Tutupnya Gerai OK OCE Sandiaga Uno Salahkan Kondisi Ekonomi. Bagaimana Bisa Menjadi Cawapres? - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Thursday, September 6, 2018

Tutupnya Gerai OK OCE Sandiaga Uno Salahkan Kondisi Ekonomi. Bagaimana Bisa Menjadi Cawapres?


 emaspk1.com

BERITA EMAS

Beberapa gerai OK OCE Mart banyak yang sudah ditutup. Sayangnya, ini tidak menjadi refleksi Sandiaga untuk merenungkan idenya untuk menembus nasional. Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno menyalahkan kondisi ekonomi saat ini.Dia mengungkapkan penyebab adalah kondisi bisnis dan ekonomi saat ini sedang stagnan.

Sandiaga menjelaskan ditutup OK OCE Mart ini karena omzet yang turun secara drastis. Serta pengelolaannya belum bisa menghadirkan satu terobosan untuk omzet mereka. Sandiaga mengakui, dalam berbisnis pasti ada pasang surutnya. Dengan menunjukan tutupnya OK OCE ini, Sandiaga ingin mengajarkan kepada masyarakat agar bisa gambling.
Sayangnya, dalam dunia yang dianut oleh Jokowi tidak seperti. Dengan Kita perlu membandingkan program DKI Jakarta yang dibawa Jokowi ke nasionl. Saya masih ingat saat itu, Jokowi membuat Kartu Jakarta Pintar (KIP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) menasional. Dua program itu menjadi program unggulan Jokowi.

Program tersebut tidak membuat masyarakat ragu dan gambling. Di mana pemerintah pusat memiliki data siapa saja penerima dua program tersebut. Lalu, anggarannya menggunakan anggaran pemerintah pusat. Sistemnya sangat jelas kalau seperti.

Saya tahu kalau Sandiaga ini berlatar belakang pengusaha. Dalam hitungan pengusaha jelas ada untung dan rugi. Saya melihat ada yang diuntungkan dari program OK OCE yang Sandiaga tawarkan. Tidak murni demi kepentingan rakyat. Saya sendiri masih sangat bingung dengan konsep OK OCE ini seperti apa. Sandiaga hanya menjelaskan kata-kata yang manis terkait OK OCE.
BERITA EMAS
Saya hanya menangkap program itu untuk membuat masyarakat untuk berwirausaha. Sedangkan, dalam dunia usaha yang dibutuhkan modal dan pemasaran yang baik. Dua hal itu sudah dicukupi oleh Jokowi. Sandiaga hanya mengubah konsep ekonomi kerakyatan yang Jokowi miliki dengan nama yang mudah diingat.

Selanjutnya, masalah keadaan ekonomi di Indonesia. Walaupun saat ini dollar naik, tingkat konsumsi masyarakat di Indonesia masih sangat tinggi. Pada periode kedua, jumlah penjualan ritel di Indonesia meningkat. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2018 sebesar 5,27 persen secara tahunan.

Meningkatnya laju ekonomi terutama didorong oleh konsumsi rumah tangga yang akhirnya mampu tumbuh 5,14 persen. Pada kuartal-kuartal sebelumnya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi sempat melambat di bawah 5 persen. Dari data tersebut bukan masalah perekonomian di Indonesia yang buruk.
BERITA EMAS
Kita perlu mengingat kembali bagaimana OK OCE Mart pertama diresmikan. OK OCE pertama berada di Cikajang, Jakarta Selatan. Minimarket minimalis ini bertujuan menjaring pengusaha kecil yang lahir dari program OK OCE. Bahkan untuk mempromosikan minimarket terbarunya Sandiaga tidak ragu untuk menjanjikan bahwa minimarketnya akan menjual 10% lebih murah dari minimarket lainnya.

Namun, OK OCE Mart ini tidak ubahnya seperti minimarket yang lainnya. OK OCE adalah kapitalisme terselubung yang ingin menghegemoni sejumlah pedagang kali lima dan toko grosir di masyarakat. Apalagi, kita sama-sama mengetahui kalau minimarket ini menjadi pesaing dari pasar tradisional di Indonesia. Haruskah hal ini terjadi?

berapa modal dan kemampuan finansial yang dimiliki oleh pemilik OK OCE Mart? Biaya pembuatan tokonya memang murah, tetapi dengan melakukan promosi 10 – 15% lebih murah dari minimarket lainnya adalah ‘statement of war’. Melakukan promosi dengan menggunakan banting harga adalah trik marketing yang paling mudah dalam sejarah bisnis dunia.

Mengapa banyak orang masih membeli barang dari PKL sementara banyak toko-toko bagus di pinggir jalan? Jawabannya tentu harga yang lebih murah. Mari kita berkaca dari Taxi Online yang baru saja dibantai dengan peraturan pemerintah. Sekuat apakah OK OCE Mart untuk bersaing di dunia ritel modern Indonesia?
BERITA EMAS
OK OCE harus diakui seperti bisnis ritel. Saat ini, ada 50 bisnis ritel yang tutup dan mengubah konsep berbisnisnya. Dengan fakta seperti ini, OK OCE adalah konsep bisnis yang suatu hari bisa tergusur karena berkembangnya era teknologi di Indonesia. Para anak muda menyukai bisnis starup dengan basis digital. Jadi apakah OK OCE hisa mengambil ruang anak muda?

Berbicara masalah dunia usaha, modal OK-OCE Mart cukup besar yaitu sekitar Rp 200 juta. Uang sebesar itu sudah dilengkapi dengan kontainer yang sudah dimodifikasi termasuk barang dagangannya. Adapun syarat jika ingin memiliki OK-OCE Mart adalah memiliki lahan, memiliki domisili, memiliki Surat Keterangan Usaha dari pihak kelurahan, NPWP, menandatangani akte kemitraan di notaris dan investasi sebesar Rp 200 juta. Cukup mahal bukan? Jadi apakah ini membangun ekonomi kerakyatan?

Pages