Prabowo Sebut Menteri Keuangan Sebagai Menteri Pencetak Utang - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Monday, January 28, 2019

Prabowo Sebut Menteri Keuangan Sebagai Menteri Pencetak Utang


 emaspk3.info

BERITA EMAS

 Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali mengkritik keras pemerintah soal utang. Menurut Prabowo, utang pemerintah saat ini menumpuk terus.

Bahkan, Prabowo menegaskan jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan (Menkeu), melainkan diganti jadi Menteri Pencetak Utang.

“Kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada Menteri Keuangan. Mungkin menteri pencetak utang,” ujar Prabowo dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).
Meski tak menyebut nama Sri Mulyani yang merupakan Menkeu saat ini secara spesifik dalam pidato, tetapi Prabowo berulang kali menyinggung soal utang Indonesia yang saat ini semakin menumpuk.

“Utang menumpuk terus, bangga berutang, yang suruh bayar orang lain,” katanya.

Bukan itu saja, pria yang pernah maju di Pilpres 2014 lalu itu juga menyebut kondisi saat ini sudah stadium lanjut.

“Saudara-saudara saya menerima dukunganmu, sebagai kehormatan tapi jangan mengira saya ini orang sakti yang bisa dengan tongkat saya simsalabim selesai, tidak bisa. Ini kalau ibarat penyakit saya katakan stadium sudah cukup lanjut sudah lumayan parah. Utang menumpuk terus,” tambah Prabowo.

Mengutip data APBN KiTa Kementerian Keuangan, utang pemerintah pada Desember 2018 tercatat sebesar Rp 4.418,30 triliun. Angka ini naik Rp 22,33 triliun dari bulan November yang sebesar Rp 4.395,97 triliun.

Utang ini terdiri dari pinjaman serta penerbitan Surat Utang Negara (SBN). Pinjaman yang ditarik pemerintah di 2018 tercatat mencapai Rp 805,62 triliun.

Sebagian besar sisanya, merupakan hasil penerbitan SBN pemerintah di 2018 yang mencapai Rp 3.612,69 triliun atau 81,77% dari total utang pemerintah pusat.

Surat berharga negara tersebut dibagi menjadi dua yakni denominasi rupiah yang mencapai Rp 2.601,63 triliun dan denominasi valas yang mencapai Rp 1.011,05 triliun.

Yang jelas, total utang pemerintah yang sebesar Rp 4.418,30 triliun itu sama dengan 29,98% dari produk domestik bruto (PDB) yang berdasarkan data sementara Rp 14.735,85 triliun. Itu berarti utang pemerintah masih aman, jauh di bawah batas yang ditetapkan ketentuan perundang-undangan yaitu 60% dari PDB.

Dia pun kemudian menjanjikan akan mengumpulkan putra dan putri terbaik bangsa jika kelak dirinya dan Sandiaga Uno terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Namun kata dia, para putra-putri ini tak hanya pintar dan cerdas, teapi juga harus berhati bersih agar bisa bekerja dengan tanggung jawab yang tinggi.

“Saya sampaikan bahwa kita akan kumpulkan putra dan putri terbaik bangsa Indonesia, the best and the brightest sons and daughters of Republic Indonesia. Kita akan kumpulkan yang terbaik dari semua kelompok etnis, dari semua suku, semua agama, dari semua latar belakang,” katanya.

Bahkan, menurut Prabowo, ketika dia terpilih dan membentuk Kabinet Adil dan Makmur, kabinet menteri yang dia namai jika kelak terpilih sebagai presiden, dia pun akan memanggil para calon menterinya untuk menandatangani sebuah surat perjanjian.

“Nanti akan buat perjanjian, saya panggil satu-satu. Siap untuk bekerja untuk bangsa, siap bersih, siap tidak korupsi, siap tidak berikan proyek ke keluarga, menantu, cucu, atau tetanggamu. Kalau tidak siap, jangan jadi menteri saya,” kata Prabowo.

Pages