Prabowo si "Raja Gagal:" Gagal di Militer Hingga Gagal Jadi Presiden - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Sunday, May 6, 2018

Prabowo si "Raja Gagal:" Gagal di Militer Hingga Gagal Jadi Presiden


 www.pokeremas.com

BERITA EMAS

Selalu saja ada kisah menarik, kisah lucu, bahkan kisah pilu setiap kali membicarakan Prabowo Subianto. Capres yang hingga kini belum mendapatkan dukungan dari partai lain di luar Partai Gerindra itu, kerap menyajikan akrobat politik yang terkadang membuatnya dihina, dimaki, bahkan ditertawakan oleh publik.Poker88

Namun oleh para pendukungnya, bahwa semua hinaan, makian, dan tertawaan publik akibat segala dagelan politik capres pilihan mereka itu, dianggap sebagai bentuk kecemberuan dari pihak lawan karena tidak memiliki program sementereng yang didengung-dengungkan oleh capres yang pada Pemilu 2014 lalu kalah bersaing dengan Jokowi.Poker88

Prabowo memang aneh, kalau tidak mau disebut unik. Dua kali kegagalannya di panggung pemilihan presiden seharusnya membuat Prabowo insaf bahwa dia sudah tidak dikehendaki oleh bangsa ini untuk menjadi pemimpin. Dia seharusnya sadar jika rakyat tidak menginginkannya mengatur bangsa ini.Poker88

Bercermin dari kisah hidup dan karir Prabowo selama ini, sepertinya kata gagal lebih dekat kepada Prabowo Subianto ketimbang kata sukses. Karir militernya gagal. Kehidupan keluarganya gagal. Karir politiknya juga mengikuti karir militer dan kehidupan keluarganya: gagal.Poker88

Semakin Prabowo Subianto mengejar kesuksesan, semakin menjauh pula kesuksesan itu. Semakin Prabowo mengejar kesuksesan, justru kegagalan yang semakin mendekat.

Mungkin Prabowo tidak bersepadan dengan keberhasilan. Berbagai usaha kerasnya untuk merengkuhnya selalu saja berbuah kegagalan.Poker88

Sebelum resmi dipecat, sesungguhnya Prabowo merupakan seorang perwira hebat. Namun, keserakahan, kedegilan, dan kepicikannya, memaksanya harus mengakhiri karir militernya lebih cepat. Ketika bintangnya sedang bersinar, ketika keberuntungan demi keberuntungan menghampirinya, namun keangkuhannya menghempaskan semua keberuntungan itu.Poker88

Pada usianya yang masih sangat belia saat itu, tiga bintang telah tersemat di pundaknya. Ketika dia masih berusia 47 tahun, dia sudah berpangkat letnan jenderal. Dia bahkan menjadi perwira termuda kala itu yang meraih pangkat jenderal.Poker88

Terlepas dari mertuanya , Soeharto, yang menjadi Panglima Tertinggi ABRI saat itu sehingga lebih memuluskan jalannya untuk meraih pangkat itu, kita tetap harus mengapresiasinya. Bahwa mertua Prabowo adalah sorang presiden, betul. Namun, dia telah mencatatkan dirinya sebagai jenderal termuda ketika itu.Poker88

Dengan pangkat seprestisius itu, langkah Prabowo untuk duduk sebagai Panglima ABRI sebenarnya terbuka lebar. Namun dia menyia-nyiakan itu semua. Ternyata jenderal bintang tiga yang melekat di pakaian dinasnya tidak berbanding lurus dengan kepribadiannya. Integritasnya sebagai seorang tentara begitu rapuh.

Prabowo dianggap telah melakukan tugas kemiliterannya melampaui batas kewenangannya. Bahkan ia beberapa kali melakasanakan operasi militer yang bukan kewenangannya. Operasi yang seharusnya merupakan kewenangan panglima, namun dilancarkan oleh Prabowo. Dia juga telah menculik beberapa aktivis pro-demokrasi.

Atas berbagai tindakannya yang melampaui batas tugas pokoknya itu, serta pelanggaran HAM yang dilakukannya, membuat pimpinannya gerah. Dia lalu disidang oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang hasil akhir persidangan, merekomendasikan Prabowo Subianto diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan. Prabowo akhirnya dipecat.Poker88

Karir militer Prabowo yang sedang menanjak saat itu, terhenti seketika. Dia tidak mampu mempertahankan kebenarannya di hadapan para anggota DKP. Dia tidak memiliki bukti-bukti yang cukup untuk membela dirinya. Hingga akhirnya seragam dan seluruh tanda pangkat yang tersemat harus diperoloroti.Poker88

Kejadian tersebut, sepertinya menjadi kegagalan terbesar yang pernah dialami Prabowo. Bahkan ketimbang gagal menjadi presiden pun, menurut saya, dipecat dari keanggotaan TNI jauh lebih berat. Adalah hal wajar jika gagal dalam sebuah kontestasi politik. Namun, dipecat, itu sesuatu yang sangat memalukan.Poker88

Ternyata, kegagalannya dalam karir kemiliterannya, menjadi titik awal rentetan-rentetan kegagalannya selanjutnya. Setelah gagal di militer, kehidupan rumah tangganya turut kolaps. Keluarga besar Cendana menuduh Prabowo sebagai dalang di balik demonstrasi yang menuntut Soeharto mundur dari jabatannya.Poker88

Prabowo yang ketika itu menjabat sebagai Pangkostrad, dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab untuk mengamankan aksi mahasiswa yang telah menduduki gedung MPR-DPR pada hari di mana Soeharto lengser. Akibatnya, hubungannya dengan Titiek Soeharto, istri yang dinikahinya tahun 1983 itu, renggang, hingga akhirnya mereka harus bercerai.Poker88

Sejak tahun 1998, setidaknya hingga saat ini, Prabowo resmi menjomblo. Ribuan hari telah dilewatkannya tanpa didampingi oleh seorang istri. Pun ribuan malam telah dilewatinya tanpa ada seorang istri yang menemaninya di ranjangnya, yang senantiasa setia menantinya setiap kali dia ingin merebahkan tubuhnya.Poker88

Istananya yang megah itu dia tinggali tanpa kehadiran canda dan tawa seorang pendamping hidup. Istananya yang mega itu dia tinggali tanpa seorang istri yang senantiasa setia menantinya setiap kali dia pulang dari berbagai aktivitas politiknya. Dia hidup sebatang kara. Dia tidak ada teman hanya sekedar untuk mencurahkan isi hatinya.

Kasihan Prabowo. Sudah jatuh ditimpa tangga pula. Sudah dipecat sebagai prajurit, dipecat pula sebagai suami. Sungguh tragis. Kegagalan demi kegagalan muncul bagai jamur. Muncul satu, muncul lagi yang lain.Poker88

Pasca dipecat dari tentara, Prabowo banting setir menata kehidupannya. Dia beralih dari dunia militer yang sudah berpuluh tahun digelutinya ke sebuah dunia baru yang masih asing baginya: dunia politik. Dia lalu mengikuti konvensi capres Partai Golkar tahun 2004 lalu, namun dia tidak mampu bersaing dengan mantan komandannya, Wiranto.

Gagal di Partai Golkar, dia lalu mendirikan Partai Gerindra. Pada saat pertama kali ikut bertanding pada Pemilu 2009, Partai berlogo kepala burung garuda itu hanya berhasil menempati urutan delapan, namun berhasil masuk di tiga besar, setelah PDIP dan Partai Golkar pada Pemilu 2014.Poker88

Jika harus berbicara pencapaian, mungkin ini pencapaian terbaik yang pernah ditorehkan Prabowo: membawa Partai Gerindra dari partai gurem menjadi partai besar. Selebihnya, pencapaian Prabowo Subianto bersama Partai Gerindra sangat minim. Pernah maju bersama Megawati Soekarnoputri sebagai cawapres, namun gagal meraih kemenangan.Poker88

Seakan tidak puas dengan kekalahan pada Pilpres 2009, Prabowo kembali mencoba keberuntungannya untuk kembali bertarung pada Pilpres 2014. Koalisi partai pendukung Prabowo untuk maju sebagai capres yang cukup gemuk kala itu, kembali harus menelan kegagalan. Jokowi-JK berhasil mengungguli Prabowo bersama cawapresnya, Hatta Radjasa.Poker88

Rencanya, Prabowo akan nyapres lagi tahun depan. Jika merujuk pada berbagai hasil suvei yang baru-baru ini dirilis, maka Pilpres tahun depan akan menjadi kegagalannya yang ketiga kalinya. #2019PrabowoKalahLagi.

Pages