Kepsek TK Kartika V Probolinggo Suruh Anak Didiknya Kenakan Pakaian Bercadar Hitam Sambil Tenteng Senjata, Ketua DPR Geram - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Sunday, August 19, 2018

Kepsek TK Kartika V Probolinggo Suruh Anak Didiknya Kenakan Pakaian Bercadar Hitam Sambil Tenteng Senjata, Ketua DPR Geram

 emaspkr.com

BERITA EMAS

 Aksi anak TK bercadar dan 'bersenjata' di pawai budaya peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Probolinggo menuai kritik.Poker88

Pimpinan DPR menyampaikan keprihatinannya dan meminta Mendikbud melakukan evaluasi.Poker88
"Memerintahkan anak di bawah umur memakai cadar hitam dan menenteng replika senjata seperti yang terjadi dalam sebuah karnaval di Probolinggo menjadi kasus yang sangat memprihatinkan," kata ketua DPR Bambang Soesatyo dalam keterangannya, Minggu (19/8/2018).Poker88

Bamsoet, sapaan karibnya, meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy hingga pemerintah daerah melakukan evaluasi. Dia berharap kasus tersebut tak terulang kembali.Poker88

"Untuk itu, Menteri Pendidikan dan semua pemerintah daerah harus memastikan bahwa kasus serupa tidak berulang di kemudian hari," terangnya.Poker88

Bamsoet menyayangkan aksi anak-anak TK yang berpawai sambil memanggul senjata tidak dibenarkan dan tidak mendidik. Kegiatan itu juga dinilai bisa merusak cara berpikir dan pandang anak-anak.Poker88

"Pimpinan DPR sangat menyayangkan kejadian itu. Apa pun alasannya, memperlakukan anak-anak TK dengan cara seperti itu tidak dapat dibenarkan. Perlakuan seperti itu tidak mendidik. Sebagai tontonan pun tidak pantas. Perlakuan seperti itu bisa merusak persepsi anak, karena berpotensi mencabut mereka dari dunia anak-anak," urainya.

Dia juga mengingatkan para guru dan orang tua agar memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menikmati masanya, yakni belajar sambil bermain. Dia minta pawai anak-anak memakai senjata itu jangan sampai terulang kembali.Poker88

"Para orang tua dan guru hendaknya melindungi anak-anak dari berbagai kemungkinan yang bisa merusak cara pikir dan cara pandang anak. Untuk itu, pimpinan DPR mendorong Kementerian Pendidikan dan semua pemerintah daerah untuk memastikan kasus serupa tidak berulang di kemudian hari. Pelibatan anak dalam berbagai kegiatan hendaknya tetap berpijak pada dunia anak yang ceria," imbaunya.

sumber: detik.com

Pages