Jokowi: Kalau Buat Isu yang Cerdas Gitu lho, Isu Gak Masuk Akal Dilempar - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Sunday, November 4, 2018

Jokowi: Kalau Buat Isu yang Cerdas Gitu lho, Isu Gak Masuk Akal Dilempar


 emaspk3.info

BERITA EMAS

Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir lawan politiknya yang kerap melontarkan isu bohong mengenai dirinya.

Salah satu isu yang masih beredar sampai saat ini di media sosial antara lain mengenai tuduhan Jokowi merupakan kader Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Kalau buat isu yang cerdas gitu lho. Isu-isu enggak masuk akal dilempar. Tapi ada yang percaya itu. Coba lihat di medsos,” kata Jokowi saat menghadiri deklarasi dukungan dari Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (3/11).

Jokowi di berbagai kesempatan sudah membantah isu tersebut. Menurutnya, isu itu tidak masuk akal. Sebab, kata dia, PKI sudah dibubarkan pada 1965, sedangkan dirinya baru lahir pada 1961.

Ditambah lagi, ada gambar yang mirip dirinya saat Ketua Umun PKI DN Aidit tengah berpidato.

“Masa ada PKI balita. Ini lihat ada gambar saya. Ini Ketua PKI DN Aidit itu pidato tahun 1955, saya lahir saja belum. Kok sudah mendampingi dia coba. Tapi kok ya mirip gitu. Astaghfirullah. Tapi ada yang percaya,” terang Jokowi.

Selain soal PKI, Jokowi juga menepis isu yang menyebut dirinya sebagai antek asing dan aseng.

“Bagaimana bisa antek asing Blok Rokan dikelola Chevron berapa puluh tahun sekarang dipegang Pertamina 100 persen, Blok Mahakam 100 persen juga milik Pertamina,” ucap Jokowi.

Ia pun mempertanyakan adanya tudingan tersebut. Pasalnya, kata Jokowi, di masa pemerintahannya sejumlah ladang migas berhasil dikuasi dari pihak asing. Misalnya Blok Rokan, Blok Mahakam, dan tambang Freeport.

“Dipikir 3,5 tahun merebutkan ini mudah? Nggak ada ditekan (dari) kanan kiri atas bawah? Kalau nggak ada tekanan ya dari dulu sudah dapatkan. Ini sesuatu tak mudah. Alotnya negoisasi hadapi tekanan. Saya sampaikan ke menteri saya maunya mayoritas,” imbuh Jokowi.

“Terserah berapa tapi mayoritas. (selama) 3,5 tahun akhirnya tanda tangan agreement, tinggal konsorsium antam bayarnya sekarang. Rampung 51 persen,” lanjutnya.

Pages