Polda Jatim Kirim Surat Pencekalan Ahmad Dhani - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Sunday, October 21, 2018

Polda Jatim Kirim Surat Pencekalan Ahmad Dhani


 emaspk3.info

BERITA EMAS

 Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengaku telah mengirimkan surat permohonan pencekalan terhadap musisi Ahmad Dhani ke Kanwil Imigrasi Surabaya. Permohonan pencekalan tersebut terkait dengan kasus pencemaran nama baik.

“Diajukan surat permohonan dari polda (Jatim) ke kanwil imigrasi Surabaya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, seperti dilansir detikcom, Minggu (21/10/2018).

Dedi pun membenarkan surat yang diajukan Polda Jatim itu terkait kasus pencemaran nama baik yang menjerat Dhani. “Ya betul,” ujar Dedi.
BERITA EMAS
Sementara itu pengacara Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian, menilai permohonan pencekalan terhadap Dhani sebagai tindakan yang berlebihan. Aldwin pun meminta kepolisian bersikap profesional terhadap kliennya.

“Menurut saya agak berlebihan dari kepolisan karena pencekalan itu kan didasari posisi Mas Ahmad Dhani atas tersangka tuduhan pasal 27 ayat 3 ya,” kata Aldwin kepada detikcom, Minggu (21/10/2018).

Aldwin menjelaskan, Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2008 jo Pasal 45 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU ITE) belum jelas posisinya terhadap kasus tersangka Ahmad Dhani.
“Karena dalam video itu kan posisinya tidak ada penyebutan nama subjek atau siapapun yang ditujukan Mas Dhani, jadi menurut saya, saya meminta sikap profesional dari kepolisian jangan juga bertindak berlebihan ya,” ucapnya.
BERITA EMAS
Aldwin kemudian membandingkan kasus yang menjerat Dhani dengan perkara lainnya. Menurut Aldwin banyak kasus yang sudah jelas duduk perkaranya namun tidak diberi perhatian lebih oleh kepolisian.

“Saya membandingkan begini, kenapa posisi Ade Armando yang jelas-jelas melakukan penodaan agama yang pernah di-SP3 terus oleh LBH di-praperadilan-kan dan diputuskan oleh pengadilan untuk kembali menjadi tersangka, itu selama hampir 1 tahun tidak diproses kembali oleh kepolisian? Nggak malah (dicegah ke luar negeri),” ujarnya.
Aldwin berharap polisi dapat bersikap adil dan profesional terhadap setiap kasus terutama di tahun politik saat ini. Jangan sampai sikap kepolisian yang tidak profesional menimbulkan adanya keberpihakan yang dilakukan oleh polisi dalam menangani suatu kasus.
BERITA EMAS
“Jangan sampai kepolisian yang seharusnya profesional ini di mata masyarakat, ada penilaian nantinya dipengaruhi oleh faktor variabel lain, nah ini tidak dikenal dalam sistem hukum pidana di kita. Karena misalkan faktor variabel itu dipengaruhi oleh penguasa atau kekuasaan ini tidak boleh, atau variabel yang tergantung siapa yang lapor dan siapa yang dilaporkan. Artinya perlakuan tidak boleh dilakukan oleh kepolisian yang sudah punya promoter,” imbuhnya.
Kendati demikian, Aldwin memastikan kliennya akan bertanggung jawab terhadap kasus ini.

“Dia kan warga negara yang taat hukum, kemarin kan teknis saja nggak bisa hadir (di panggilan pertama). Semua dilalui, proses pengadilan yang di Jakarta itu dengan tuduhan perkara yang lain kan dia lalui,” ucapnya.
BERITA EMAS
Selain itu Aldwin juga mengatakan, dalam waktu dekat ini Dhani tidak memiliki agenda ke luar negeri. Meski mendadak ke luar negeri, hal itu untuk melakukan ibadah umrah.

“Kalau yang sangat-sangat bisa mendadak itu hanya agenda umrah saja, di luar itu agenda-agenda yang mendadak ke luar negeri tidak ada,” katanya.
Dhani memang telah menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan ahli bahasa.

“Dalam kasus yang berujung pada pelaporan itu, kami sudah memeriksa beberapa ahli bahasa, ahli lain, saksi-saksi juga. Kami telah menetapkan yang bersangkutan (Ahmad Dhani) sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera dalam jumpa pers di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (18/10/2018).
BERITA EMAS
Kasusnya adalah ujaran Dhani yang termuat di video Facebook. Saat itu Dhani, yang berada di Hotel Majapahit Surabaya, hendak menghadiri deklarasi tagar 2019 ganti presiden pada Minggu, 29 Agustus 2018. Namun dia dihadang oleh sejumlah anggota Koalisi Bela NKRI, sehingga Dhani harus tetap berada di hotel. Saat itulah dia menyampaikan ujarannya. Dalam videonya, Dhani diduga menyebut orang-orang yang menghadangnya idiot.

“Ini yang mendemo, yang demo ini yang membela penguasa. Lucu, lucu. Ini, ini idiot-idiot ini, idiot-idiot ini. Mendemo, mendemo orang yang tidak berkuasa,” ucap Dhani dalam video itu.

Pages