Chat with us, powered by LiveChat Example

Andi Arief: Klaim Kemenangan Sepihak jadi Biang Keladi Kegaduhan

  emaspk1.com

BERITA EMAS

Politikus Partai Demokrat Andi Arief menilai, kegaduhan pasca Pilpres 2019 muncul karena adanya klaim kemenangan sepihak disertai ketidakpercayaan terhadap penyelenggara Pemilu. Menurut Andi, realita yang terjadi saat ini sangat menyedihkan.

“Setiap hari kepada masyarakat dipertontonkan silang pendapat yang keras, saling klaim siapa pemenang pilpres tahun ini. Ejek mengejek, sumpah serapah, kebencian dan sikap permusuhan seolah menjadi new normal (dianggap biasa) di negeri kita,” kata Andi, seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (10/5/2019).

Andi melanjutkan, klaim sepihak tampak pada saat kedua pasangan calon presiden menyatakan diri sebagai pemenang. Kubu Prabowo mendeklarasikan kemenangan berdasarkan lembaga survei internalnya, sementara Jokowi secara tak langsung mengklaim menang berdasarkan quick count sementara.

Menurut Andi, hal itulah yang membawa pengaruh signifikan kepada massa pendukung masing-masing dalam membenarkan dan membela pernyataan kedua capres tersebut.

Selain itu, desakan kubu Prabowo kepada KPU untuk mendiskualifikasi lawan politiknya membuat situasi menjadi sangat panas. Rencana aksi turun ke jalan 22 Mei 2019, kata Andi, merupakan sesuatu yang mengerikan.

“Bayangkan kalau jutaan orang itu nanti benar-benar nekat, melakukan perlawanan fisik dan akhirnya menjadi korban karena mempertahankan keyakinan yang salah, siapa yang bertanggung jawab? Tentu Prabowo,” ujar Andi.


Andi pun menyarankan agar proses demokrasi ini berjalan sesuai mekanisme hukum. Ketidakterimaan terhadap hasil pemilu, tuturnya, dapat diselesaikan melalui sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Jika menyangkut proses, Bawaslu-lah yang akan menyelesaikan. Sedangkan jika menyangkut hasil, MK-lah yang berwenang memutusnya,” ucapnya.

Andi turut memberikan solusi atas situasi yang tengah terjadi. Menurut dia, kejujuran dari peserta dan penyelenggara pemilu merupakan instrumen dari tegaknya kebenaran dan keadilan.

Kepada Jokowi, Andi meminta agar capres petahana beserta para jajarannya untuk bersikap jujur terkait tuduhan yang dilontarkan oleh berbagai pihak, seperti telah terjadinya penyalahgunaan lembaga-lembaga penegak hukum yang bertujuan untuk memenangkan Jokowi dan partai politik tertentu.

“Kalau semua tuduhan itu isapan jempol, tak terjadi sama sekali, rakyat bersyukur bahwa pemilu ini benar-benar jujur dan adil. Pihak Prabowo pun tak perlu sengit dan memvonis bahwa Pemilu 2019 ini curang. Semua harus tunduk pada bukti,” ucapnya.

Andi juga meminta Prabowo untuk membuktikan kemenangan 62 persennya itu. Sebab, pengakuan mantan Danjen Kopassus itu akan sangat mempengaruhi reaksi jutaan orang pendukungnya dalam menanggapi pengumuman resmi KPU.

“Karena, akibat pernyataan Prabowo itu jutaan orang meyakini dan bahkan siap mati untuk membela Prabowo,” kata dia.

Tak lupa, kepada KPU dan Bawaslu juga harus bekerja berdasarkan asas kejujuran terkait banyaknya kasus salah hitung suara dalam C1 dan kasus surat suara yang telah dicoblos oleh petugas atau pihak lain.

“Respon KPU, Bawaslu, dan kelak MK dalam menanggapi dan memproses semua aduan secara serius, jujur, dan adil sangat diperlukan,” kata Andi.