Edy Rahmayadi Larang Warga Acungkan Dua Jari dan Jempol saat Berswafoto Dengannya di Kantor Gubernur - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Sunday, February 10, 2019

Edy Rahmayadi Larang Warga Acungkan Dua Jari dan Jempol saat Berswafoto Dengannya di Kantor Gubernur


 emaspk3.info


 Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melarang seorang perempuan acungkan dua jari saat berswafoto dengannya.
Momen ini terekam kamera ponsel warga dan beredar di linimasa media sosial.

Beberapa orang menganggap dua jari pada video itu berkitan dengan simbol calon tertentu di Pilpres 2019.

Kejadian berawal saat Edy Rahmayadi berkeliling melihat pameran surat kabat tempo dahulu dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) di Kompleks Kantor Gubernur Sumut.
Menggunakan kemeja putih, Edy melihat satu per satu surat kabar koleksi seorang sejarawan, Ichwan Azhari.

Beberapa pengunjung yang melihat kedatangan orang nomor satu di Sumut ini pun langsung meminta swafoto.

Seorang perempuan tepat di sisi kirinya berswafoto dengan mengacungkan dua jari, dengan sigap Edy langsung menutup kedua jari itu.
Perempuan itu mengganti dua jari menjadi acungan jempol, Edy pun tampak keberatan.

Ia meminta seluruh orang yang berswafoto dengannya cukup menggepalkan tangan.

Pasca dilantik sebagai Gubernur oleh Presiden Republik Indonesia Jokowi, di Istana Negara, ada Gubernur yang langsung terang-terangan mendukung Presiden Jokowi.

Adapun kesembilan daerah yang dilantik langsung tersebut, adalah Sutarmidji dan Ria Norsan (Kalimantan Barat), Ali Mazi-Lukman Abunawas (Sulawesi Tenggara), Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (Sulawesi Selatan).

Lukas Enembe dan Klemen Tinal (Papua), Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Jawa Barat), Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Sumatera Utara), Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi (Nusa Tenggara Timur), Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen (Jawa Tengah), I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Bali).

Beberapa di antara kepala daerah yang telah dilantik oleh Jokowi menyatakan, akan mendukung langsung dirinya pada Pilpres 2019 mendatang. Seperti halnya, Gubenur Papua yang langsung menyatakan mendukung penuh Jokowi -Ma'ruf Amin.

"Saya yakin, seluruh masyarakat Papua akan memilih Pak Jokowi untuk kembali duduk menjadi presiden RI,"ujar Lukas Enembe setelah dilantik dilantik.
Lain hal yang disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dirinya mengatakan belum menentukan pilihan untuk kepada siapa menaruh harapan untuk memimpin Indonesia.

Lalu disinggung soal dukungan ke depannya akan mendukung koalisi Jokowi atau Prabowo. Edy mengatakan penentuan semuanya ada di tangan rakyat Sumatera Utara.


Untuk masalah mendukung calon Presiden, ada 14 juta penduduk Sumut, nah, yang paling banyak suaranya untuk siapa?, itu yang kita dukung untuk maju memimpin Indonesia," katanya.

Dirinya, menaruh harapan kepada seluruh masyarakat Sumut, siapa yang akan menang di Sumatera Utara, itulah yang akan Edy Rahmayadi dukung untuk program kerja ke depan, bagaimana Indonesia.

Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah didukung oleh 10 partai politik, untuk memenangkan pemilihan kepada daerah di Sumatera Utara. Edy Rahmayadi mengatakan, dirinya belum tentu akan mengikuti kemauan partai politik.

Saya didukung oleh 10 partai, enam partainya mendukung pak Jokowi dan empat partainya mendukung pak Prabowo, jadi saya berada di tengah-tengah. Tidak mendukung siapa-siapa," pungkasnya.
Sebelumnya, kejadian pelarangan pengacungan dua jari juga pernah terjadi di Sumut, yakni saat Presiden Jokowi berkunjung ke Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (8/10/2018).

Sebuah rekaman memperlihatkan aksi pasukan pengamanan presiden (Paspampres) yang dengan sigap melarang mahasiswa berswafoto dengan Jokowi sembari mengacungkan dua jari.

Paspamres langsung menutup jari mahasiswa dan memberikan isyarat untuk mengacungkan jempol saja.

Video itu sempat viral, bahkan di channel YouTube Tribun MedanTV sudah disaksikan lebih dari 69 ribu kali dan mendapat ratusan komentar warganet.
Saat dikonfirmasi Kompas.com, personel Paspampres di dalam video itu membantah mengarahkan warga untuk menunjuk jari tertentu.

"Enggak mengarahkan Bapak itu untuk menunjukkan jari telunjuk saja, atau dua jari," ujar sang Paspampres yang enggan ditulis namanya.

Maksud saya itu, enggak perlu angkat satu atau dua jari. Karena tugas kami-kami ini kan menjaga Presiden juga dari apapun. Makanya tutup jari Bapak itu," lanjut dia.

Namun, si bapak tersebut malah mengacungkan jari jempolnya dan tetap berpose foto di depan Presiden Jokowi. Ia memaklumi dan membiarkannya.

"Ya, sudahlah, namanya juga masyarakat bertemu Presiden kan," pungkasny






Pages