Keluar Ruang Sidang, Bahar bin Smith Ucapkan Sesuatu tentang Prabowo - BERITA EMAS - Berita Terkini, Berita Akurat, Berita Terpercaya

Breaking

Saturday, March 30, 2019

Keluar Ruang Sidang, Bahar bin Smith Ucapkan Sesuatu tentang Prabowo


 emaspk1.com

BERITA EMAS
Terdakwa kasus penganiayaan remaja, Bahar bin Smith menjalani sidang lanjutan yang digelar di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung pada Kamis (28/3) lalu. Usai sidang yang ditempuhnya ini pun ia kembali menyampaikan sebuah pesan penting.

Kali ini, seperti dihimpun dari laman Liputan6.com pada Jumat (29/3/2019), Bahar bin Smith menyebut nama Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto yang akan bertarung dalam Pemilihan Presiden 2019. Ia mendoakan agar mantan Danjen Kopassus tersebut terpilih sebagai presiden.

“Ke Prabowo? InsyaAllah menang. Mudah-mudahan menang,” ucap Bahar yang ditemui di sela-sela persidangan.

Usai mengungkapkan harapannya, tidak ada satu kalimat pun yang keluar dari mulut Bahar. Ia kemudian langsung melangkah di bawah kawalan jaksa dan para petugas kepolisian yang membawanya menuju ruang tunggu.

Pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor tersebut sebelumnya juga pernah menyebut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan sebuah pesan. Namun sangat berbeda dengan pesan yang ia sampaikan pada Prabowo, ucapan Bahar pada Jokowi bernada ancaman.

Saya sampaikan ke Jokowi, tunggu saya keluar,” ujar Bahar dalam sidang lanjutan yang digelar pada Kamis (14/3) lalu.

Pada saat dimintai klarifikasi soal maksud dari pernyataan tersebut, Bahar lantas mengatakan, “Ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya keluar dan akan dia rasakan pedasnya lidah saya,” seloroh Bahar tegas.

Atas ancaman yang dilayangkan Habib Bahar bin Smith, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin buka suara. Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, menyebut ucapan yang dikeluarkan Bahar sangat jauh dari cerminan seorang tokoh agama.

“Itu menunjukkan Habib Bahar bukan seorang tokoh agama yang cukup matang dan patutu diikuti. Orang tidak dibenarkan memiliki dendam kepada orang lain,” ujar Karding kepada peliput, pada Kamis (14/3) lalu.

Soal kasus yang menimpa Bahar, ditegaskan Karding, bukan disebabkan oleh calon presiden petahana, melainkan dikarenakan ulah Bahar sendiri. “Apalagi orang yang dituju itu enggak ada hubungannya dengan masalah dia. Dia dipenjara karena kelakuannya sendiri,” tuturnya.

Namun demikian, menurutnya, penegakan hukum di Indonesia tak boleh mandek cuma karena ada ancaman yang masuk. Ia lantas menyatakan baik TKN maupun Jokowi tidak akan terbawa pengaruh lantaran ancaman Bahar tersebut.

“Jadi saya kira hukum tidak boleh kalah atau negara takut hanya karena ancaman seperti itu. Kita jalan terus, tidak perlu terpengaruh dengan adanya ancaman atau kekerasan,” tegas Karding.

Pages