Dulu Diberi Presiden dari Ulama Dilengserkan, Sekarang Berebutan Cari Ulama untuk Dicalonkan? - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Thursday, August 9, 2018

Dulu Diberi Presiden dari Ulama Dilengserkan, Sekarang Berebutan Cari Ulama untuk Dicalonkan?

 emaspkr.com

BERITA EMAS

Kata orang, politik itu kejam. Menggunakan berbagai cara untuk menggapai kekuasaan. Kemrosotan nilai politik berada di titik nadir. Orientasi keuntungan dan kepentingan bagi individu dan golongan sangat begitu terasa. Menyengat dan berbau busuk.

Politik uang, digunakan tanpa malu-malu. Kebodohan dan kemiskinan masyarakat dimanfaatkan dengan begitu licik tak berperasaan. Jika modal uang tidak punya, modal otak pun tak seberapa, maka sentimen SARA pun bisa menjadi alternatif bagi politikus busuk yang haus akan kekuasaan. Segala propaganda dan doktrin pun dilakukan seenak jidat tanpa berpikir dampak buruk yang dapat menimpa rakyat jelata.Poker88

Memang benar kata orang-orang Soekarno, “jangan lupakan sejarah”. Dengan mengingat sejarah, kita dapat belajar dari kesalahan. Bahkan kata orang, guru yang paling baik adalah pengalaman. Tetapi apakah kita sudah bisa belajar dari guru yang baik tersebut?.Poker88

Dalam politik, kita ada masa yang namanya orde baru. Pada zaman itu, kekuasaan dianggap otoriter. Siapa mengkritik, maka akan dicyduk. Ditambah lagi KKN merajalela tanpa ada yang berani menyentuh. Yang akhinya menemui puncak di krisis moneter. Setelah puluhan tahun, akhirnya kemuakan pun menumbuhkan mental untuk berani menyerukan reformasi. Runtuhlah orde baru..Poker88
Meskipun orde baru runtuh, warisannya pun masih banyak melenggang dalam peta perpolitikan. Bahkan, ada yang mencoba mempropagandakan “enak zamanku to” lengkap dengan gambar Soeharto. Masih ada orang hanya memandang di satu sisi saja, tidak secara menyeluruh. Misalnya barang murah, tapi hasil subsidi, dimana subsidinya hasil ngutang. Selalu begitu, uang habis, utang numpuk tanpa bekas hanya menjadi tai.

Kita bisa menengok kembali sejarah kita. Setelah masa pemerintahan yang dipimpin oleh mantan Jenderal runtuh, lalu hadirlah pemimpin dari sipil dan ulama. Gusdur dan Megawati berduet mencoba memperbaiki keadaan yang sedang dalam masa transisi.

Negara saat itu seperti sebuah keluarga yang tidak mempunyai apa-apa. Sumber pendapatan tidak ada. Tetapi Negara harus tetap berjalan. Gaji PNS harus tetap dibayarkan, tetapi bingung mau dapat duit dari mana..Poker88

Melihat keadaan yang masih tidak menentu, peluang itu pun masih digunakan untuk politikus bangsat membuat kisruh, dalam rebutan kekuasaan. Gusdur sang ulama besar pun dilengserkan dengan berbagai dalih. Siapakah yang melengserkan? Saat ini pun orangnya masih banyak yang bercokol di kancah politik. Memang, politik itu dinamis, terkadang harus mengorbankan sesuatu untuk tujuan yang lebih besar. Itulah yang perlu dipahami. Jadi yang masih bisa dimaafkan, ya maafkan, yang tidak ya cukup ditandai dan tenggelamkan.

Sudah menjadi rahasia umum, Amien rais ketika itu pun dianggap sebagai salah satu otak yang ikut melengserkan Ulama dari NU tersebut. Namun lucunya, saat ini PAN besutan Amien Rais mencoba membawa-bawa ulama dalam politik.

Bersama PKS dan Gerindra yang dipimpin oleh mantan mantu Soeharto, PAN besutan Amien Rais selalu menghembuskan sesuatu yang berbau agama. Bahkan yang terakhir menghembuskan nama Abdul Somad sebagai cawapres.

Menghembuskan nama Abdul Somad adalah salah satu kelemahan dari partai-partai oposisi. Bisa dibayangkan, mengambil Abdul Somad secara langsung menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kader yang baik. Selain itu juga mencerminkan, begitu banyaknya kepentingan dalam koalisi tersebut.

Tidak berhenti di situ saja. Orang-orang yang kritis, makin anti pati terhadap oposisi, sebab menganggap yang dilakukannya adalah konyol, mengajukan calon pemimpin hanya berdasarkan sentimen agama, bukan prestasi yang sudah pernah ditunjukkan untuk masyarakat secara nyata..Poker88

Jika Gusdur mungkin wajar, karena beliau juga pernah menjadi ketua PBNU, ormas Islam terbesar di Nusantara. Tentu soal urusan memimpin, tidak diragukan lagi. Banyak hal yang sudah dilakukannya. Tetapi ketika orang yang kritis melihat Abdul Somad, maka menganggapnya belum melakukan apa-apa, selain berdakwah melalui Youtube dan akhirnya terkenal..Poker88

Memaknai agama dalam berkegiatan politik adalah baik. Berbeda dengan menggunakan agama sebagai alat politik. Kalau memaknai agama dalam berpolitik, maka agama menjadi rahmatan lilalamin. Korupsi hingga skandal sex dihindari. Berbeda jika menggunakan agama sebagai alat politik. Korupsi dan kejahatan lain pun dengan bebas dilakukan. Semua itu ditutupi dengan atribut keagaamaan dan sikap relegius yang palsu.

Udah ah, itu aja…

Pages