Sadis! Ridwan Kamil Suruh Sandiaga "Ngaca" Gara-gara 15 Gubernur Dukung Jokowi dan kebanyakan nyinyir - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Thursday, September 13, 2018

Sadis! Ridwan Kamil Suruh Sandiaga "Ngaca" Gara-gara 15 Gubernur Dukung Jokowi dan kebanyakan nyinyir

 emaspk1.com

BERITA EMAS

Panik! Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana hati cawapres Prabowo, Sandiaga Uno saat ini.

Bagaimana tidak, sudah banyak berkorban tapi dukungan justru mengalir deras ke kubu lawan.

Terhitung hampir semua gubernur di pulau Jawa mendukung pasangan Jokowi Ma’ruf, yakni Khofifah Indar Parawansa (gubernur Jatim), Ridwan Kamil (gubernur Jabar), Ganjar Pranowo (gubernur Jateng), dan Wahidin Halim (gubernur Banten) yang notabene kader partai Demokrat.

Gubernur di pulau Jawa yang mendukung Prabowo-Sandiaga hanya Anies seorang (gubernur DKI Jakarta).

Dan itupun, nama Anies sudah tercemar di DKI Jakarta, seperti Kali Ciliwung, yang disebabkan oleh banyaknya janji kampanyenya yang belum ditepati.

Seperti rumah DP nol persen, hingga saat ini belum ada kejelasan. OK Oce yang baru berjalan beberapa bulan sudah ada yang bangkrut.

Padahal janjinya akan menampung 200 ribu lapangan kerja loh.

Stadion Persija yang katanya bertaraf Internasional seperti Old Trafford, sampai sekarang belum juga ada perkembangan.

Beberapa kali Sandiaga menemui pihak swasta agar berinvestasi membangun stadion senilai 4,7 triliun rupiah tersebut. Namun sepertinya pihak swasta tidak tertarik merealisasikan janji kampanye Anies-Sandiaga tersebut. Sehingga penyandang dananya saja belum jelas, apalagi realisasinya.

Hal ini yang membuat banyak warga DKI Jakarta akhirnya kecewa kepada Anies.

Dan tentunya akan berpengaruh terhadap perolehan suara Prabowo di Pilpres 2019. Kenapa? Karena yang mengorbitkan Anies adalah Prabowo. Sehingga, secara tidak langsung Prabowo ikut bertanggung Jawab atas kegagalan Anies selama memimpin DKI Jakarta.

Belum lagi Jokowi menang di DKI Jakarta pada Pilpres 2014 yang lalu. Hal ini yang akan semakin menguatkan takhta Jokowi di pulau Jawa.

Terus, apa yang bisa dibanggakan oleh Prabowo-Sandiaga untuk dapat mengalahkan Jokowi? Hampir-hampir tidak ada.

Mau gembar-gemborkan prestasi Prabowo, Prabowo minim prestasi. Begitu juga, mau gembar-gemborkan prestasi Sandiaga selama jadi wagub DKI, nyaris nol, seperti rumah DP nol persen.

Yang ada hanya jurus Bangau, nyinyir kesana-kemari, seperti Prabowo yang kalau bicara lebih banyak pesimis dari pada optimisnya.

Sambil mencari kekurangan dan kesalahan pihak lawan (Jokowi-Maruf), untuk kemudian dikomentari sekenanya agar elektabilitas tidak turun.

Dukungan dari banyak gubernur kepada Jo-Ruf (Jokowi-Ma’ruf) ini menjadi ancaman tersendiri bagi Bo-San (Prabowo-Sandiaga).

Karena, para gubernur pendukung Jokowi tersebut punya power untuk mempengaruh pemilih di daerahnya.

Yang biasanya para pendukung gubernur akan ikut mendukung capres/cawapres yang didukung oleh gubernur pilihannya.

Sehingga, Sandiaga ketakutan. Jangan-jangan uang 1 triliun yang diberikan kepada PKS dan PAN sebagai mahar pencawapresannya terbuang sia-sia, karena kalah di Pilpres 2019.

Karena itulah, Sandiaga menghimbau kepala daerah yang mendukung Jokowi agar tidak turut serta dalam memenangkan pasangan Jo-Ruf.

Sandiaga beralasan para kepala daerah yang terpilih telah melakukan proses pilkada yang melelahkan, karena itu tidak perlu diperpanjang hingga ke Pilpres. Hahaha

"Mereka justru harus persatukan dan memastikan agenda pembangunan khususnya ekonomi yang sedang turbulensi ini tidak terganggu. Pilpres itu semua masyarakat punya referensinya, dan punya jalan yang panjang 7,5 bulan. Kalau semua memikirkan Pilpres, siapa yang akan bangun daerah?" kata Sandiaga (11/9).

Sandiaga memang lucu.

Ridwan Kamil kemudian menanggapi nyinyiran Sandiaga tersebut dengan nada sindiran yang bila diresapi akan sakitnya tu di sini.

Kang Emil menegaskan, dukungannya kepada presiden Jokowi tidak menyalahi aturan.

Mantan walikota Bandung tersebut meminta agar Sandiaga tidak usah mempermasalahkan kepala daerah mendukung capres di Pilpres 2019.

Menurut kang Emil, apa yang dilakukan Sandiaga bertolak belakang dengan apa yang dilakukannya saat Pilkada serentak 2018.

Saat masih menjabat sebagai Wagub DKI Jakarta, Sandiaga justru aktif terlibat mendukung cagub di sejumlah wilayah yang diusung oleh Gerindra.

Dan kang Emil meminta agar Sandiaga berkaca.

"Ya bercermin saja lah, pak Sandiaga Uno waktu Pilgub Jateng kampanye untuk Sudirman Said, di Jabar Pak Sandiaga Uno kampanye untuk pasangan Asyik (Sudrajat-Syaikhu)," kata kang Emil usai menghadiri acara di Mapolda Jabar, Kota Bandung (12/9).

Kang Emil juga menjelaskan bahwa hal yang tidak boleh dilakukan oleh kepala daerah adalah mendukung pasangan capres/cawapres dengan membawa nama institusi atau pun kewilayahannya.

Kalau mendukung capres/cawapres adalah hak politik pribadi.

"Selama tidak melanggar UU tidak ada masalah. Itu hak politik pribadi kan. Yang gak boleh itu bawa-bawa institusi, bawa-bawa gubernur, bawa-bawa kewilayahan. Sebelum memberikan statement berkaca kepada pengalaman pribadi," ujar kang Emil.

Selamat kepada Sandiaga, sudah diskakmat kang Emil.

Janga lupa, sesudah pakai lip balm berkaca dulu, agar ke depannya gak diskakmat pula sama ibu Khofifah.

Pages