Sekali Lagi Mangkir, Ahmad Dhani Terancam Dijemput Paksa - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Tuesday, October 23, 2018

Sekali Lagi Mangkir, Ahmad Dhani Terancam Dijemput Paksa

 emaspk3.info

BERITA EMAS

Polri bakal bersikap tegas terhadap musisi Ahmad Dhani yang dinilai kurang kooperatif dalam pemanggilan oleh penyidik.

Apabila pada panggilan kedua nanti, Dhani kembali mangkir, dia akan dijemput paksa.
Menurut Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Dhani dijadwalkan akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik pada Selasa (23/10) hari ini di Polda Jawa Timur.

“Apabila dalam panggilan kedua saudara AD tidak datang maka penyidik punya kewenangan secara paksa saudara AD untuk dimintai keterangannya statusnya sebagai tersangka,” ujar Dedi ketika dikonfirmasi, Senin (22/10)

Dia pun menegaskan, penyidik sudah bekerja maksimal dalam kasus itu. Dedi juga membantah telah ada kriminalisasi.Dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka, penyidik, kata Dedi, sudah mempunyai minimal dua alat bukti.

Selain itu, penyidik juga sudah memeriksa para ahli dan dinyatakan bahwa perbuatan mantan suami Maia Estianty ini melawan hukum.
“Berdasar fakta yuridis yang sudah dikaji oleh penyidik. Penyidik juga sudah memeriksa alat bukti yang ada dan juga memeriksa beberapa ahli, ahli bahasa, ahli pidana, dan mengumpulkan beberapa alat bukti lain sebagai pendukung sehingga perbuatan itu terbukti melawan hukum,” katanya.Sebelumnya,  Dhani ditetapkan menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik. Dhani menjadi tersangka setelah polisi memeriksa ahli bahasa dan saksi-saksi.

Kasusnya bermula dari ujaran Dhani yang termuat di video Facebook. Saat itu Dhani, yang berada di Hotel Majapahit Surabaya, hendak menghadiri deklarasi tagar 2019 ganti presiden pada Minggu, 29 Agustus 2018.

Namun, dia diadang oleh sejumlah anggota Koalisi Bela NKRI, sehingga Dhani harus tetap berada di hotel.

Saat itulah dia menyampaikan ujarannya. Dalam videonya, Dhani diduga menyebut orang-orang yang mengadangnya idiot. 

Pages