Maling Teriak Maling, Tommy Soeharto Sebut KKN Kini Makin Parah, Berikut Kejahatan yang Pernah Dilakukannya - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Monday, July 23, 2018

Maling Teriak Maling, Tommy Soeharto Sebut KKN Kini Makin Parah, Berikut Kejahatan yang Pernah Dilakukannya


 emaspkr.com

BERITA EMAS 

Sejak merdeka 17 Agustus 1945 hingga saat ini, Indonesia sudah dipimpin oleh 7 presiden. Coba perhatikan diantara presiden tersebut siapa putranya yang paling bandel?Poker88

Ia adalah Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto.
Dari namanya saja kita sudah tahu kalau ia anak diktator penguasa Orba, Soeharto.
Baru-baru ini Tommy menyebut KKN kini makin parah. Artinya, saat bapaknya berkuasa dulu KKN tidak separah sekarang ini. HehehePoker88

"Reformasi janjikan KKN hilang, tapi nyatanya makin parah. Utang luar negeri semakin besar. Investasi asing pun semakin dimanja," kata Tommy, (22/7).Poker88
Tapi, karena Tommy adalah politikus yang juga ketua umum partai Berkarya, bisa saja pernyataannya tersebut bertujuan untuk meningkatkan elektabilitasnya dan partainya.

Sebelum percaya, sebaiknya kita lihat dulu bagaimana rekam jejaknya. Karena, orang bisa berkata apa saja, tapi tidak semua orang bisa melakukan apa yang dikatakan. Bisa jadi, yang dikatakannya berbanding terbalik dengan apa yang telah dilakukannya.
Untuk sedikit pencerahan, berikut perjalanan panjang kasus hukum Tommy Soeharto beserta keistimewaan-keistimewaan yang dapatkannya karena faktor bapaknya dan kaya raya.Poker88

Sepanjang sejarah hidupnya cukup banyak tindak pidana yang diperbuat oleh Tommy Soeharto. Mulai dari penipuan lahan bersama rekan bisnisnya Ricardo Gelael senilai 11 juta dolar pada tahun 1999. Tommy dinyatakan tidak bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas kasus penipuan tersebut pada Oktober 1999. Hal ini terjadi saat pengaruh bapaknya masih kuat saat itu. Dan diduga hakim yang memvonis bebas Tommy mendapat suap.Poker88

Vonis bebas ini dimentahkan oleh hakim agung yang dipimpin oleh Syafiuddin Kartasasmita. Kartasasmita menjatuhkan hukuman penjara selama 18 bulan kepada Tommy dan rekannya Gelael atas kasus tindak pidana korupsi.Poker88

Tommy kemudian bersembunyi agar tidak dipenjara. Saat itu, istri Kartasasmita juga menduga suaminya menolak suap sebesar $20.000 dari Tommy.Poker88

Tidak terima divonis penjara, Tommy kemudian membayar 2 orang pembunuh Rp. 100 juta untuk menghabisi nyawa Kartasasmita. Kartasasmita meregang nyawa pasca ditembak oleh orang suruhan Tommy dalam perjalanan ke kantor.Poker88

Mahkamah Agung (MA) yang saat itu terkenal sebagai lembaga peradilan yang sangat korup menindaklanjuti kasus ini dengan membatalkan vonis korupsi Tommy pada Oktober 2001.
26 Juli 2002 lagi-lagi Tommy mendapat vonis hakim. Kali ini ia dijatuhkan hukuman 15 tahun penjara atas beberapa kasus; mulai dari pembunuhan, menghindari penahanan dan kepemilikan senjata api illegal.Poker88

Atas kasus pembunuhan saja Tommy sebenarnya sudah hampir kehilangan nyawa. Ia sudah layak diganjar hukuman mati, tapi sepertinya jaksa masih segan kepada bapaknya yang telah berkuasa selama 32 tahun, hingga Tommy hanya dituntut 15 tahun penjara.Poker88

Saat persidangan berlangsung Tommy jarang sekali hadir di persidangan. Ia mengaku sakit dan absen saat putusannya dibacakan. Justru yang hadir dipersidangannya adalah para pendukung bayarannya.

Tommy ditahan di sel mewah Blok H Lapas Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur. Kemudian dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.Poker88
Ruang tahanan Tommy berbeda dengan ruang tahanan napi lain. Walaupun mendekam di penjara, Tommy tidak ubahnya seperti tinggal di hotel berbintang. Di sel mewahnya yang berukuran 8 x 3 meter dilapisi karpet dan dilengkapi lemari, sofa, televisi, kulkas, komputer jinjing, pendingin udara, penyaring air dan 2 unit telepon genggam.

Tommy juga bebas keluar masuk dari penjara. Ia sering bepergian ke Jakarta dengan alasan kesehatan. Padahal diketahui bermain golf di lapangan golf eksklusif.
Jadi, dari sini saja sudah ketahuan kalau Tommy suka bohong. Katanya ke Jakarta dengan alasan kesehatan, tapi ternyata main golf.Poker88
April 2006 Tommy dipindahkan lagi ke Lapas Cipinang. Lagi-lagi nasib baik berpihak kepada Tommy, masa hukumannya dikurangi menjadi 10 tahun penjara dengan banding.

Enam bulan kemudian, yakni pada tanggal 30 Oktober 2006, Tommy dibebaskan bersyarat.

Artinya ia menghabiskan masa hukuman hanya empat tahun dipenjara, yang awalnya hampir dihukum mati dan kemudian mendapat vonis 15 tahun penjara.
Dari perjalanan panjang kasus Tommy ini, terlihat cerminan wajah hukum Indonesia yang seperti pisau, tumpul keatas dan tajam kebawah. Yang berduit bisa menikmati fasilitas mewah di dalam penjara dan mendapat vonis ringan. Sedangkan yang kere, mendapat hukuman yang setimpal.Poker88

Jadi, melihat perjalanan panjang hidupnya yang kelam, kalau Tommy Soeharto berkuasa di negeri ini, kira-kira apa yang akan terjadi?
Silahkan pembaca Seword pikirkan sendiri.

Namun yang pasti, di Pemilu 2019 mendatang, rakyat yang menentukan sendiri, untuk memilih orang baik atau orang yang memiliki sejarah kelam dengan tindak kejahatan pembunuhan, penipuan, hingga sembunyi agar tidak dipenjara, sebagai wakil rakyat dan pemimpin negeri ini.

Pages