Tak Terima Neno Warisman Ditolak, Ratna Sarumpaet Bakal Geruduk Mapolda Lampung dan akan mengerahkan masa - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Thursday, August 30, 2018

Tak Terima Neno Warisman Ditolak, Ratna Sarumpaet Bakal Geruduk Mapolda Lampung dan akan mengerahkan masa


 emaspkr.com

BERITA EMAS

Mengkritisi sikap represif aparat kepolisian terhadap aksi berpendapat warga akhir-akhir ini, sejumlah elemen masyarakat Lampung akan gelar demo.

Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung merencanakan ikut demo agar aparat kepolisian tidak represif terhadap rakyat. Aksi rencana ke DPRD dan Polda Lampung, akhir pekan ini.BERITA EMAS

Gunawan Parikesit, koordinator aksi Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) Lampung aksi juga akan mengingatkan pihak kepolisian agar tak bermain politik.

”Kami rencana akan long march ke DPRD dan Polda Lampung,” kata Gunawan Parikesit seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (28/8/2018).

Diperkirakan, ada 800-an massa dari berbagai daerah.

Aksi agar pihak kepolisian tidak represif dan ikut bermain politik.
Demo digelar setelah diskusi publik bertajuk Kembali ke Pancasila dan UUD 45 dengan pembicara utama Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet.

Sebelumnya warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Cinta Damai mendatangi Mapolda Lampung, Selasa, 28 Agustus 2018.
Mereka menolak deklarasi gerakan #2019GantiPresiden yang rencananya digelar di Tugu Adipura, Jumat, 7 September 2018.BERITA EMAS

Mereka juga menolak kedatangan Neno Warisman ke Lampung.

Menurut Ketua Aliansi Masyarakat Lampung Cinta Damai Rubiad, gerakan #2019GantiPresiden ini merupakan upaya politisasi agama dalam Pilpres 2019 dan dapat berimplikasi pada konflik beragama.BERITA EMAS

"Politik Indonesia cenderung memanas pada Pilpres karena diindikasikan masing-masing capres dan cawapres akan melakukan berbagai upaya untuk perebutan kursi kekuasaan," sebut Rubiad.BERITA EMAS

Masih kata dia, kedatangan Neno Warisman dapat memicu konflik dan memecah persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Lampung. 

"Ini tidak lain karena statemen yang disampaikannya terkesan provokasi dan ujaran kebencian. Maka kami menilai masyarakat tidak perlu acara ini," tegasnya.

Pages