Manuver-Manuver Prabowo-Sandiaga Yang Patut Diwaspadai - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Friday, August 17, 2018

Manuver-Manuver Prabowo-Sandiaga Yang Patut Diwaspadai


 emaspkr.com

BERITA EMAS

Harus diakui bahwa Prabowo itu seorang politikus kawakan yang sudah banyak pengalaman. Dia juga punya jaringan yang banyak. Dengan jaringan yang banyak, pasti disertai dengan akses khusus yang kita tidak akan tahu sejauh mana dan sedalam mana. Tarik ulur antara Prabowo dengan SBY merupakan satu bukti kepiawaian Prabowo dalam berpolitik. Pemilihan Sandiaga sebagai pendampingnya menghadapi Pilpres 2019 juga merupakan sebuah bukti langkah politik yang sudah diperhitungkan untung dan ruginya. Saya yakin pasti banyak untungnya buat Prabowo ketimbang ruginya. Yang pasti, dengan adanya Sandiaga, urusan logistik dipastikan akan lancar. Masih terbatas, tetapi lancar.Poker88

Bagaimana dengan urusan terkait para ulama yang kemarin dia lewatkan saja. Mereka maunya Prabowo mengikuti hasil ijtimak ulama dalam memilih cawapres. Namun Prabowo lebih memilih Sandiaga. Apakah mereka protes? Demo berjilid-jilid? Ya enggak lah. Bagi Prabowo, itu tak ubahnya sebuah formalitas yang bisa dikondisikan. Buktinya, nggak ada tuh ulama yang protes, apalagi sampai demo berjilid-jilid.
Sementara Sandiaga adalah seorang pengusaha tulen. Dia memang tidak punya kompetensi dan pengalaman banyak di bidang politik dan pemerintahan. Namun, dia mau nurut dengan Prabowo. Dia bersedia kasih modal buat logistik dan kampanye. Sandiaga sangat menolong kesulitan Prabowo. Tanpa campur tangan Sandiaga, Prabowo harus memilih tunduk pada SBY atau tunduk pada Gatot Nurmantyo, yang juga punya modal besar. Dengan adanya Sandiaga, Prabowo bisa berkonsentrasi penuh dalam strategi pemenangannya.Poker88

Hubungan keduanya menjadi simbiosi mutualistis. Saling menguntungkan. Siapa tahu menang kan? Kalau nanti menang, terbuka lah jalan bagi Sandiaga menjadi Presiden RI pada tahun 2024 – 2029. Jangan salah, ini rencana jangka panjang. Sekarang, walaupun masih ada gesekan dengan Partai Demokrat gara-gara isu mahar Rp 500 miliar itu, Prabowo dan Sandiaga terlihat makin solid. Mereka pun sudah mulai bermanuver, bahkan sampai ke depan “gawangnya” Jokowi – Ma’ruf Amin.Poker88

Bertemu 3 Mantan Ketua Umum Partai Golkar

Partai Golkar merupakan salah satu partai yang cukup menjaga komitmennya mendukung Jokowi. Baik sebagai presiden maupun sebagai capres di Pilpres 2019 nanti. Golkar adalah partai yang paling awal mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi buat nyapres di 2019, ketimbang partai-partai lainnya. Mencolek Golkar sama dengan mencolek Jokowi. Ini adalah asumsi yang dipakai oleh Prabowo – Sandiaga.

Oleh karena itu, manuver pertama mereka adalah bertemu dengan 3 mantan Ketua Umum Golkar. Dengan alasan silaturahmi, Sandiaga menyambangi mereka. Pertama adalah bertemu dengan Aburizal Bakrie pada hari Jumat pekan lalu. Kemudian bertemu dengan Akbar Tandjung pada hari Selasa lalu. Kebetulan saat itu Akbar Tandjung sedang merayakan ulang tahunnya ke 73. Dan kemarin Rabu malam, Sandiaga menemui Jusuf Kalla di rumah dinas Wakil Presiden itu. Kali ini, sudah ada Prabowo di sana. Disertai dengan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, pengusaha Aksa Mahmud dan putranya Erwin Aksa.

Bertemu Ketua Umum PBNU

Hari ini, Prabowo dan Sandiaga menyambangi Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj di kantornya. Dalam kesempatan itu Prabowo juga mendapat kartu anggota NU. Menurut KH Said, Prabowo adalah sahabat Gus Dur. Sedangkan Sandiaga sudah otomatis menjadi anggota NU karena mertua dan ibunda Sandiaga adalah NU.

Kami diterima dengan baik oleh Pengurus Besar NU diwakili oleh Ketua Umum, Ketua-ketua lainnya, Bendahara, Sekjen, menyampaikan pemikiran-pemikiran, saran, dan harapan, titipan, kepada kami, saya dan saudara Sandiaga Uno, untuk ke depan fokusnya adalah masalah ekonomi, bagaimana bisa mengurangi kemiskinan, kesulitan rakyat, bagaimana bisa menciptakan satu ekonomi yang lebih adil," kata Prabowo, memaparkan apa yang mereka bahas saat bertemu dengan KH Said dan jajarannya. "Pimpinan NU menaruh harapan, kami sebagai calon presiden dan wakil presiden, kami diingatkan untuk memikirkan dan merumuskan strategi pembangunan yang bisa mengatasi kesulitan-kesulitan itu, tadi ini inti dari pertemuan barusan," imbuh dia. "Saya sangat berterima kasih pada PBNU, saya dari dulu dekat dengan NU, tokoh-tokoh NU, dekat dengan Gus Dur, Hasyim Muzadi, Ketum Said Aqil Siradj, ya sangat bagus, ke depan semoga bisa buat yang terbaik," pungkasnya.Poker88

Kalau ini sih istilahnya tidak “mencolek” lagi, tapi seakan-akan sudah “menyentil” Jokowi – Ma’ruf Amin. Saya yakin pertemuan dengan Ketum PBNU merupakan keputusan yang segera diambil melihat kehebohan yang terjadi karena pernyataan Mahfud MD di ILC dua hari lalu. Kesempatan ini segera dimanfaatkan oleh Prabowo. Semacam ikutan mengambil ikan di dalam empang yang sedang dikuras airnya. Kan lagi keruh tuh, orangnya lagi rame, ikannya juga banyak. Ya udah ikutan aja ngambil, satu dua baskom gede.

Ke depannya, manuver-manuver semacam ini yang patut dibalas oleh koalisi partai pendukung Jokowi – Ma’ruf Amin. Gantian “mencolek” dan “menyentil” mereka di depan gawangnya.

Demikian kura-kura.

(Sekian)

Pages