalisasi sungai-sungai yang dikerjakan Ahok, menjadi pemicunya.Poker88

Di zaman Anies? Wah, sudah berapa kali kita menyaksikan Jakarta berubah menjadi kolam renang raksasa. Setiap kali hujan turun, Jakarta akan menjadi danau dadakan.

Semua turut berenang. Mulai dari anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan sepeda motor, mobil dan rumah juga turut berenang. Larut dalam kebahagiaan.Poker88
Tanah Abang? Ini lagi. Ahok, sejak era Jokowi lebih tepatnya, telah menata Tanah Abang yang tadinya begitu semrawut menjadi tertata rapi. Begitu Anies-Sandi berkuasa, kesemrawutan itu mereka kembalikan lagi.Poker88

Dengan alasan keberpihakan kepada rakyat kecil. Jalan ditutup, diubah menjadi pasar. Hingga mereka harus ditegur keras oleh Ombudsman.Poker88

Masalah transparansi birokrasi. Hal ini juga begitu kontras pada saat Ahok memimpin dan ketika Anies jadi gubernur. Jika sebelumnya rapat-rapat di Balaikota sejak detik pertama rapat hingga detik terakhir diunggah di Youtube, oleh Anies tidak lagi. Tidak ada lagi unggah-mengunggah. Bahkan para pewarta pun dibatasi gerak-geriknya di Balaikota.Poker88

Rumah DP Nol Rupiah. Memang ini program baru Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies-Sandi. Namun, program ini juga tidak terlepas dari polemik. Warga Jakarta yang sebelumnya membayangkan bahwa program ini benar-benar nol rupiah, dan dapat mengakomodasi seluruh lapisan warga, ternyata tidak demikian.Poker88

DP hanya dibayar di muka oleh pemerintah DKI. Selanjutnya, DP yang telah dibayarkan tersebut akan dibayar kembali oleh pembeli rumah dengan cara mencicil.Poker88

Jadi, sama sekali tidak nol rupiah seperti yang dijanjikan sebelumnya. Dan yang lebih parah lagi, yang berhak memiliki rumah tersebut adalah mereka yang berpenghasilan Rp. 4 juta ke atas.Poker88

Bagaimana warga yang berpanghasilan Rp. 4 juta ke bawah? Silahkan gigit jari. Karena program ini bukan untuk ”rakyat miskin”.Poker88

OK OCE? Setali tiga uang dengan program Rumah DP Nol Rupiah. Ada tahapan yang cukup berbelit yang harus dikerjakan setiap anggotanya untuk bisa mendapatkan pinjaman modal dari bank.Poker88

Belum lagi masalah becak yang sudah sejak pulahan tahun lalu dilarang di Jakarta, oleh Anies, dihidupkan kembali. Ketika transportasi saat ini sudah beralih dari transportasi konvensional ke era transportasi digital, Anies malah terbalik. Dia ingin tetap melestarikan jenis transportasi konvensional tersebut.
Poker88
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, apa benar Anies Baswedan layak untuk menjadi penyelamat negeri? Jika Jakarta saja tidak bisa diselamatkan, konon lagi Indonesia. Jadi saya harus sampaikan, ramalan Amien Rais tersebut adalah ramalan konyol dan ngawur. Poker88






Pages