Hanum Rais: Ratna Sarumpaet adalah Cut Nyak Dien dan Kartini Masa Kini - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Thursday, October 11, 2018

Hanum Rais: Ratna Sarumpaet adalah Cut Nyak Dien dan Kartini Masa Kini

 emaspk3.info


BERITA EMAS

Putri Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais, menyebut jika aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Ratna Sarumpaet adalah Cut Nyak Dien dan Kartini masa kini.

Dalam akun Instagramnya, @hanumrais, pada Selasa (3/10/2018), ia mengunggah sebuah video yang menunjukkan dirinya sedang berjalan bersama Ratna Sarumpaet.

"Saat ini saya bersama Bunda Ratna Sarumpaet, saya bisa merasakan, beliau buat saya adalah Cut Nyak Dien masa kini, Kartini masa kini adalah Bunda Ratna Sarumpaet dan mungkin Bunda Neno Warisman,"

"Dan mudah-mudahan mengilhami ribuan Neno Warisman dan juga Ratna Sarumpaet di Indonesia, salah satunya mudah-mudahan saya jadi bagian dari perjuangan ini ya, bunda," ucapnya sambil merangkul pundak Ratna.Hanum pun juga sempat terisak ketika mencurahkan isi hatinya itu.

Dalam unggahan yang diberi judul "SAHABAT DAN INSPIRASI KEBERANIAN" itu, ia sangat menyayangkan atas kekerasan yang diduga menimpa Ratna.

Ia juga menganggap tindakan itu sama seperti melanggar perintah Tuhan untuk menghargai ibu dan perempuan, serta meninggikan derajatnya.


Sepulang mengisi acara bedah buku #iamsarahza dan film #hanumrangga di kampus STIE Ahmad Dahlan, saya dan suami @rangga_alma menyempatkan meluncur menengok keadaan Bunda Ratna Sarumpaet @rsarumpaet.

Saya tdk bisa membayangkan tgl 21 September lalu, bagaimana ia dipaksa keluar dari taksi, kemudian kepalanya dihantamkan ke jalan lalu mengalirlah aniaya demi aniaya bertubi tubi di wajah beliau.

Semua dilakukan oleh mereka yang ketika melakukannya, sesungguhnya mereka tengah menyiksa ‘ibu’ mereka juga.

Sebuah perintah biadab menganiaya seorang ibu telah mengalahkan perintah agung Allah untuk menghargai ibu dan perempuan, serta meninggikannya.

Bu Ratna, andalah Tjoet Nya’Dien masa kini. Andalah pendekar wanita sejati
.
Ancaman jika dirimu terus ‘bersuara’ atau melapor, maka anak dan cucu adalah tebusannya, sempat membuatmu luruh dalam kebimbangan berjuang.

Namun, anak dan cucumu telah berbisik padamu, “Ibu, lanjutkan perjuangan.

Bismillah Allah bersama Ibu dan kita”, segera membuatmu bangkit dan berkisah penggal maut yang hampir menghampir.

Saat hari peringatan anti kekerasan dunia pada hari ini, justru sebagian mereka memperingatinya dengan menghunus kekerasa pada wanita, ibu, nenek berusia 70 tahun!
.
Kami yakin, satu dua Ratna dan Neno dibiadabi, akan menumbuhkan ribuan Ratna dan Neno yang siap membersamai" tulis Hanum.


Di akun Twitternya, @hanumrais, pada Selasa (2/10/2018), penulis ini juga mengungkapkan bahwa ia tidak akan berani melapor pada pihak berwajib (jika jadi korban kekerasan) kalau anak dan cucunya terancam akan dihabisi.

Ia pun juga mempertanyakan tentang keadilan hukum di negeri ini.

"Jika saya jadi beliau, mana berani melapor pada berwajib jika diancam diintimidasi anak dan cucunya akan dihabisi?

Perempuan, 70 tahun, mgkn jika dia yang binasa tak masalah, tapi bagaimana jika generasinya?

Wahai negara, masih adakah keadilan hukum di negeri ini?" cuit Hanum.


Pages