Chat with us, powered by LiveChat Example

Amien Rais menuding mafia dalam rezim Jokowi sangat besar.


 korankiu.net

BERITA EMAS
 Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menuding mafia dalam rezim Jokowi sangat besar. Mafia tersebut bergerak di bidang pangan seperti gula, beras dan kedelai.
Mafia nasional paling tepat, ada mafia gula, mafia beras, kedelai, mafia garam, mafia semuanya, sepak bola, dan paling berat mafia hukum. Dulu Pak SBY pernah membuat satgas mengatasi mafia hukum dengan MK, MA, polisi dan semua kejaksaan, tapi dua tahun dibubarkan karena mafia lebih kuat," kata Amien dalam diskusi di Seknas Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto No 93, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

"Zaman Pak Jokowi ini lebih ampuh mafianya karena sudah kerjasama dengan mafia global," sambungnya.

Menurut Amien hal ini tidak masuk akal. Dia mencontohkan proyek Meikarta, reklamasi teluk Jakarta, dan kereta cepat Jakarta-Bandung yang menghabiskan dana triliunan. Dia yakin dalam proyek tersebut disisipi mafia dan pejabat yang mengambil keuntungan.

"Jadi mengapa mereka berani mengacak-acak tanah, padahal izin belum ada. Mengapa kemudian dengan enaknya Anies Baswedan menyetop reklamasi padahal sudah keluar uang, juga mengapa tanah calon rel Jakarta-Bandung diacak acak, karena di atas ini ada mafia yang menjamin," ujarnya.

Amien pun menyoroti hal tersebut dari dua macam kejahatan dalam ilmu hukum. Pertama ada crime of comission yakni pelaku kriminal seperti memperkosa dan membunuh. Kedua crime of omission, orang yang membiarkan kejahatan itu terjadi. Di mata Amien, rezim sekarang melakukan pembiaran.

"Nah Nak Joko, besok kita urus sungguh-sungguh mengapa infrastruktur ugal-ugalan. Nanti ketahuan. Penguasa itu melakukan korupsi skala mega di infrastruktur. Kemudian juga di 3 proyek mega tadi," ucap Amien.

"Jadi kalau seorang presiden mendiamkan, sama saja menyetujui. Indonesia belum pernah ada kepala negara dibawa ke pengadilan tapi saya, kita, insyaallah bisa dimaklumatkan, insyaallah demi keadilan," tandas mantan Ketua MPR itu.