Sampah Menggunung Di Jakarta, Bikin Warga Hilang Nafsu Makan! Di Bekasi….. Ah Sudahlahhh…. - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Sunday, September 23, 2018

Sampah Menggunung Di Jakarta, Bikin Warga Hilang Nafsu Makan! Di Bekasi….. Ah Sudahlahhh….



BERITA EMAS
Beberapa hari tidak menulis tentang kondisi Jakarta. Apa kabar Jakarta? Masih bingung menentukan siapa yang akan menduduki kursi panas yang ditinggalkan Sandiaga Uno? Yang katanya salah satu calonnya adalah eks koruptor? Yang gubernurnya sendiri nggak mau ikut campur. Berasa jago ngurusin satu provinsi sendirian gitu dia sanggup ya. Padahal ada keluhan soal sampah menggunung yang berbau busuk nih.

Lokasinya di bawah jalan tol. Coba kalau jalan tol yang dilewati peserta Asian Games waktu itu, bisa malu bangeeet. Ini sih yang lokasinya di Jakarta Utara. Tepatnya di bawah kolong tol Jalan Sungai Bambu VIII, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ini saya aja sambil nulis kok berasa ada bau-bau busuk sampah ya. Saking terkontaminasi oleh foto-fotonya. Dilansir tribunnews.com, banyaknya volume sampah di bawah kolong tol Jalan Sungai Bambu VIII menyebabkan tumpukan sampah yang menggunung dan menutupi akses jalan. Waktu awak media memantau pada pukul 9 pagi, penumpukan sampah terjadi karena belum datangnya truk pengangkut sampah. Sampah menggunung sekira 3 meter dan menyebabkan aroma yang tidak sedap.
Penumpukan sampah juga terjadi karena karena bukan hanya warga Sungai Bambu yang membuang sampah. Akan tetapi warga Kebon Bawang dan Warakas juga turut membuang disana. Pendi yang merupakan petugas sampah RT dari Kebon Bawang juga turut membuang sampah di Jalan Sungai Bambu VIII. "Saya sehari bisa tiga kali sehari kesini, biasanya kalau pagi. Kalau sore saya ke Jalan Bugis" ujar Pendi.

Edi Mulyana, driver pengangkut alat berat (Sopel) dari Suku Dinas Kebersihan Tanjung Priok menyatakan bahwa seringkali truk memang terlambat datang. "Biasanya jam segini (jam 9 pagi) saya sudah masukkin (angkut) sampah buat empat atau 5 mobil, ini mobil nya belum datang," ujar Edi. Menurut Edi, Jalan Sungai Bambu sebenarnya bukanlah tempat pembuangan sampah seperti sekarang ini. "Ini sebenarnya bukan tempat sampah, tapi ya karena kebiasaan warga numpuk sampah disini lama-lama banyak yang ikutan. Jadinya ya sekarang seperti ini," ujar Edi. Ia mengatakan semakin banyak warga yang membuang sampah di sana. Selain banyaknya sampah yang menggunung, hal tersebut juga mengundang pemulung mendirikan lapak di area sekitar tempat sampah. Para pemulung itu bukan warga sekitar lokasi. Mereka tiba-tiba saja berdatangan dan mendirikan lapak di sana. Mungkin karena daya tarik sampah sebagai sumber mata pencaharian mereka.
BERITA EMAS
Bagaimana dengan pihak Pemprov DKI Jakarta? Pihak Kelurahan setempat sudah sering meminta warga untuk tidak membuang sampah di sana. "Kita sudah sering lakukan mediasi disana, tapi memang warga yang masih membuang sampah disitu," ujar Riadi Bisowarno, Kepala Seksi Pemerintahan di Kelurahan Sungai Bambu. Pihak dari Dinas Kebersihan selalu berjaga untuk membersihkan sampah yang menumpuk. Tapi karena volume sampah yang terlampau banyak, truk yang disiapkan tidak bisa menampung keseluruhan sampah yang ada di bawah Kolong Tol. Saat ini, Riadi Bisowarno belum bisa memastikan kapan Kolong Tol Jalan Sungai Bambu VIII bisa dibebaskan dari tumpukan sampah.

Tumpukan sampah berbau busuk ini sangat mengganggu warga setempat. Misalnya Suratmi yang tinggal di rumah kontrakan di Jalan Sungai Bambu VIII, persis di depan tumpukan sampah. Suratmi merasa ternganggu semenjak area bawah kolong tol di seberang rumahnya menjadi tempat pembuangan sampah. "Tiap hari mencium bau begini ya mau bagaimana, kadang makan aja sampai nggak nafsu, nggak enak makannya karena bau," ujar Suratmi. Menurutnya petugas kebersihan dinilai lamban dalam membersihkan tumpukan sampah tersebut. "Ini kadang sampai numpuk dulu baru diangkut. Sampai baunya ngak enak banget. Kadang tengah malam baru di amgkut," ujarnya.

Hayo, mana sang gubernur santun kita yang harusnya bisa mengajak masyarakat tidak membuang sampah di tempat ini. Karena memang bukan tempat menumpuk sampah. Katanya sudah menyiapkan tempat sampah itu yang diimpor dari Jerman. Atau beli lagi lebih banyak. Punya APBD lebih dari Rp 70 triliun kok masih punya tumpukan sampah di bawah kolong tol? Bikin dong sosialisasi cara buang sampah yang baik dan benar. Atau kasih sanksi yang berat. Masak didiamkan saja sih. Sampai kapan? Sampai tumpukan sampah mencapai jalan tol di atasnya?
BERITA EMAS
Sementara Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sudah punya visi dan program buat urusan sampah ini. Waktu dia mendatangi area tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Ridwan Kamil sudah memaparkan programnya. Solusi jangka pendeknya kata Kang Emil, dia akan menyiapkan program pengolahan sampah berbasis wilayah. "Mengelola sampah berbasis wilayah, sehingga di setiap tempat ada pengolahan sampah. Tidak semua terpusat di satu titik. Kalau pun harus mencari lokasi baru, harus ada kesepakatan bersama. Artinya kita harus duduk bersama dengan pemerintah Jakarta dan pemerintah kota/kabupaten," tutur Kang Emil, Sementara itu, dia juga akan menyiapkan program edukasi untuk para warga. Warga Jabar akan didorong untuk mengelola sampah dengan melakukan pemisahan sampah sejak dari rumah. Program Zero Waste bertujuan agar sampah yang sampai ke TPST tidak terlalu banyak. Sebagian sampah juga akan diolah menjadi energi. "Harus menjadi program waste to energy, itu menjadi sebuah keharusan, seluruh dunia sudah melakukan. Yang tempatnya bisa memisahkan plastik atau sampah menjadi bio fuel," jelasnya. Siyaaap, Kang!

Gubernur DKI Jakarta mana suaranya??

Pages