Mimpi Di Siang Bolong, Amien Rais Bentuk Panitia Pemulangan Jokowi Ke Solo - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Tuesday, December 18, 2018

Mimpi Di Siang Bolong, Amien Rais Bentuk Panitia Pemulangan Jokowi Ke Solo

 emaspk3.info

BERITA EMAS

Ternyata seorang Amien Rais bisa bermimpi juga yah. Mimpinya malah siang bolong. Ceritanya begini, dia mengaku bermimpi membentuk tim panitia untuk memulangkan Presiden Jokowi ke daerah asalnya, Solo. Mimpi itu dia dapatkan saat sedang tidur di siang hari.

"Sampai-sampai siang itu saya mimpi. Siang-siang kok mimpi, karena saya lelah ya. Saya mimpi membuat panitia pengembalian Jokowi ke Solo," kata Amien. Dia pun berharap mimpi itu menjadi kenyataan yang diamini oleh para peserta yang hadir. Hal ini disampaikan Amien saat menjadi penceramah di Pengajian Kebangsaan di Kawasan Petogogan, Jakarta Selatan

"Jadi tahun ini mudah-mudahan jadi kenyataan," kata Amien.

Nah kan itu namanya mimpi di siang bolong. Yakin itu mimpinya, jangan-jangan mimpinya malah jalan kaki ke Yogya? Atau jangan-jangan mimpinya membentuk panitia pemulangan Jokowi kembali ke istana pada periode kedua, tapi karena malu, akhirnya malah diedit sedikit hehehe.

Amien mengakui optimis pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bisa memenangkan Pilpres 2019. Dia mengajak massa pendukungnya untuk berdoa bersama menuju kemenangan Prabowo-Sandiaga. "Kalau kita betul-betul beriman kepada Allah insya Allah kita menang," kata Amien.

Waduh, ini klaim dari mana ini? Masa beriman kepada Allah bakal menang? Bagaimana dengan pendukung kubu Jokowi yang juga beriman? Jangan terlalu frontal dalam melakukan klaim deh. Seolah mereka itu yang paling benar, paling suci dan yang lainnya salah semua. Amien Rais itu paling benar lah pokoknya. Klaim partai Allah dan yang lain partai setan. Program yang pro rakyat malah dibilang pengibulan. Nyinyirnya nomor satu tak terkalahkan selama beberapa tahun terakhir.

Mungkin kita harus maklumi bapak tua satu ini. Mungkin dari tahun 2014 hingga sekarang, dia memendam impian dengan sangat tersiksa. Maunya Prabowo menang, eh malah tukang mebel yang menang dan dipercaya rakyat. Minimal hati Amien tercabik-cabik melihat kenyataan ini. Bayangkan kubu sebelah saking tak bisa terima kenyataan, malah bikin konferensi pers, mengaku bersyukur telah diberikan mandat untuk memimpin negara ini. Biar lebih dramatis, ditambahkanlah bumbu penyedap dosis tinggi yaitu, sujud syukur. Epik sekali, kan?

Amien Rais dulu juga mendukung Prabowo. Tak terbayang gimana sakitnya menelan pil pahit kekalahan. Setelah itu harus menjalani hari demi hari di bawah bayang-bayang kemenangan Jokowi sebagai presiden. Jelas kalau Amien Rais tak bisa terima kenyataan kalau Jokowi jadi presiden.

Makanya kita bisa melihat pola Amien Rais yang terus nyinyir seperti kereta api yang remnya blong. Ceplas ceplos tiada henti. Itu mungkin adalah bentuk pelampiasan karena keinginannya tidak terwujud. Melampiaskan sikap tak terima kenyataan dalam bentuk nyinyiran. Logikanya hilang karena memang dia ini tidak suka dengan presiden yang sekarang. Kalau sudah tidak suka, semuanya pasti salah di mata dia.

Dan saking ngidamnya melihat Prabowo menjadi presiden, bahkan mengaku mimpi di siang bolong membentuk panitia pemulangan Jokowi ke Solo. Untuk apa bentuk panitia begituan? Mungkin lebih bagus kalau membentuk panitia khusus pengawalan jalan kaki dari Jakarta ke Yogya. Atau bisa juga bentuk tim khusus pemrosesan pensiunnya Amien Rais dari dunia politik tahun 2019 nanti kalau Prabowo kalah lagi. Atau ini juga bagus, panitia perayaan galaunya Amien Rais saat dukungannya kalah lagi. Horeeee. Semoga ini bisa terwujud juga.

Jadi penasaran gimana kalau pada pilpres 2019 nanti, Prabowo kalah lagi? Kepingin banget melihat reaksi dan ekspresi wajah lesu bapak tua ini. Rasanya puas sekali. Mungkin inilah ganjaran paling memuaskan untuk Amien karena beberapa tahun ini nyinyirnya sudah overdosis. Nyinyir, nyinyir, nyinyir, begitu kalah, doorrrrr, langsung tak berkutik dan pulang ke rumah dengan sambil tertunduk lesu.

Satu lagi, itu acara pengajian kan? Kenapa acara yang sifatnya agama malah ceramah bahas politik? Benar-benar sudah tidak ada malu lagi. Agama lagi-lagi dijadikan alat untuk kepentingan politik. Memang benar kata Ahok. Masih belum sadar juga setelah melihat kelakuan mereka? Agama dicampur dengan politik, jadinya ya begini. Orang-orangnya ya kayak mereka itu.

Bagaimana menurut Anda?

Pages