Polisi Heran Dahnil Baru Kembalikan Uang Rp2 M Setelah Kasusnya Masuk Penyidikan - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Saturday, November 24, 2018

Polisi Heran Dahnil Baru Kembalikan Uang Rp2 M Setelah Kasusnya Masuk Penyidikan

 emaspk3.info

BERITA EMAS
 Polisi menyebut Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengembalikan uang sebesar Rp2 miliar ke Kemenpora. Uang tersebut berkaitan dengan kegiatan kemah dan apel pemuda Islam yang digelar tahun 2017 lalu.

“Dahnil mengembalikan Rp2 miliar ke Kemenpora. Hari ini mengembalikan,” kata Kasubdit Tipikor Polda Metro Jaya, AKBP Bhakti Suhendarwan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/11/2018).

Diketahui, saat ini Polda Metro Jaya tengah menyelidiki kasus dugaan penyimpangan dana kemah dan apel pemuda Islam yang dilaksanakan Kemenpora tahun 2017. Sejumlah pihak telah dipanggil untuk diperiksa, termasuk Dahnil.

Terkait pengembalian dana sebesar Rp2 miliar ini, Bhakti tak menjelaskan alasan Dahnil melakukannya. Malah Bhakti mengaku heran Dahnil baru mengembalikan uang tersebut setelah kasus itu naik ke tahap penyidikan. Padahal, kegiatan itu berlangsung pada 2017 lalu.

Bhakti pun menilai ada kejanggalan saat Dahnil diketahui baru saja mengembalikan uang sebesar Rp2 miliar ke Kemenpora berkaitan acara tersebut. Dia pun mengaku tak tahu pasti alasan Dahnil mengembalikan uang itu.

“Yang aneh baru hari ini. Dia (Dahnil) bilang ada pengembalian Rp2 miliar,” ucap Bhakti.

Bhakti menjelaskan, total anggaran Kemenpora untuk kegiatan kemah tersebut berjumlah Rp5 miliar. Uang itu terdiri dari dana untuk GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah. Terdapat dua proposal yang diajukan ke Kemenpora guna mencairkan dana sebesar Rp5 miliar.

“Rp5 miliar, untuk kegiatan itu nilai anggaran Rp5 miliar. Dibagi jadi 2 proposal. Satu proposal itu ada yang Rp2 miliar ada yang Rp3 miliar. GP Ansor kemarin sudah terklarifikasi, kita cek di Kemenpora segala macem. Tapi kami klarifikasi di lapangan ternyata kita temukan ada perbuatan malhukum, makanya kita lagi sidik dan itu kan udah gelar sama BPK juga,” kata Bhakti.

Dahnil diperiksa karena tandatangannya tertera di Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan yang proposalnya terpisah.

“Yang tandatangan ketua panitia (Ahmad Fanani), mengetahui Dahnil Anzar. LPJ-nya satu-satu karena masing-masing pihak mengajukan LPJ masing-masing. Makanya dari GP Ansor kemarin sudah terkonfirmasi dan sejauh ini memang klarifikasi itu kita masih agak benar,” ujar Bhakti.

Sebelumnya, polisi telah berkoordinasi dengan pihak Kemenpora untuk mengumpulkan barang bukti kasus tersebut. Barang bukti itu berupa daftar isian pelaksanaan anggaran dan proposal pengajuan kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia. Polisi juga telah meminta klarifikasi kepada sejumlah pihak, termasuk Kemenpora.

Pada Senin (19/11) lalu, polisi memanggil tiga pihak terkait kasus ini. Mereka adalah Ahmad Fanani selaku ketua kegiatan dari Pemuda Muhammadiyah, Abdul Latif dari Kemenpora, dan Safarudin selaku ketua kegiatan dari GP Ansor.


















Pages