Chat with us, powered by LiveChat Example

7 Ayah Tewas Kau Tabrak Kenapa Tidak Kau Tangisi, Dul?

 korankiu.net

BERITA EMAS
Saat konser Reuni Dewa 19 digelar pada hari Sabtu, tanggal 2 Februari 2019, di Malaysia, putranya Ahmad Dhani, Abdul Qodir Jaelani, menangis berlinangan air mata karena teringat akan ayahnya yang kini meringkuk bagaikan ikan Pindang di penjara Cipinang.

Tangisannya itu dipertontonkan di hadapan ribuan penonton saat dia bermain keyboard menggantikan posisinya Ahmad Dhani pada lagu yang berjudul 'Hadapi Dengan Senyuman'.

Lagu 'Hadapi Dengan Senyuman' yang dinyanyikan Ari Lasso dalam konser Dewa 19 tersebut membuat Dul berlinang air mata karena terbawa suasana ingat akan ayahnya.
Sebagai anak wajar dia menangisi ayahnya yang saat ini meringkuk kedinginan dalam penjara, namun tidak perlu dipertontonkan di hadapan banyak orang dengan begitu dramatis.

Tidak perlu menunjukkan raut wajah dengan tangisan pilu yang disetting sedemikian rupa agar ribuan penonton ikut-ikutan baper, lalu ujung-ujungnya #2019GantiPresiden.

Saat Ahok dipenjara, adakah anak-anaknya Ahok umbar tangisan di hadapan banyak orang? Apakah mereka menangis meraung-raung di hadapan orang banyak untuk memohon belas kasihan agar ayah mereka dibebaskan dari penjara?

Saya tidak pernah baca satu berita pun bahwa anak-anaknya Ahok menangis sampai ingus meleleh karena Ahok masuk penjara.

Tapi saya yakin, sebagai anak-anak yang kehilangan ayah mereka lantaran dikurung dalam penjara, anak-anaknya Ahok tentu saja pasti menangis. Mungkin saja mereka menangis di dalam kamar sambil berpelukan satu sama lain karena merindukan sosok sang ayah yang selama ini selalu bersama mereka.

Dan soal si Dul Jaelani yang umbar isak tangisnya itu di hadapan ribuan penonton karena merasa kehilangan sosok sang ayah dalam konser Dewa 19 itu, saya justru heran kenapa dulu dia tidak menangisi dan meratapi perbuatannya yang menewaskan tujuh orang ayah dalam tabrakan maut akibat aksi ugal-ugalannya di jalan tol Jagorawi.
Padahal tujuh orang ayah yang kehilangan nyawa mereka saat itu sedang bekerja mencari nafkah. Mereka tewas mengenaskan akibat dihantam mobil Mitsubishi Lancer yang dikendarai Dul dengan ugal-ugalan di jalan tol.

Apakah tidak terpikirkan sama sekali di benaknya si Dul ini yang kini sudah beranjak dewasa, bagaimana nasib anak-anaknya para korban yang dia tabrak sampai tewas itu?

Apakah mereka bisa bertahan hidup tanpa ayah mereka yang merupakan tulang punggung keluarga yang saban hari kerja keras banting tulang mencari sesuap nasi agar mereka tidak kelaparan?

Apakah mereka mampu terus tegar saat merindukan sosok ayah mereka yang tidak akan pernah bisa kembali lagi memeluk dan mencium mereka dengan penuh kasih sayang?

Adakah ucapan penyesalan dari mulutnya si Dul Jaelani ini kepada para janda dan anak-anak Yatim yang telah kehilangan ayah mereka untuk selamanya itu?



Saya belum pernah baca berita atau nonton satu pun acara infotainment di TV adanya Konferensi Pers Dul Jaelani yang didampingi kedua orang tuanya yang masih lengkap itu dan menyatakan penyesalan yang tak terhingga lantaran telah merenggut tujuh pahlawan tulang punggung keluarga.

Sama sekali tidak ada. Yang ada justru pasang wajah di TV dengan polos seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sadis memang.

Dan Ahmad Dhani sebagai ayahnya Dul saat itu hanya menjanjikan akan memberi santunan dan menanggung semua kebutuhan keluarga korban. Bahkan menjanjikan akan menyekolahkan anak-anak korban sampai mereka Sarjana.

Entah janji-janjinya Ahmad Dhani saat itu sudah ditepati atau tidak sampai detik ini, saya tidak tahu. Yang tahu hanyalah Ahmad Dhani seorang, para keluarga korban, dan Tuhan Yang Maha Tahu.

Jika sekalipun benar-benar telah ditanggung oleh Ahmad Dhani, apakah bisa mengembalikan kebahagiaan keluarga yang ditinggal pergi selama-lamanya? Materi saja tidak cukup!

Dan yang membuat saya geleng-geleng kepala seolah tak percaya, si Dul Jaelani ini justru divonis bebas. Padahal nyawa tujuh orang tersebut tercabut seketika dari raga mereka yang rusak dan hancur akibat perbuatan si Dul ini yang sembrono di jalan tol.

Kalau di luar negeri, apalagi di negara sekaliber Amerika Serikat, orang tuanya si Dul ini sudah dijebloskan ke penjara karena dianggap lalai mengurus anak sehingga menghilangkan nyawa orang lain, dan si Dul diambil alih oleh negara diurus di Panti Sosial.

Bagi Anda yang belum tahu, kecelakaan maut tersebut terjadi pada dini hari, tanggal 21 Oktober 2013 yang silam. Saat itu Dul yang masih bocah mengemudikan mobil bagaikan kesetanan dari arah Bogor menuju Jakarta.

Akibat laju kendaraan yang tidak terkendali, mobil Mitsubishi Lancer yang dikemudikan Dul yang saat itu masih berusia 13 tahun, terbang menghantam pembatas tol Jagorawi, lalu menghantam mobil Daihatsu Grand Max dan Toyota Avanza yang berada di jalur sebaliknya.

Para korban pun bergelimpangan di jalan tol akibat kerasnya hantaman mobil Mitusbishi Lancer yang melaju dengan sangat kencang bagaikan torpedo. Mungkin saat itu si Dul sedang berkhayal dirinya adalah pembalap legendaris, Tinton Soeprapto, sehingga menjadikan tol Jagorawi bagaikan sirkuit Sentul.

Kecelakaan maut tersebut menewaskan tujuh orang dan sembilan orang lainnya menderita luka berat patah tulang dan geger otak. Ketujuh korban yang tewas adalah karyawan Ekspedisi PT Adrian Putra yang saat itu sedang bertugas mengantar barang dari Jakarta ke Bogor.

Bisa Anda bayangkan, mereka yang sedang bekerja untuk menghidupi istri dan anak-anak mereka harus kehilangan nyawa akibat prilaku ugal-ugalan Dul Jaelani yang sok jago di jalan tol.

Lalu kini dia menangis terisak-isak berlinangan air mata di hadapan ribuan orang karena merasa telah kehilangan ayahnya yang notabene masih hidup, dan dipenjara akibat prilaku biadab menebar ujaran kebencian dengan seenak udelnya dan semau-maunya.

Padahal Ahmad Dhani hanya dipenjara 1,5 tahun saja, ditambah remisi ini itu sudah bisa pulang. Sedangkan tujuh orang yang tewas dia tabrak itu tidak akan pernah bisa pulang kembali berkumpul bersama keluarga mereka.

Semoga kau baca tulisan ini, Dul. Tujuh ayah yang tewas kau tabrak itu tidak kau tangisi, tapi ayah kau dengan mental begundal kau ratapi di hadapan ribuan orang. Ingin saya katakan, ente waras? Tapi tidak boleh.

Kura-kura begitu.

#JokowiLagi