Tak Cukup dengan Minta Maaf, Gus Ipul Nilai Ratna Layak Masuk Penjara - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Thursday, October 4, 2018

Tak Cukup dengan Minta Maaf, Gus Ipul Nilai Ratna Layak Masuk Penjara

 emaspk3.info

BERITA EMAS

 Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf menilai Ratna Sarumpaet telah membuat kebohongan yang luar biasa. Dia berharap proses hukum tetap dilanjutkan meski aktivis perempuan berusia 70 tahun itu telah meminta maaf.

Bagi dia, Ratna Sarumpaet layak masuk penjara. Ratna harus mempertanggungjawabkan kebohongan yang telah dia perbuat secara hukum. Tak cukup rasanya jika hanya berakhir dengan permohonan maaf.
Saya kira Ratna layak masuk penjara. Dia telah menebarkan hoaks yang luar biasa dan menipu masyarakat serta menipu banyak tokoh negeri ini,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul itu pada awak media di Surabaya, Rabu (3/10/2018).

Gus Ipul menambahkan, proses hukum ini juga bertujuan untuk memberi efek jera bagi siapapun, terutama bagi yang sudah dianggap pemimpin oleh masyarakat, untuk tidak mudah mengumbar kebohongan dengan tujuan politik.

“Ratna harus bertanggung jawab, syukur-syukur kalau polisi segera menetapkan tersangka karena membuat gaduh di tengah negeri ini dalam suasana berduka,” imbuh mantan Ketua Gerakkan Pemuda (GP) Ansor ini.
Gara-gara drama kebohongan yang dibuat Ratna, elit politik negeri ini hampir saja bertikai. Masyarakat pun dibuat gaduh dan saling serang di media sosial.

Awalnya, kebohongan ini menyasar penguasa dan menuduh negara telah membiarkan tindak kekerasan yang melanggar HAM. Ujung-ujungnya, kebohongan ini pada akhirnya merugikan elit lainnya yang telah membela mati-matian kebohongan yang dibuat Ratna.
Bagi Gus Ipul, hal ini jika dibiarkan sangat berbahaya bagi generasi ke depannya.

“Menurut saya ini berbahaya sekali. Maka itu sebagai pelajaran generasi yang akan datang perlu dilakukan proses hukum yang cepat karena telah membuat gaduh. Yang salah harus dihukum,” tegasnya.

Drama kebohongan Ratna Sarumpaet berawal pada sebuah foto yang menyebar di media sosial. Foto tersebut memperlihatkan wajah Ratna Sarumpaet yang lebam.

Gayung bersambut, sejumlah tokoh oposisi dari tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kemudian bersuara keras untuk membela Ratna. Mereka bahkan menuding pemerintah telah melakukan pembiaran.

Namun, setelah beberapa hari publik dibuat gaduh dengan isu ini, pada Rabu (3/10/2018) sore, Ratna muncul ke publik dan mengakui jika dirinya telah berbohong. Mukanya penuh benjolan ternyata bukan akibat penganiayaan, tapi bekas operasi sedot lemak.

Pages