KPK Bongkar Praktek Suap Di Lapas Sukamiskin, Fahri Ngoceh Ejek Jokowi Sebagai Presiden Linglung - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Wednesday, July 25, 2018

KPK Bongkar Praktek Suap Di Lapas Sukamiskin, Fahri Ngoceh Ejek Jokowi Sebagai Presiden Linglung

 emaspkr.com

BERITA EMAS

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah menilai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, merupakan tindakan mencari sensasi.Poker88

"Kalau saya sih mohon maaf ya, ini KPK kayak yang engga ada kerjaan lagi. Jadi dia sibuk mencari sensasi-sensai," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/7/2018).Poker88

Dalam penilaian Fahri, sensasi yang dilakukan KPK tersebut agar RKUHP tidak diteruskan. Selain itu, menurut Fahri, definisi OTT tidak ada dalam KUHP, yang ada adalah operasi intelijen.Poker88

 "Jadi dia (KPK) sibuk mencari sensasi-sensasi untuk menekan supaya KUHP tidak diteruskan. OTT itu definisi yang enggak ada di dalam undang-undang, ada di dalam KUHP itu adalah operasi intelijen. Ini fatal sebetunya," tutur Fahri.Poker88

Dia pun menyinggung Kasus Bank Century dan Kasus Pelindo II, hingga kasus reklamasi yang menurutnya hilang dari permukaan, sehingga ia menilai KPK hanya mengurus hal-hal yang tidak penting.Poker88

"Negara kehilangan arah dalam penegakan hukum hingga semuanya kacau, tidak ada kepastian. Wara-wiri ke sana ke mari bikin ribut enggak jelas sambil yang besar-besar hilang, kasus Century hilang, kasus Pelindo II hilang, kasus reklamasi hilang, semua hilang. Yang sisa-sisanya ini apa? Ya kita ini disogok dengan isu hibur-hibur dengan adanya penangkapan kiri kanan. Ini enggak benar," papar Fahri.Poker88

Karena itu, Fahri turut mengkritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang tidak memiliki agenda pemberantasan korupsi.Poker88

"Kalau Presiden mau begini terus ya silakan saja, ini juga artinya kan Presiden enggak punya agenda pemberantasan korupsi. Presiden linglung ini, enggak punya agenda. Akhirnya agenda ini diserobot orang. Enggak punya kewenangan apa-apa," kritik Fahri.

Sebelumnya pada  Sabtu (21/7/2018) dini hari, KPK menciduk enam orang di sejumlah tempat yang berbeda, termasuk Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen.Poker88

KPK menyebut Wahid menerima suap berupa uang dan mobil dari salah satu napi korupsi, Fahmi Darmawansyah. Suap itu dilakukan agar Fahmi mendapatkan fasilitas mewah di sel dan kemudahan untuk meninggalkan lapas.Poker88

KPK juga sempat mendatangi sel tempat Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan ditahan, namun keduanya tidak ada di dalam lapas.

Sumber: tribunnews.com

Pages