Gerindra: Jangan-jangan Cuma Pak Ma’ruf Amin yang Enggak Buta, Tuli dan Bisu - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Sunday, November 11, 2018

Gerindra: Jangan-jangan Cuma Pak Ma’ruf Amin yang Enggak Buta, Tuli dan Bisu


 emaspk3.info

BERITA EMAS

artai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menanggapi pernyataan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 Ma’ruf Amin soal prestasi yang sudah berhasil ditorehkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di masa pemerintahannya.

Ma’ruf menyebut orang sehat bisa melihat jelas prestasi yang dibuat Jokowi selama memimpin, kecuali orang budek yang tidak mau mendengar informasi dan orang buta yang tidak mau melihat realitas kenyataan.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyesalkan pernyataan Ma’ruf Amin tersebut. Menurut Arief, sebagai ulama besar, Ma’ruf mestinya bisa dijadikan sebagai tauladan bagi masyarakat Indonesia. Terlebih tidak sedikit yang kecewa dengan pemerintahan Jokowi.

“Masya Allah. Ma’ruf Amin yang merupakan panutan umat sampai mengatakan mayoritas orang Indonesia buta tuli dan bisu,” kata Arief melalui pesan elektronik kepada RMOL, Sabtu (10/11/2018).

Arief menyarankan agar Ma’ruf tidak terlalu banyak mengumbar pernyataan yang kontradiktif ke publik. Sebab, kerap kali pernyataan dari elite justru mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Terkadang kita perlu bersikap ‘pura-pura tidak tahu’ atau ‘pura-pura tidak dengar’, apalagi demi menjaga persatuan dan kedamaian. Bila semua yang ketahui selalu kita ungkapkan, maka seringkali ada hati yang tersakiti dan masalah semakin bermunculan,” ujar Arief.

Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) BUMN Bersatu itu pun kemudian menyinggung sejumlah janji yang disampaikan Jokowi semasa kampanye Pilpres 2014 lalu. Menurutnya, banyak janji tersebut tak kunjung diwujudkan hingga kini.

Arief mencontohkan, janji Jokowi yang tidak akan berutang ke luar negeri. Pada kenyataannya, utang luar negeri pemerintah Jokowi justru kian membengkak. Itu pun dampaknya tidak sebanding dengan pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan.

“Dibangun jalan tol memang betul, tapi mayoritas masyarakat tidak menikmati. Karena masyarakat mayoritas enggak sanggup beli mobil,” katanya.
Janji Jokowi lainnya, yakni terkait pertumbuhan ekonomi. Menurut Arief, pada awal pemerintahan, Jokowi sempat sesumbar akan menjadikan pertumbuhan ekonomi naik hingga mencapai tujuh persen. Namun pada kenyataannya, sampai empat tahun pemerintahannya, hal itu tak juga terwujud.

“Kok ini cuma 5 persenan,” ucapnya.

Tak sampai di situ, Arief juga mengkritisi Ma’ruf yang dengan bangga menjelaskan tentang pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Jokowi di Papua. Padahal Indonesia bukanlah hanya Papua.

“Coba lihat di Banten, Bogor masih banyak jembatan dari kayu dan sekolahan mau pada rubuh,” ungkapnya.

Adapun satu-satunya prestasi yang ditorehkan pemerintahan Jokowi, kata Arief, hanyalah lapangan pekerjaan dari sektor informal. Itu pun pekerjaan yang memaksa masyarakat untuk bertaruh nyawa. Mereka harus dihadapkan dengan ancaman bahaya kecelakaan kerja.

“Seperti driver online, pengemudi ojek online di setiap kota-kota. Dan kuli-kuli bangunan karena infrastruktur yang dibiayai utang dari Tiongkok diharuskan pakai tenaga kerja dari Tiongkok,” urainya.

Atas dasar itu, Arief pun menyindir, barangkali Ma’ruf Amin lah yang tidak peka dengan keadaan nyata dari ekonomi bangsa maupun masyarakat saat ini.

“Jangan-jangan cuma Pak Ma’ruf yang enggak buta, tuli dan bisu. Karena kelimpahan rejeki banyak selama Kang Mas Joko Widodo mimpin. Sedangkan mayoritas masyarakat buta dan tuli serta bisu karena sudah pusing sama sembako yang masih tinggi, listrik mahal dan susah cari kerjaan dan usaha,” ujar Arief.

Pages