Fahri Hamzah: Prabowo Lebih Berjasa soal Dana Desa Ketimbang Jokowi - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Saturday, February 23, 2019

Fahri Hamzah: Prabowo Lebih Berjasa soal Dana Desa Ketimbang Jokowi


 emaspk3.info


BERITA EMAS

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto lebih berjasa ketimbang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam implementasi Undang-undang Desa sekaligus alokasi dana desa.

Pernyataan tersebut Fahri sampaikan untuk membantah klaim Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang mengesankan kebijakan anggaran Dana Desa dikeluarkan sejak era Jokowi menjadi Presiden.

“Itu salah [klaim Mendagri]. Pak Jokowi justru tak terlibat dana desa. Mana yang berjasa apakah Pak Jokowi atau Pak Prabowo? Ya Pak Prabowo yang lebih berjasa,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/2).

Menurut Fahri, Prabowo memiliki peran strategis dalam merealisasikan Undang-undang No 6 tahun 2014 tentang Desa di Parlemen.

Peran Prabowo dalam hal ini adalah promotor menggerakkan seluruh Fraksi Gerindra di DPR untuk menyetujui undang-undang tersebut.

Tak hanya itu, Fahri juga menyebut Prabowo menjadi pihak yang pertama kali mempelopori program Rp1 miliar satu desa di kampanye Pilpres 2014 silam.

Karena Pak Prabowo, pertama, dia termasuk promotor UU desa. Kedua, dalam pilpres (2014) lalu dia berjanji anggaran Rp1 miliar 1 desa,” ujar Fahri.

Fahri menyatakan anggaran dana desa diimplementasikan oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato nota keuangan tanggal 16 Agustus 2014 lalu.

“Anggaran desa pertama di cantumkan oleh SBY untuk tahun 2015 dalam pidato nota keuangan 16 agustus 2014, lalu pak prabowo mendukung pencatuman 9 triliun untuk alokasi dana desa,” ucapnya.

Saat perumusan Undang-undang Desa itu, kata Fahri, Jokowi belum memiliki kekuasaan apapun yang berhubungan dengan DPR. Sebab, waktu itu Jokowi masih menjabat sebagai Gubenur DKI Jakarta.

“Nah pak Jokowi belum jadi apa-apa saat itu. Artinya dia belum berhubungan dengan DPR, dengan proses legislasi,” kata Fahri.

Polemik dana desa ini kembali mengemuka setelah Mendagri Tjahjo Kumolo mengumpulkan ribuan perangkat desa. Tjahjo mengajak para kepala desa dan bamus desa untuk menyerukan nama ‘Jokowi’ jika ia meneriakkan ‘dana desa’.

Hal itu terjadi dalam Rakornas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019 di Gedung Ecopark Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Rabu (20/2).

“Terima kasih Pak Jokowi. Tolong untuk kepala desa dan badan musyawarah desa berdiri. Kalau saya teriak dana desa, (balas dengan) Pak Jokowi,” kata Tjahjo.

Pages