Prabowo-Ratna, Kenapa Tidak? - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Saturday, July 7, 2018

Prabowo-Ratna, Kenapa Tidak?

 emaspkr.com


BERITA EMAS 

Pertarungan Pilpres 2019 secara tidak resmi sudah dimulai. Masing-masing menunggu lawan mengumumkan Cawapresnya. Kubu Prabowo menunggu Jokowi mengumumkan Cawapres. Begitu juga dengan Parpol pengusung Jokowi, menunggu Prabowo mengumumkan Cawapresnya.Poker88

Semuanya sedang mengatur strategi. Inilah alasan kenapa Cawapres Jokowi maupun Prabowo belum diumumkan. Nama-nama mungkin saja sudah ada, hanya saja masih menunggu lawan mengumumkan Cawapresnya duluan.
Jika Cawapres lawan sudah diketahui bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengatur strategi pemenangan berikutnya, dengan mempertimbangkan kekurangan dan kelebihannya.Poker88

Saya rasa baik Jokowi maupun Prabowo, jika dapat tiket nyapres masing-masing akan mengumumkan Cawapresnya di detik-detik terakhir.Poker88

Jokowi selangkah lebih maju dari Prabowo yaitu telah mendapatkan tiket pencapresan. Terhitung sudah ada 8 Parpol yang siap memenangkan Jokowi di Pilpres 2019. Dukungan ini sudah memenuhi syarat ambang batas presidential threshold 20 persen.

Sementara Prabowo masih diusung oleh satu partai yakni Gerindra. Partai lain belum menunjukkan minatnya untuk mengusung Prabowo.Poker88

Berdasarkan pengalaman Pilpres 2014, Prabowo kalah. Padahal saat itu lawannya Jokowi hanya sebagai gubernur DKI Jakarta. Apa lagi di Pilpres 2019 nanti, berhadapan dengan Jokowi sebagai petahana (presiden) dan sudah menunjukkan prestasinya selama memimpin Indonesia 4 tahun ini, sehingga potensi Prabowo untuk kalah akan semakin tinggi. Tentu Parpol akan malu dan rugi jika mengusung yang bukan kader partainya tapi kalah berkali-kali.Poker88

Sebenarnya jika Gerindra dan PKS kembali bersatu mengusung Prabowo, sudah dipastikan dapat tiket pendaftaran Capres, karena perolehan kursi Gerindra dan PKS jika digabung sudah melebih ambang batas presidential threshold 20 persen.

Namun hingga saat ini belum ada titik temu antara kedua partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu tersebut. Masing-masing mempertahankan egonya. Prabowo ingin Cawapres yang memiliki elektabilitas tinggi untuk mendongkrak elektabilitasnya. Sementara PKS ingin Prabowo memilih satu dari 9 nama Capres/Cawapres yang mereka usung sebagai Cawapres. Celakanya kader PKS yang diusulkan ini tidak ada yang memiliki elektabilitas tinggi, yang ada justru ngesalin, yakni Mardani Ali Sera.

Jadi sekarang posisi Prabowo seperti makan buah Simalakama. Memilih Cawapres yang memiliki elektabilitas tinggi, siap-siap tidak didukungan PKS. Memilih Cawapres dari PKS yang memiliki elektabilitas rendah, siap-siap kalah lagi di Pilpres 2019.

Lalu, apa solusi agar Prabowo tetap bisa nyapres dengan Cawapres yang bukan dari PKS tapi tetap didukung oleh PKS? Yaitu memilih jalan tengah. Jalan tengah yang seperti apa? Menggandeng Ratna Sarumpaet sebagai Cawapres.Poker88

Penulis berkeyakinan Prabowo-Ratna akan direstui oleh PKS, karena melihat rekam jejak Ratna yang memiliki hubungan baik dengan orang-orang PKS.Poker88

Tahun 2014 yang lalu Ratna pernah melakukan silaturahmi dengan pengurus Bidang Perempuan (Bidpuan) DPP PKS di Aula Terapung Perpustakaan UI (16/12/2014).

Ratna meyakini PKS menantang segala bentuk penjajahan dan ketidakadilan.

“Saat ini model penjajahan yang dihadapi Bangsa Indonesia ialah neo-liberalisme. Banyak kekayaan dan sumber daya kita yang dikuasai asing. Sehingga rakyat kita masih banyak yang hidup dalam kemiskinan. Sudah waktunya partai-partai Islam di Indonesia menunjukkan keyakinannya untuk mengangkat martabat bangsa,” kata Ratna 3,5 tahun yang lalu.

Diakui juga oleh Ratna beberapa kader PKS vocal, aktif mengkritik pemerintah. Dan ketika ditanya siapa tokoh PKS yang paling difavoritkan Ratna, Ratna menjawab Fahri Hamzah.

“Saya justru menyukai sosok tokoh yang banyak dikritik dan tidak disukai orang. Karena saya percaya dibalik sosok yang dibenci itu ada kebaikan. Saya penasaran sama beliau (Fahri Hamzah),” ujar Ratna.Poker88

Dari sini terlihat bahwa hubungan Ratna dan PKS sangat baik. Buktinya Ratna mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh PKS dan memiliki tokoh favorit kader PKS.

Jika Prabowo-Ratna diusung oleh PKS dan Gerindra, tanpa perlu berkoalisi dengan partai lain, Prabowo dipastikan akan kembali bertarung di Pilpres 2019. Prabowo tidak perlu lagi pusing dan repot-repot mencari koalisi, yang selama ini beberapa partai yang belum menentukan pilihan jual mahal kepada Prabowo.Poker88

Mereka nampaknya saja dekat dengan Prabowo, tapi kenyataannya berniat menyaingi Prabowo sebagai Capres. Buktinya Amien Rais teman dekat Prabowo dan bersama-sama menemui Rizieq di Arab. Secara terang-terangan Amien Rais menyatakan siap jadi Capres di Pilpres 2019, yang artinya siap jadi lawan Prabowo.Poker88

Tidak tahu bagaimana perasan Prabowo setelah mendengar pernyataan Amien Rais ini. Jangan-jangan menangis tapi tidak meneteskan air mata, alias menangis di dalam hati. Karena orang yang selama ini dianggap akan mendukungnya ternyata berpotensi jadi lawannya.Poker88

Ratna yang juga dikenal sebagai aktivis kemanusiaan, baru-baru ini saja membuat onar di danau Toba, yaitu mengaku-ngaku mewakili korban. Ratna mendesak agar pemerintah mengangkat KM Sinar Bangun yang tenggelam yang memang tidak bisa diangkat, karena faktor alam yang sangat sulit dan peralatan yang tidak memadai.

Pemerintah beserta jajarannya sudah berjuang habis-habisan agar korban dapat dievakuasi, tapi hasilnya nihil. Dengan berbagai, akhrinya pertimbangan pencarian KM Sinar Bangun dihentikan secara resmi (dengan catatan, pencarian tidak resmi terus berlanjut).

Jika Prabowo-Ratna terpilih sebagai presiden dan wakil presiden maka Ratna bisa saja memerintahkan jajarannya, entah itu dari dunia lain untuk mengangkat KM Sinar Bangun. Selain itu status Ratna sebagai aktivis kemanusiaan berpotensi untuk menutupi kekurangan Prabowo yang sering dikait-kaitkan dengan peristiwa kemanusiaan yaitu pelanggaran HAM.

So… Prabowo-Ratna pasangan yang paling ideal untuk mengalahkan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Monggo yang mau usung.

Sumber :

http://PKS.id/content/Ratna-sarumpaet-harapkan-partai-partai-islam-perkuat-kemanusiaan

Pages