Baasyir Batal Bebas, Santri Ngruki Dikawatirkan Jadi Anti Pemerintah - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Wednesday, January 23, 2019

Baasyir Batal Bebas, Santri Ngruki Dikawatirkan Jadi Anti Pemerintah


 emaspk3.info


BERITA EMAS
 Para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin, Ngruki , Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah sangat kecewa karena ulama panutannya Abu Bakar Baasyir batal dibebaskan Presiden Jokowi. Padahal sebelumnya Jokowi sudah memberikan harapan untuk bebaskan Abu Bakar Baasyir.

Direktur Ponpes Al Mukmin, Ibnu Hanifah menjelaskan pembatalan pembebasan Abu Bakar Baasyir dinilai sebagai preseden buruk. Dia khawatir 1.500 santri Abu Bakar Baasyir jadi anti pemerintah.

Keluarga Abu Bakar Baasyir merasa pemerintah memberikan harapan palsu setelah Presiden Jokowi batal membebaskan Abu Bakar Baasyir. Padahal santri-santri dan keluarga Abu Bakar Baasyir sudah senang.
Pengurus dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin, Ngruki, Cemani, Sukoharjo, kecewa terhadap keputusan pemerintah yang membatalkan pembebasan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir.

Sebelumnya, Ibnu dan pengasuh ponpes telah menyampaikan kepada para santri ihwal rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir. Para santri ikut gembira saat mendengar kabar itu.

“Para santri ikut berbunga-bunga saat mendengar kabar rencana pembebasan Ustaz Abu [Abu Bakar Baasyir]. Beliau sosok yang lugas dan lugu. Namun, tiba-tiba rencana itu dibatalkan. Ini pemberi harapan palsu,” kata Ibnu Hanifah, di sela-sela jumpa wartawan di serambi Masjid Baitussalam Ponpes Al Mukmin, Rabu (23/1/2019).

Selain itu, Ibnu mengkhawatirkan perasaan para santri yang kecewa terhadap keputusan pemerintah. Bisa jadi mereka cenderung antipati dengan berbagai kebijakan pemerintah pada masa mendatang.

Jumlah santri yang menuntut ilmu di Ponpes Al Mukmin sekitar 1.500 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.Saya khawatir para santri antipati. Apa yang dijanjikan tidak netes. Mengapa otoritas tertinggi di Indonesia memberikan harapan yang tak sesuai kenyataan. Ini tidak hanya sekali namun berulang kali,” kata dia.

Sebelumnya, Ponpes Al Mukmin Ngruki sudah melakukan persiapan menyambut kepulangan Abu Bakar Baasyir yang dijadwalkan hari ini. Tenda sudah didirikan di depan masjid ponpes tersebut.

Namun, pemerintah tadi malam memutuskan belum bisa membebaskan Baasyir karena ada persyaratan administrasi yang belum terpenuhi, salah satunya penandatanganan surat pernyataan setia pada Pancasila.

Pages