Chat with us, powered by LiveChat Example

Syuting Klip 'Tangan Besi', Fadli-Dhani dkk Dandan ala Pantomim

 korankiu.org

BERITA EMAS

 Lagu 'Tangan Besi' yang diciptakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, kini dibuatkan video klipnya. Dalam prosesnya, Fadli dan rekan-rekan politiknya berdandan ala pantomim. Apa maknanya?

"Make up putih pantomim ini menggambarkan masyarakat atau rakyat yang hopeless, tertekan dan bahkan menangis karena intimidasi dan adu domba penguasa," kata Fadli saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (20/12/2018).
Proses pembuatan video klip 'Tangan Besi' tersebut diunggah Fadli ke akun Twitter resminya, @fadlizon. Fadli mengunggah foto-foto dia bersama Ahmad Dhani, Fauzi Baadila, Sang Alang, Derry Sulaiman, hingga Neno Warisman. Fadli cs, kecuali Ustaz Derry, tampak berdandan ala pantomim.

Kembali ke Fadli, Wakil Ketua DPR itu lanjut menjelaskan perihal makna make up pantomim yang dipakai dalam video klip 'Tangan Besi'. Menurut Fadli, video tersebut mewakili masyarakat yang menurutnya terintimidasi.
BERITA EMAS
"Kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul yang dijamin konstitusi dan UU ditindas oleh penguasa. Jadi kami tak mewakili diri kami tapi masyarakat yang terintimidasi, orang-orang yang dipersekusi, dikriminalisasi. Makanya dalam make up putih tersebut ada air mata hitam," tutur Fadli.
Memang ada titik-titik hitam seperti air mata di make up pantomim yang dikenakan Fadli cs. Soal lagu 'Tangan Besi' tersebut, berikut ini liriknya:

Kini kau tak malu lagi topengmu kian terbuka. Menampakkan wajah sebenarnya disaksikan ratusan juta mata
Kau adalah penguasa durjana menindas segala cara. Kau tak segan, tak segan lagi memberangus diskusi
Memperbanyak persekusi, membegal demokrasi. Kau tak segan, tak segan lagi memaki sambil main hakim sendiri
BERITA EMAS
Memperalat aparat keparat merusak hak berpendapat. Menginjak hukum menghujat daulat rakyat
Kau tebar intimidasi di mana-dimana. Adu domba anak bangsa, kau sang tirani
Keadilan kini kian mati kau tangan besi. Tapi jangan pernah kau mimpi harga diri tak bisa dibeli
Suara kebenaran tak mungkin dibungkam. Ketakutan menumpuk sekam terpercik bara menjadi, menjadi api perlawanan
Takkan padam sampai kau tumbang dihantam badai gelombang. Diiringi takbir, takbir berkumandang

Allahuakbar, Allahuakbar, Allah Maha Besar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allah Maha Besar, alunan Indonesia Raya terus berkibar
Allahuakbar, Allahuakbar, Allah Maha Besar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allah Maha Besar.