Terharu Dapat Sumbangan dari Ulama Medan, Sandiaga Menangis - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Thursday, December 13, 2018

Terharu Dapat Sumbangan dari Ulama Medan, Sandiaga Menangis

 emaspk3.info

BERITA EMAS
 Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno hari ini mengakhiri kampanyenya di Sumatera Utara dengan menyambangi Kota Medan. Di kota tersebut, Sandi bersilaturahmi dan beramah-tamah dengan para ulama Kota Medan.

Dalam silaturahmi yang digelar di Jalan Menteng VII, Medan, Sumatera Utara, Rabu (12/12/2018) itu, para ulama juga berdonasi untuk membantu dana kampanye Prabowo-Sandiaga. Uang sebesar Rp 2.000 hingga raturan ribu rupiah disumbangkan para ulama untuk Sandi.
Sandi yang menyaksikan para ulama bergotong-royong menyumbang untuk dana perjuangan itu pun menjadi terharu. Mata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mulai berkaca-kaca saat Ustaz Heriansyah mendonasikan uang sebesar Rp 1.000.000 dan memasukkannya ke dalam kardus tempat pengumpulan uang.

"Jangan dilihat dari jumlah uangnya Bang Sandi, tapi kami juga akan memberikan doa dalam tiap sujud kami," kata Heriansah.

Sandi pun akhirnya tidak kuat menahan emosinya hingga menitikkan air mata. Mantan politikus Partai Gerindra itu mengapresiasi apa yang telah dilakukan para ulama Kota Medan tersebut.

"Selama perjalanan tiga hari di Sumatera Utara, saya selalu diberikan sumbangan dana kampanye. Dari Padangsidimpuan, Gunung Tua, Labuhan Batu, Kisaran. Mereka berharap ada perubahan, lapangan kerja dan harga-harga kebutuhan pokok yang stabil serta terjangkau. Padahal hidup mereka juga susah. Seperti yang dikatakan Barkhan dan Sadam Husen di Mandailing Natal. InsyaAllah tidak saya sia-siakan amanat ini," tutur Sandi.
Dana dari saweran dadakan ini terkumpul sebanyak Rp 8.000.000 lebih. Sandi berterimakasih dan bakal melaporkan ke timnya.

"Saya akan laporkan ke Badan Pemenangan Nasional (BPN) setiap rupiah yang disumbangkan kepada kami. Sekali lagi terima kasih. Semoga keikhlasan ini membuat kami bekerja keras lagi untuk menyapa dan menyerap aspirasi masyarakat Indonesia," tutup Sand

Pages