Ustaz Abdul Somad, Ajak Pengikutnya Jadi Bangsa Munafik dan Pembenci - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Monday, April 30, 2018

Ustaz Abdul Somad, Ajak Pengikutnya Jadi Bangsa Munafik dan Pembenci

 www.pokeremas.com

BERITA EMAS 
Dalam setiap kunjungannya ke berbagai tempat, Ustaz Abdul Somad (UAS) selalu disambut begitu hangat dan meriah oleh para penggemarnya. Tidak dapat dipungkiri, bahwa UAS menjadi salah satu ustaz yang paling digandrungi oleh banyak orang saat ini.Poker88

Ceramah-ceramahnya yang kerap disisipi dengan lelucon dan candaan membuatnya selalu dinanti oleh para jemaah. Bahasanya yang sederhana, lugas, dan mudah dimengerti, menjadi alasan lain sehingga ustaz kelahiran Asahan, Sumatera Utara itu begitu dikagumi.Poker88

Ustaz yang juga merupakan dosen di UIN Sultan Syarif Kasim Riau itu, namanya kini begitu populer. Bahkan popularitasnya telah mengungguli ustaz-ustaz kondang Indonesia lainnya.Poker88

Nama besar yang dimiliki AA Gym, Ustaz Yusuf Mansur, Mama Dedeh, atau ustaz Maulana misalnya, seakan tertutupi oleh pamor ustaz yang masih tergolong sangat muda itu.Poker88

Namun, terlepas dari ketenarannya. Terlepas dari orang banyak yang senantiasa mengeluk-elukkan namanya dalam setiap kunjungannya, dia juga pernah ditolak.

Suatu kali, ketika UAS hendak memberikan ceramah di Bali, dia didemo dan tidak diizinkan berceramah karena dia dianggap kerap menyampaikan ceramah-ceramah provokatif.Poker88

UAS yang kerap menyinggung-nyinggung agama lain dalam ceramahnya, membuat masyarakat Bali marah. Dia dinilai tidak menghormati kebhinnekaan. Sekalipun dia akhirnya diizinkan berceramah dengan persyaratan harus menyanyikan lagi Indonesia Raya, namun ini sudah menjadi preseden buruk baginya.Poker88

Pun ketika dia diundang berceramah di Hong Kong, dia mengalami nasib nahas. Maksud hati ingin tampil berbicara di depan banyak orang, yang terjadi justru sebaliknya. Dia tidak diizinkan masuk ke negara Pearl of Orient itu. Dia lantas dikembalikan ke tanah air.Poker88

Rasa penasaran saya terhadap UAS, membuat saya tertarik untuk mencari tahu tentangnya. Saya tonton video-video ustaz lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir itu. Dalam video-video ceramahnya yang saya tonton, saya melihat bahwa dia kerap menyampaikan pernyataan-pernyataan yang bertentangan dengan nilai-nilai pluralisme.Poker88

Berbeda dengan KH. Zainuddin MZ. Sekalipun saya bukan seorang Muslim, namun sejak saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), saya sering mengikuti ceramah-ceramahnya yang begitu menyejukkan lewat siaran radio. Suaranya yang khas, membuat ceramah Dai Sejuta Umat itu begitu mudah dikenali.Poker88

KH. Zainuddin MZ tidak pernah menyinggung ajaran agama lain apalagi menjelekkannya. Ia juga tidak pernah mengkafir-kafirkan orang. Namun sebaliknya, dalam setiap ceramah yang dilakoninya, ia selalu mengajarkan tentang nilai-nilai Islam yang damai dan menyejukkan.Poker88

Apa yang saya tangkap dari video-video ceramah UAS, berbanding terbalik dengan KH. Zainuddin MZ. UAS sepertinya ingin mengajak para jemaah yang mendengar ceramahnya untuk menjadi orang-orang munafik serta pribadi-pribadi yang membenci sesamanya.Poker88

UAS sepertinya sangat anti terhadap perbedaan. Dia selalu memandang sesuatu hanya dari sudut pandang yang dia yakini benar. Dia tidak pernah mencoba memahami orang lain yang berbeda dengannya. Bukan malah menjaga keutuhan perbedaan yang sudah sejak lama tumbuh dan berkembang di negeri ini, dia malah ingin mencoba mengacaukannya.Poker88

Kafir, adalah kata yang kerap kali keluar dari mulutnya. Setiap orang yang tidak sama dengan apa yang dipercayainya, dia sebut kafir. Dia berdalih bahwa, orang kafir adalah orang yang menutup diri dan tidak percaya kepada Allah SWT, dan Nabi Muhammad SAW.Poker88

Sangat tidak elok jika UAS memaksakan setiap orang untuk percaya kepada Tuhan dan nabi yang ia percayai. Saya sangat menghormati dan mengharga Nabi Muhammad sebagai seorang nabi besar. Namun, bukan berarti saya harus percaya kepadanya.

Sebaliknya, saya juga tidak memaksakan kehendak saya supaya orang lain mempercayai Tuhan yang sembah. Dan saya juga tidak akan menyebut mereka dengan sebutan aneh hanya karena perbedaan yang ada. Agamamu untukmu, agamaku untukku.Poker88

Itulah Indonesia. Indonesia ditakdirkan untuk berbeda. Indonesia ditakdirkan agar seluruh rakyatnya hidup damai dan berdampingan tanpa pernah mempermasalahkan perbedaan keyakinan, suku, dan ras yang mereka miliki. Masalah agama dan keyakinan, bagi saya adalah masalah privat yang tidak perlu diperdebatkan.Poker88

Bahwa saya dilahirkan seorang Kristen, itu adalah takdir. Bahwa UAS dilahirkan sebagai seorang Islam, itu juga takdir. Kita tidak perlu mempersoalkannya. Kenapa saya dilahirkan sebagai seorang Kristen? Atau, kenapa saya dilahirkan sebagai orang Batak, misalnya. Sekali lagi itu adalah takdir.Poker88

Namun, UAS nampaknya tidak berpikir demikian. Dalam setiap ceramahnya, dia bahkan menghimbau agar mengatakan, “Kau kafir!” kepada yang tidak seiman dengan mereka. Dia mengajarkan, “Jangan mau menyebut non-muslim. Sebut kafir aja. Jangan pelan, tapi harus kuat-kuat. Tidak apa-apa kalau mereka marah.”Poker88

Saya takut mendengarnya. Betapa bencinya dia kepada yang tidak seiman dengannya. Terhadap mereka yang beretnis Tionghoa, justru lebih parah lagi. Selain mereka disebutnya sebagai kafir, Ustaz Abdul Somad malah menyamakan mereka dengan setan. “Cina itu kafir, Cina itu setan.” Begitu dia sampaikan dalam ceramahnya.Poker88

Ada lagi sangat menggelitik. UAS menyebut bahwa logo palang merah di mobil ambulans harus dihapus. Dengan nada memerintah, dia menyampaikan, “Kalau ada nampak tanda itu, dipilox aja, dihapus aja.”Poker88

Logo palang merah tersebut menurutnya adalah logo yang menyerupai salib. Hahahaha… Lucu! Lantas bagiamana dengan tanda plus (+) dalam matematika, tiang jemuran, tiang rumah, tiang penyanggah genteng, yang juga mirip salib? Harus kita apakan semua tanda-tanda itu?Poker88

Dia juga menyampaikan, “Film India kafir, jangan ditonton. Orang Korea kafir, mereka suka berzinah, untuk itu jangan tonton film Korea. Merayakan ulang tahun dengan acara tiup-tiup lilin juga tidak boleh, itu budaya kafir. Jangan pakai terompet dan topi kerucut pada saat ulang tahun atau tahun baru, itu juga kafir, asalnya dari orang kafir.”

Wah! Saya berpikir, betapa tersiksanya hidup orang ini. Semua disebutnya sebagai kafir. Pakai smartphone-kah ustaz Somad ini? Jangan-jangan smartphone miliknya bermerek Samsung yang merupakan buatan Korea.Poker88

Jika bepergian ke mana-mana, UAS naik apa, ya? Naik unta atau naik sapi? Kapan sampainya? Saya yakin dia pasti naik mobil. Dan, mobil tersebut sudah pasti buatan Jepang, Korea, Eropa, atau Amerika. Semua itu kan negera-negara kafir? Mungkin khusus buat UAS, ada pengecualian.Poker88

Tentang FPI dan HTI, apa pendapat UAS? Dia mendukung gerakan kedua ormas tersebut. Jika FPI dan HTI bertindak brutal, menurutnya itu bukan salah mereka. Musababnya adalah karena semakin banyaknya penduduk negeri ini yang melanggar hukum Allah, serta melakukan segala yang dilarang oleh Allah.Poker88

Ormas yang telah nyata-nyata ingin mengganti Pancasila dengan ideologi khilafah dan mengganti NKRI menjadi negara khilafah itu, namun UAS tetap membela pergerakan kedua ormas tersebut.Poker88

Dia menyebut bahwa khilafah adalah solusi penyelesaian permasalahan umat. Dengan tegaknya khilafah, maka menurutnya, permasalahan bangsa ini akan selesai. Ngeri saya.

Dan yang terakhir, videonya yang menjadi viral baru-baru ini bahwa mereka yang minum kopi Starbucks akan masuk neraka, karena konon, Starbucks mendukung LGBT, sungguh teramat lucu. Seseorang bisa masuk neraka hanya karena kopi. Akh, sudahlah ustaz!

Pages