Menolak Mundur dari PSSI, Edy Rahmayadi: “Sampai Titik Darah Penghabisan” - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Thursday, December 6, 2018

Menolak Mundur dari PSSI, Edy Rahmayadi: “Sampai Titik Darah Penghabisan”


 emaspk3.info


BERITA EMAS
 Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menegaskan akan bertahan di PSSI hingga akhir masa jabatannya di Tahun 2020.

Tekanan pada Edy untuk turun dari kursi Ketum PSSI menguat seiring buruknya penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Timnas Indonesia gagal lolos ke babak semifinal sehingga hal itu membuat pendukung Timnas Indonesia kecewa.

Hal lain yang membuat tekanan pada Edy membesar adalah jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Utara yang membuat dirinya berada jauh dari pusat kegiatan PSSI di Jakarta.

"Saya tak mikirin itu, yang penting Anda tak menyuruh saya mundur ajalah. Kalau kalian pun nyuruh mundur, saya tak mau mundur. Tolong kalian buat "Edy bertahan sampai 2020". Sampai pada kongres berikutnya," kata Edy Rahmayadi di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (5/12).

Edy mengaku cinta dengan PSSI. Sehingga ia tak akan mundur dari jabatannya meski banyak desakan publik. Begitu menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Edy mengaku sudah membuat rencana jangka panjang agar organisasi ini berjalan dengan baik. Evaluasi maupun kongres juga terus dilakukan. 

Saya tak mau mundur dari PSSI. Karena saya cinta dengan PSSI. Kita punya manajemen. Ada waktu kegiatan kongres tahunan, ada kegiatan evaluasi, setiap periode ada jadwalnya. Jadi di mana pun Ketua PSSI berada itu tak masalah. Tapi ini harus berjalan semuanya. Di PSSI ini lengkap ada pengkaji disiplin, kepala staf, sekjen. Semua ini tak bisa memutuskan satu persoalan karena ada statuta yang mengaturnya," tutur Edy.

Edy mengaku sempat berpikir untuk mundur dari Ketua Umum PSSI. Akan tetapi rencana itu bukan disebabkan ia tak bisa menangani persoalan yang dihadapi PSSI, melainkan kepentingan pribadinya yang tak ingin menjadi sasaran bully dari berbagai pihak.

"Memang ada di benak saya akan mundur, iya, tapi bukan karena saya tak bisa menangani ini, bukan itu persoalannya. Tapi karena kepentingan pribadi saya. Saya kepengin santai, tak ingin di bully-bully," ucap Edy memberikan penjelasan.

Meski rangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI sekaligus Gubernur Sumut, Edy menegaskan bahwa dirinya bukan gila jabatan. Dia juga menyesalkan tak ada yang menyanjungnya. 

"Karena di PSSI ini, begitu menang tak ada yang menyanjung saya, malah orang yang memakai kesenangan ini. Tapi begitu kalah, Edy Out. Saya mau tenang, santai, bukan karena saya tak bisa membina. Saya bawaan lahir memang begini. Saya tak gila jabatan, Pangkostrad pun saya tinggalkan apalagi hanya Ketua Umum PSSI," tuturnya. (frn)

Pages