Jelas Kampanye Terselubung, Kenapa Reuni 212 Malu-Malu Mengakuinya? - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Monday, December 3, 2018

Jelas Kampanye Terselubung, Kenapa Reuni 212 Malu-Malu Mengakuinya?

 emaspk3.info

BERITA EMAS

Awalnya, seperti yang disuarakan oleh Ketua PA 212 Slamet Ma’arif, Reuni 212 fokus untuk silaturahmi. “Kami fokus di 212 itu untuk silaturahmi, untuk menyatukan umat, untuk berdoa bersama buat anak bangsa, sekaligus memperingati maulid nabi,” kata Slamet. Sementara itu, menurut Jubir Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin, agenda reuni akan dijalankan setiap tahun. Karena, acara tersebut merupakan ajang silaturahmi antara ulama dan tokoh aktivis yang peduli agama. “Siapa saja presidennya, akan kita gelar rutin tiap tahun. Ini berjuang untuk agama. Itu tujuan kami,” ungkap dia Sumber. Tidak lupa, Novel berdalih Reuni 212 tak mengusung agenda politik, terutama Pilpres 2019 Sumber. Nampak sekali bahwa pihak PA 212 agak menjauhkan Reuni 212 dari unsur politik. Walaupun sangat mudah terbaca bahwa di balik acara itu, terselip agenda politik yang sangat kental. Wong di antara panitianya saja ada beberapa anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga.

Namun, terlihat ada upaya dari panitia untuk menyamarkan agenda politik ini. Yakni dari adanya rencana untuk mengundang Presiden Jokowi beserta para pejabat negara lainnya, termasuk Kapolri dan Panglima TNI. “Di acara ini, kami pun ingin undang Bapak Presiden, Bapak Wapres, Kapolri, Menteri Agama, Panglima TNI, dan capres-cawapres karena inilah merupakan bagian dari acara keumatan umat Islam untuk merajut ukhuwah persaudaraan 212 dan spirit 212 ada di masing-masing kami,” ujar Ketua Panitia Bernad Abdul Jabar saat konferensi pers hari ini tadi, Rabu (28/11). Slamet Ma’arif mengatakan undangan tertulis VVIP untuk Jokowi-JK dan pejabat negara lainnya saat itu sedang dibuat oleh tim sekretariat reuni 212. Sumber.

Dalam detik-detik terakhir, rencana ini dibatalkan. Alasannya, karena pemerintahan Presiden Jokowi dianggap anti Aksi 212, tidak mensyukuri anugerah 212 bahkan masih berupaya mengkriminalisasi ulama & aktivis 212. Namun, Ketua Panitia juga melarang peserta Reuni 212 membawa dan memakai bendera/atribut/kostum parpol atau capres/cawapres apapun Sumber.
BERITA EMAS
Dengan berbagai cara ngeles di atas, kenyataannya acara Reuni 212 pagi ini sarat dengan muatan kampanye. Kehadiran Prabowo dan gerombolannya sudah dapat menegaskan kentalnya aura kampanye di sana. Diabsen oleh tempo.co, selain Prabowo, yang turut hadir adalah Amien Rais, Fadli Zon, Zulkifli Hasan, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso, dan Fahri Hamzah Sumber. Slamet Ma’arif sendiri memang masuk dalam struktur BPN. Oleh sebab itu, seperti yang sudah ditulis oleh rekan penulis lain, Reuni 212 ini bela Islam apa bela Prabowo?

Indikasi lain? Buanyak! Dalam rekaman pidatonya, Rizieq Shihab menegaskan agenda politik ini. “Kami nyatakan tanpa sedikit pun keraguan bahwasanya haram kita memilih capres dan caleg partai-partai pendukung penista agama,” kata Rizieq. “Di Pilpres dan Pileg 2019, haram haram haraaammm kita memilih capres caleg partai-partai pendukung penistaan agama, dari kota hingga pedesaan, dari gunung hingga ke lembah, haram haram haraaammm memilih capres dari kalangan mereka, siapa pun yang jadi calonnya,” katanya lagi Sumber. Dilansir detik.com, massa Reuni 212 juga tampak mengacungkan dua jari simbol nomor urut Prabowo – Sandiaga. Juga meneriakkan “Hidup Prabowo!” Sumber. Ditambah dengan diputarnya lagu berjudul “Astaghfirullah Punya Presiden Si Raja Bohong”, setelah rekaman pidato Rizieq Shihab. Lagu ini berisi ajakan mengganti presiden yang disebut suka bohong Sumber. Padahal Bawaslu sudah melarang Reuni 212 dipakai untuk kampanye ataupun melakukan penghinaan dan ujaran kebencian terhadap capres-cawapres 2019.
BERITA EMAS
Jadi kalau sudah jelas-jelas dikaitkan dengan Pilpres 2019 dan ditegaskan untuk memilih siapa, kenapa pihak PA 212 maupun panitia seolah malu-malu mengakuinya? Ada beberapa hal yang saya duga adalah alasannya.

Pertama, menghindari image politik uang. Beredar pesan WA yang menyatakan bahwa peserta Reuni di berbagai daerah dapat mengambil ongkos transportasi sebesar Rp 100 ribu per orang di kantor-kantor DPC dan DPD Partai Gerindra maupun PKS. Money politics macam ini pastinya memalukan. Sementara pihak panitia Reuni 212 tidak mau menyebut rincian sumber dana logistik mereka. Hanya menyebut berasal dari kantong sendiri dan mengaku tidak ada sumbangan dari partai politik Sumber.

Kedua, menghindari asosiasi langsung dengan capres penantang petahana (Prabowo), sebagai antisipasi agar di masa mendatang mobilisasi massa seperti ini bisa mendapatkan izin dengan mudah dari pihak berwajib. Akal-akalan ini diperlukan untuk menjaga kelangsungan ulangan acara yang sama di tahun-tahun depan. Jaga-jaga kalau Prabowo kalah, kan mesti ada massa yang tetap berdiri di belakang Prabowo. Biar nggak malu-malu amat kalau kalah. Betul?
BERITA EMAS
Ketiga, memelihara politik identitas, yakni dengan memanfaatkan kesamaan agama untuk tujuan tertentu. Jurus tipu-tipu politik berkedok agama semacam ini diperlukan untuk menjaring warga yang radikal maupun yang naif (culun). Wadah itu perlu, karena sesuai dengan karakter sebagain orang Indonesia yang suka latah dan ikut-ikutan. Ketika masih ada yang ragu-ragu, pihak panitia pun mengatakan akan mengundang Presiden RI. Jadi yang mau ikut pun merasa tidak apa-apa ikut reuni. Kalau pada detik terakhir undangan dibatalkan, yang kadung sudah dalam perjalanan kan tanggung. Masak mau pulang?

Keempat, menghindari asosiasi dengan HTI, ormas terlarang yang hendak mengganti dasar negara RI. Ini sangat ditakutkan oleh panitia Reuni 212. Jika menegaskan agenda politik, sama saja dengan bunuh diri politik untuk kubu Prabowo – Sandiaga. Karena akan dianggap menyetujui agenda HTI, mengganti dasar negara, menghancurkan NKRI. Akibatnya, baik gerombolan Prabowo maupun PA 212 akan terlibat dalam pertarungan ideologis dengan warga negara RI lainnya. Ini sesungguhnya kryptonite yang amat sangat dihindari oleh mereka.

Pages