Buni Yani: Kondisi di Era Jokowi Sudah Tidak Normal dan harus ganti Presiden kalo tidak saya akan turun tangan - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Friday, September 28, 2018

Buni Yani: Kondisi di Era Jokowi Sudah Tidak Normal dan harus ganti Presiden kalo tidak saya akan turun tangan

 emaspk2.cc

BERITA EMAS

Buni Yani mengklarifikasi pernyataan soal pilihannya mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar terhindar dari hukuman penjara. Buni Yani menilai media salah menangkap maksud perkataannya itu.

“Itu salah dipahami,” kata Buni Yani usai menghadiri acara silaturahmi emak-emak pendukung Prabowo-Sandiaga se-Jawa Barat di gedung Taman Budaya Jabar, Jalan Ir H Juanda, Kota Bandung, Kamis (27/9/2018).

Buni menjelaskan, pernyataannya itu merujuk pada kasus yang membelitnya saa ini, yani soal unggahan video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Buni merasa dikriminalisasi oleh pemerintah Joko Widodo (Jokowi). Dia merasa tak bersalah atas unggahan potongan video Ahok selama 30 detik itu.

“Sudah saya bilang, saya dikriminalisasi rezim Jokowi. Karena Ahok dipenjara, Buni Yani harus dipenjara juga, kan nggak masuk akal. Memang ada hukum seperti itu? Ya kalau memang saya nggak bersalah, kenapa saya harus masuk penjara kalau Ahok masuk penjara. Jadi saya dipaksakan, dicari-cari terus saya punya salah, padahal nggak ada salahnya,” katanya.

“Maksudnya adalah sekarang kondisi ini tidak normal. Kita-kita yang berseberangan pendapat, berseberangan politik dengan Jokowi dikriminalisasi. Dia (Jokowi) melakukan intervensi hukum untuk menjerat lawan-lawan politik. Begitu, lo,” imbuhnya.
Buni menerangkan, pernyataannya soal tak akan dipenjara itu didasari atas keyakinan bahwa jika Prabowo memimpin maka tidak akan melakukan kriminalisasi terhadap siapa pun sebagaimana yang dia alami sekarang ini. Juga, Buni yakin Prabowo akan mengembalikan situasi hukum yang dia anggap tak normal ini.

“Lalu saya mengatakan Pak Prabowo harus menang agar saya nggak masuk penjara, maksudnya adalah Pak Prabowo akan mengembalikan kondisi yang tidak normal ini menjadi kondisi yang normal. Sekarang ini kondisinya abnormal, Jokowi sudah mengintervensi hukum. Ngerti nggak, Kawan-kawan? Jadi jangan dibalik-balik, ya. Itu media Cebong namanya kalau nggak mengerti,” ucapnya.

“Makanya saya bilang, kalau Pak Prabowo nanti menang, dia akan memperbaiki kondisi ini, membalikkan ke dalam kondisi yang normal. Sekarang ini kan kondisinya nggak normal. Jangan kemudian, ‘Oh, Pak Prabowo akan mengintervensi hukum, itu stupid, gitu, lo. Itu kan nggak nangkep poinnya orang,” ujarnya.

Sebelumnya, Buni mengaku siap memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019.

Terdakwa kasus pelanggaran Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) itu diketahui kini masuk ke dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, sebagai anggota tim media.

“Ya tentu (siap memenangkan). Pak Prabowo harus menang, kalau enggak nanti saya masuk penjara 1,5 tahun,” kata Buni di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (24/9/2018) lalu.

Buni pun mengungkapkan salah satu alasan dirinya bergabung dengan tim sukses Prabowo-Sandi adalah untuk melawan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap telah mengkriminalisasi dirinya.

“Itu salah satu langkah saya untuk melawan Jokowi, terpaksa saya harus bergabung ke Pak Prabowo. Karena saya dikriminalisasi,” ucapnya.

Pages