Diskusi Kerap Ditolak, Ratna Sarumpaet: Pelecehan Banget saya tersakiti sekali - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Saturday, September 1, 2018

Diskusi Kerap Ditolak, Ratna Sarumpaet: Pelecehan Banget saya tersakiti sekali


 emaspkr.com

BERITA EMAS
Diksusi yang rencananya menghadirkan Ratna Sarumpaet ditolak di sejumlah daerah oleh sekelompok orang. Selain itu, kepolisian daerah juga tidak memberi izin.

Ratna Sarumpaet pun mengaku tak habis pikir dengan penolakan tersebut, terutama penolakan dari pihak kepolisian.

“Saya juga nggak tahu itu hubungannya apa,” kata Ratna seperti dikutip detikcom, Jumat (31/8/2018).
Ratna kemudian menyinggung pembubaran diskusi di Bangka Belitung. Diskusi itu sedianya akan menghadirkan juga mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung.

“Minggu lalu kan yang sangat terganggu di Surabaya, Riau. Saya adanya di Bangka Belitung kok saya ikut-ikutan diudak-udak polisi,” kata Ratna.

Ratna sangat keberatan diskusi intelektual mendapat perlakuan semacam itu dari aparat. Menurutnya, ini merupakan pelecehan.

“Buat aku diskusi intelektual diperlakukan aparat seperti itu menurut saya pelecehan banget. Aparat tak menghormati proses intelektualitas yang harus dibangun bangsa. Dan itu tugas polisi menjaga,” kata Ratna.

“Tugas polisi diskusi intelektual jangan dibuat ancaman. Belum ngomong kok udah kayak ancaman,” lanjutnya.
Sebelumnya, polisi meminta agar acara diskusi yang rencana akan dihadiri Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet di Palembang, Sumatera Selatan, pada 1 September 2018, ditunda.

“Mereka sampai saat ini belum memberi tahu ada kegiatan maupun minta izin. Dan jika misalnya mereka minta izin sudah saya sampaikan agar sedapatnya ditunda,” kata Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain Adinegara kepada Detikcom, Jumat (31/8/2018).

Zulkarnain mengatakan, acara diskusi yang diprakarsai Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) itu sarat dengan agenda kampanye. Bahkan kegiatan yang akan dilakukan GSI ini dinilai mendiskreditkan pihak tertentu.

“Cara dimaksud memang sudah jadwal kampanye nanti. Kerena nuansa yang mereka lakukan ini sudah ‘kampanye’ dengan mendiskreditkan pihak tertentu,” ujarnya.

Selain itu, Zulkarnain juga mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat untuk tak membuat kegaduhan selama pelaksanaan Asian Games 2018. Apalagi saat sampai hari ini masih banyak atlet, ofisial dan tamu yang berkunjung ke Palembang.

“Disamping itu alasan kami, tolonglah kita sebagai warga negara memiliki rasa tanggung jawab untuk tidak mencederai pelaksanaan Asian Games yang sedang berlangsung sampai 2 September 2018 nanti. Siapa lagi kalau bukan kita warga kota Palembang dan warga rakyat Indonesia untuk memberikan kesan yang baik kepada para atlit, official dan suporter lainnya. Termasuk media asing,” ucap Zulkarnain.

“Kalau mereka memaksakan kehendak, tentu saja ini dikhawatirkan akan terjadi penolakan secara fisik dari pihak yang tidak menyetujui kegiatan dimaksud,” lanjutnya.

Terakhir, Zulkarnain mengatakan Polda Sumsel telah menerima banyak laporan terkait penolakan acara diskusi yang rencananya akan digelar di Hotel The Zuri tersebut.

“Banyak surat yang masuk dan sudah diberikan kepada polisi bahwa cukup banyak elemen pemuda ikut menolak kegiatan dimaksud dengan berbagai alasan. Seperti yang juga telah kami sampaikan, yaitu mencegah adanya kinflik serta masih ada Asian Games,” pungkas Zulkarnain.

Pages