Masih Amankah Naik Lion Air? Pilot Batik Air Ungkap Pemeliharaan Pesawat di Lion Grup - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Thursday, November 1, 2018

Masih Amankah Naik Lion Air? Pilot Batik Air Ungkap Pemeliharaan Pesawat di Lion Grup

 emaspk3.info

BERITA EMAS
Pilot maskapai Batik Air, Captain Vincent Raditya, mengungkap kondisi maintenance atau pemeliharaan pesawat di maskapai Lion Grup.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun YouTube pribadinya, Capt. Vincent mengaku banyak mendapat pertanyaan terkait keamanan terbang dengan maskapai Lion Air setelah kasus jatuhnya JT610 pada Senin (29/10/2018) pagi.
Vincent mengaku dihubungi rekan-rekannya yang ingin mengubah tiket Lion Air ke tiket Batik Air karena merasa ketakutan.
Vincent pun kemudian mengungkap sistem maintenance di Batik Air maupun Lion Grup.

Berikut transkrip dari video yang dibuat Vincent berjudul ‘Lion Air JT610 Jatuh – Besok Saya Terbang Lion Aman Kah?‘:
BERITA EMAS
Di video ini saya akan membahas aman atau tidak Lion Air. Sebelum saya memulai lebih dalam, saya akan mengucapkan dulu, saya turut berdukacita atas keluarga yang ditinggalkan. Saya betul-betul turut prihatin, semoga yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan, dan saya doakan semuanya akan segera baik-baik saja. Itu doa dari saya.
Diluar itu, saya yakin banyak sekali orang yang tiba-tiba turun kepercayaan. ‘Wah saya naik lion, nanti jatuh atau bagaimana?’.

Dan ini sudah seringkali terjadi. Waktu itu yang MH, mereka juga bertanya kepada saya, ‘bagaimana, apakah boleh saya naik MH, tiket lagi murah’.
Sebelum saya jawab pertanyaan itu, saya akan ulas sedikit. Guys, tidak ada pesawat yang didesain untuk crash, oke.

Pesawat tidak ada yang didesain untuk crash. Pesawat didesain untuk membawa penumpang dari poin A ke poin B secara efisien dan aman.
Maka dibuatlah disana harus ada 2 orang pilot di depan dan berbagai macam aturan dibuat di sana. Semua aturan tersebut harus dipatuhi untuk menjaga keamanan seluruh penumpang tentunya.
Kalau kita sudah melihat bagaimana awal mulai sejarah itu terjadi, harusnya kita paham. Tidak ada pesawat di dunia ini yang dibuat untuk crash, guys, berikut juga dengan krunya.
BERITA EMAS
Kru seperti saya dan awak penerbangan itu tidak ada yang dilatih untuk sengaja menjatuhkan pesawat.
Kami dilatih meng-handle berbagai macam problem di udara, lagi-lagi ujungnya untuk menjamin keselamatan semuanya.
Tidak ada yang mau mati, seperti itu. Ya mungkin di luar sana ada yang kurang begitu sehat akal pikirannya. Akan tetapi bagi kebanyakan orang dan mayoritas, nggak ada yang mau mati, guys. Pasti seperti itu.

Maka dari itu saya ingin beritahu kepada kalian, kalau ditanya saya akan bilang aman guys.
Nah, kemarin jatuh , kenapa bisa jatuh, guys? Jatuh itu bisa terjadi kepada siapa saja, nggak cuma Lion (Air) doang.
BERITA EMAS
Ini yang akan saya buka sedikit mengenai chance jatuhnya pesawat, apakah hanya di Lion (Air) saja? Apakah itu rata?
Ini akan saya buka informasinya. Ketika kita beli satu pesawat, Air Bus A320. Saya beli airbus A320.
Nah ini ada pabriknya guys. Pabriknya itu di Toulouse. Maskapai apapun yang beli pesawat Air Bus, dia akan ambil pesawatnya dari Toulouse.
Saya beli mobil, Honda, pabriknya ya tetep aja di situ. Mau siapapun yang beli, ngambilnya tetep dari sana.
BERITA EMAS
Tinggal siapa yang make nih. Bisa yang make saya, bisa yang make kalian, siapapun bisa pakai kendaraan ini, tapi kendaraannya sama guys.
Misalnya sekarang Lion Air beli Boeing 737-800, yang Max serinya. Lalu Garuda juga membeli Boeing 737. Menurut kalian pabriknya sama atau beda. Mereka dikirim langsung dari Seattle, sama.
Lalu apakah yang berbeda dari Lion (Air), Garuda (Indonesia), lalu siapa lagi yang pakai 737, Sriwijaya, apa yang membedakan, ya sama saja guys, mereka hanya user.
Mereka hanya user. Jadi antara Lion (Air), Batik Air, secara statistik kemungkinan ya sama saja, nggak ada perbedaannya.
BERITA EMAS
Oh nggak kaya begitu Capt., ada yang ngomong, eh kita lihat saja dari segi maintenance.
Kalo boleh ngomong jujur, memang maintenance ada mempengaruhi, tetapi maskapai yang seperti apa.
Saya pernah dulu bekerja di suatu maskapai di mana maskapainya udah nggak ada, tapi saya nggak akan sebutkan namanya. Cuma saya ceritakan saja.
Bertahun-tahun lalu awal mula penerbangan saya dimulai, pesawat begitu rusaknya yang tidak dimaintenance.
BERITA EMAS
APU rusak, jadi APU Inoperative itu hari-hari, dan kita kalau mau terbang itu list equipment rusaknya itu banyak sekali, ada numpuk di sana. Nah pada waktu itu saya masih nggak begitu mengerti, saya masih copilot, nggak mengerti. Kita terbang terbang aja.
Setelah saya mengerti sekarang, baru saya paham, ‘waduh gile gue terbang dulu sih bahaya banget ya, bisa celaka’. Dan nyatanya tidak ada yang celaka itu pesawat. Dan saya bisa katakan multiple failure itu tidak juga membuat pesawat jatuh.
Nah itu saya jalanin. Saya terbangin pesawat yang notabene segala macem rusaknya, A-B, dari hidrolik, saya pernah ngerasain pesawat itu, dan pesawat itu tak ada yang crash.
BERITA EMAS
Kalo kita mau bicara maintenance, Lion maintenance seperti A, Lion maintenancen-nya seperti B. Eh, berapa dalam yang kalian ketahui mengenai maintenance pesawat guys.
Pengalaman saya bawa pesawat, saya dari tahun 2010 bawa pesawat, mulai dari maskapai A, maskapai B, dan maskapai C. Di maskapai B dan C, saya merasakan saya dimanusiakan, karena pesawatnya sedikit (rusak), diperbaiki.

Berbeda sama maskapai A, maskapai A itu ini bisa di-pending. Ini beli part-nya nanti lah. Urusannya nanti, kaya begitu, nah itu yang bahaya guys.
Tapi sekarang saya bisa pastikan, sekarang di Indonesia sudah nggak semudah itu melakukan seperti itu guys.
Sekarang bener-bener ketat guys, dan bisa saya kasih tahu kepada kalian, bahwa Batik Air kita semua adalah under BAT, Batam Aero Technic.
BERITA EMAS
Boleh saya kasih pendapat sedikit. Saya terbang pesawat Batik Air, hingga detik ini, belum pernah melihat 3 failure bertumpuk.
Saya pernah terbang buntut hijau yang notabenenya itu adalah di-maintenance oleh satu maintenance facility yang sangat besar, dan dia meng-handle pesawat buntut biru, gitu kan.
Memang terlihatnya seperti itu, tapi nyatanya, boleh saya kasih tahu, ini bukan membela atau bagaimana, tetapi ini bener-bener apa yang saya rasakan.
Saya akan utarakan apa yang ada di dalam hati saya, karena saya bener-bener merasakan hal tersebut. Dan saya tahu persis, bahwa ketika saya terbangkan Batik Air, kerusakan yang minor-minor saja, paling lampu, paling pack regulator volt, itu langsung diperbaiki.
BERITA EMAS
Jaman dulu saya terbang, maskapai yang A itu, itu mau sampai berapa bulan ke depan, tetep aja ada itu problem-nya.
Termasuk dimaskapai B, dia udah sangat cakep, tapi saya nggak melihat mereka lebih cakep dari maintenance-nya si BAT (Batam Aero technic) ini.
Maintenance BAT ini bener-bener on schedule. Ada kerusakan dikit, di-replace, apa-apa dikit di-replace sama dia.
Jadi semuanya saya tahu persis. Kalian boleh tanya semua pesawat Batik Air yang terbangin pesawat Batik Air.

‘Oh itu Batik (Air) Capt, beda sama Lion (Air)’. Gitu ya. Menurut kalian, antara saya dengan pilot-pilot lion, menurut kalian saya ada kenal nggak?
Saya tanya sama mereka, bro, kalau pesawat Lion (Air) itu maintenance-nya gimana, waduh bro, jarang banget ada kerusakan, rata-rata semua diperbaiki dan semuanya bagus.
BERITA EMAS
Nah, kalian bener—bener melihat Lion Group ini bener-bener memperhatikan maintenance pesawat. Ya kan, tadi kalian bisa lihat. Mungkin saya lihat bahaya nggak. Maskapainya Lion (Air) sih, saya sudah bilang, guys, maskapai tidak pengaruh guys, asalnya sama, belinya tempat yang sama.
Kedua maintenance, saya bisa pastikan maintenance Batam Aero technic (BAT) ini luar biasa schdule-nya rapi, dia nggak pernah tuh beberapa failure dia diamkan.
Kadang kalau kita problem, saya suka becanda sama teknisinya, begitu mendarat, ‘apa saya mau tulis-tulis?’. Nah itu begitu ditulis di log book, mereka harus replace immedietly.
Jadi kadang-kadang kalo pesawat yang rusaknya minor begitu, kita jangan tulis disitu karena pesawatnya masih dipakai ke beberapa pesawat lagi.

Misalnya kalo kerusakannya itu seperti lampu mati, logo lite mati, apa saya mau tulis sekarang? Kalo saya tulis sekarang, dia mesti ganti sekarang, sebenarnya itu kan bukan suatu kerusakan yang signifikan.
Tadi saya bicara menngenai pesawatnya sama rata chance untuk terjadi hal-hal yang tak diinginkan tetap sama rata baik A, B dan C yang menggunakan pesawat yang sama,

Saya bisa pastikan Batam Aero Technic memberikan kualitas maintenance yang sangat baik.
BERITA EMAS
Yang ketiga, pilot. Kalian pasti bilang waduh pilotnya Lion (Air) tuh kalo landing gubrak. Selalu mereka salahin pilotnya Lion (Air).
Satu hal yang belum kalian pahami, ijinkan saya kasih tahu. Kalian tahu nggak bahwa pilot itu semua punya standar kompetensinya.
Jadi siapapun pilot yang ada dan terbang menggunakan pesawat hari ini, mereka sudah melewati standar kompetensi yang diberikan DKWPPU, baik dari perusahaan.
Jadi dari DKWPPU sudah diatur anak ini harus bisa single engine, dia harus bisa CRM, anak ini harus bisa begini, landingnya harus bisa, landing bukan harus halus, ya kan. Yang penting dia harus bisa mendaratkan pesawat ini.
BERITA EMAS
Copilot harus bisa mendaratkan pesawat ini in the event pilotnya ada apa-apa dia tak bisa menyadarkan diri. Nah Copilot harus bisa. Ya kan, kalian bisa memahami pilot ini skill-nya kurang lebih sama.
Memang ada pilot-pilot yang memiliki sill di atas rata-rata. Akan tetapi kalau dibawah rata-rata saya yakin dia tak akan direlease untuk terbang. Banyak kok yang dikeluarkan karena mereka tidak mampu melakukan kompetensinya.

Beberapa orang juga lagi dalam kesulitan ini. Mereka udah hampir dipecat dari batik air. Makanya saya punya flight deck indonesia itu untuk bener-bener membantu rekan-rekan yang hampir kesulitan mendapatkan pekerjaan dan struglling mendapatkan standar kompetensi tersebut.
Tapi itu yang saya kasih tahu kepada kalian, di airline itu memiliki standar kompetensi yang tinggi, dan tidak hanya sampe initial training saja, dan dia berhasil sekarang, dan 6 bulan lagi dia turun kualitasnya, dia belum tentu lulus dari proficiency check yang diberikan oleh airlines.
BERITA EMAS
Nah itulah yang saya ingin sampaikan kepada kalian. Baik yang ada disini, baik yang ada di maskapai buntut biru, buntut hijau, di semua maskapai kurang lebih kemampuannya standar. Memang ada yang di atas rata-rata itu pentolan ibaratnya.
Perlu kalian ketahui, kalau kalian menyalahkan, ‘oh ya pilot Lion (Air) kurang bagus dan sebagainya’. Apakah kalian ketahui pilot Lion (Air) itu kadang-kadang diperbantukan dari batik air?
Captain dari batik air biasanya diterbangkan untuk memperbantukan di Lion (Air). Banyak loh kapten batik air terbang di Lion (Air).

Apakah kalian ketahui pilot ex-Garuda (Indonesia) banyak loh yang pindah ke Lion (Air). Pilot Garuda (Indonesia) banyak yang pindah ke Batik (Air). Pilot Batik (Air) banyak yang pindah ke Garuda (Indonesia). Dan terus-terusan.
Ada juga pilot dari Lion (Air) pindah ke Sriwijaya (Air), dari Sriwijaya (Air) pindah ke Lion (Air). Saya banyak lihat itu. Dan itu tipikal di dunia penerbangan.
BERITA EMAS
Lah terus apa bedanya kalau kalian bilang satu pilot ini adalah captain Garuda (Indonesia)? Sudah 10 tahun pengalaman, ternyata terbang di Lion (Air).
Jadi apa bedanya dong kalau satu pesawat Lion (Air) menggunakan pilot ex Garuda (Indonesia). Berarti saya bilang pilotnya pilot Garuda (Indonesia) dong. Ya, nggak bisa begitu.

Pilot sudah memiliki standar kompetensi, tidak semudah itu kalian menilai. Ya, mungkin mereka bisa melakukan kesalahan. Tapi sampai saat ini kita tak tahu apa yang terjadi di kokpit pesawat JT610.

Makanya tidak fair jika kalian semua menuduh.
BERITA EMAS
Selanjutnya Captain Vincent Raditya pun meminta semua pihak untuk tidak menyebarkan spekulasi-spekulasi terkait penyebab jatuhnya Lion Air JT610.

Simak selengkapnya dalam video berikut:

Pages